Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Lestari Moerdijat mengatakan pendidikan bagi penyandang disabilitas mesti inklusif dan bermutu di semua jenjang.
“Dorong pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas dalam memperoleh pendidikan inklusi yang bermutu di semua jenjang,” kata Lestari Moerdijat mengutip keterangan resmi.
Menurutnya, Undang-Undang No. 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas sejatinya sudah mengamanatkan bahwa negara menjamin hak-hak penyandang disabilitas dan berkebutuhan khusus, termasuk hak memperoleh pendidikan.
Data Komisi Nasional Disabilitas (KND) menyebutkan, dari sekitar 40 ribu sekolah yang ditetapkan sebagai sekolah inklusi, hanya 14,8 persen yang memiliki guru pembimbing khusus (GPK).
Ketiadaan GPK di sekolah inklusi tersebut membuat anak disabilitas semakin rentan mengalami kekerasan, pengabaian, hingga risiko keselamatan.
Menurut Lestari, catatan tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait. Sehingga, kebijakan pembentukan sekolah inklusi dapat benar-benar memenuhi hak para penyandang disabilitas dalam memperoleh pendidikan inklusi.
Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa perencanaan pembentukan sekolah inklusi harus dilakukan secara matang dan menyeluruh.
Menurut Rerie, perencanaan tidak hanya ditujukan untuk mempersiapkan fisik bangunan dan sarana sekolah. Lebih dari itu, kesiapan dan ketersediaan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi juga penting.
“Apalagi, anak berkebutuhan khusus tanpa GPK dalam proses pendidikan menghadapi risiko rentan terhadap kekerasan hingga keselamatannya, “ tambah anggota Komisi X DPR RI itu.
Rerie mendorong agar sekolah-sekolah inklusi yang sudah dibentuk segera dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung proses belajar dan mengajar yang aman dan nyaman bagi setiap peserta didik dalam sistem pendidikan inklusi.
Butuh Peran Orang Tua
Senada dengan Rerie, Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ), Mas Roro Diah Wahyulestari menilai, setiap anak termasuk anak disabilitas perlu mendapat pendidikan yang baik dan sesuai untuk bekal di masa depan.
Guna mendukung anak dalam mengenyam pendidikan, orang tua perlu tahu faktor-faktor yang dapat membuat anak menjadi lebih pintar.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat anak pintar. Anak pintar dapat disebabkan karena faktor genetik, nutrisi yang cukup, stimuli intelektual, pola asuh, lingkungan, aktivitas fisik, pola istirahat, serta pendidikan yang didukung oleh akses belajar.
Perkembangan otak anak 80 persen ditentukan pada 1000 hari pertama kehidupannya. Kondisi otak dengan tingkat gizi yang cukup cenderung membuat anak pintar, produktif, dan memiliki kemampuan yang tinggi.
“Kita harus kejar stimulus dengan memberikan anak gizi sempurna. Bagi para orang tua, jangan memberikan bayi dan balita makanan instan, karena kandungan yang terdapat di dalam makanan instan memiliki banyak pengawet yang berbahaya bagi tubuh,“ kata Roro dalam webinar diskusi publik bertema “Dukung Konseling Bagi Orang Tua Disabilitas: Meningkatkan Kesejahteraan Anak dan Keluarga” pada Rabu (28/01/2026).
Tips Terapi Anak Disabilitas
Sementara, sambung Roro, otak yang kurang gizi memiliki risiko tidak berkembang dengan tingkat mutu rendah yang berakibat menjadi permasalahan kesehatan yang berkelanjutan.
Beberapa masalah kesehatan yang terjadi seperti retardasi mental pada anak disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan, faktor nutrisi dan komplikasi saat kelahiran. Bagi orang tua dengan anak penyandang disabilitas, Roro menyarankan orangtua untuk menyingkirkan alat elektronik ketika belajar.
“Tips terapi anak berkebutuhan khusus yang pasti orang tua harus sabar, mereka yang melatih tidak menggunakan pakaian bermotif, singkirkan barang elektronik. Serta, ketika anak tantrum harus diberikan penenangan dengan memberikan pelukan dan ciuman,” jelasnya.
Dukung Anak Disabilitas Lanjutkan Pendidikan
Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor IV UMJ, Dr. Septa Candra, SH., MH., memberikan dukungan dari terlaksananya kegiatan ini. Ia menilai bahwa para disabilitas belum mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah dan masyarakat.
“Para orang tua seharusnya lebih bersyukur ketika dianugerahi anak, sehingga mereka harus memberikan dukungan walaupun dengan kondisi disabilitas. Ketika anak disabilitas mendapatkan dukungan, ia akan terbiasa dengan pendidikan yang diberikan dan terbiasa mandiri seperti anak lainnya,” ujarnya dalam acara yang digelar Unit Pelaksana Teknis Lembaga Konseling dan Psikolog Mahasiswa (UPT LKPM) UMJ.
Septa menegaskan, UMJ mendukung mahasiswa penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan. Sehingga mereka memperoleh hak dan akses pendidikan yang setara dengan mahasiswa lainnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489205/original/043725200_1769830464-asperger.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489399/original/049593700_1769851331-PA_Cimahi.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5037399/original/041543800_1733395353-7cbe4e18-0459-41c9-9611-c422f16a317e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3292202/original/009672500_1604991193-20201110-Lama-Rusak_-Lift-JPO-Sarinah-Dibiarkan-Terbengkalai-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483464/original/011646600_1769394644-para_tenis.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477859/original/053823700_1768883478-disabilitas_kab_probolinggo.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3579235/original/043636000_1632275240-IMG20200129114122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411735/original/031764800_1763020182-Naker_2__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473439/original/088752300_1768444172-elisa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5120439/original/082910600_1738657565-ad46ba01-231b-434c-9958-e30141a5491a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473720/original/094777700_1768453988-palembang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1569062/original/001858200_1492418690-20170417--Transjakarta-Luncurkan-Bus-untuk-Warga-Kebutuhan-Khusus-Disabilitas-TJ-Care--Jakarta-04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424801/original/004683600_1764156227-Screenshot_2025-11-26_181924.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471031/original/073879800_1768274899-relawan_dokter.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469325/original/006001100_1768109735-medium-shot-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467731/original/087454100_1767928616-disabilitas_es_teh.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377386/original/037511600_1760092677-eggs-wooden-platter-kitchen-towel-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367828/original/050200100_1759315919-WhatsApp_Image_2025-10-01_at_15.17.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462436/original/072940900_1767579309-pppk_paruh_waktu.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463237/original/093893900_1767603233-RT_8.png)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)