Cerita Mahasiswa Asperger Selesaikan Sidang Skripsi, Selangkah Lebih Dekat Raih Gelar Sarjana

1 month ago 48

Liputan6.com, Jakarta - Menyandang asperger tak menghentikan langkah Siham Hamda Zaula Mumtaza dalam mengenyam pendidikan tinggi. Asperger adalah sindrom perkembangan yang masih tergolong dalam spektrum autisme.

Pada 29 Januari 2026, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu melaksanakan sidang skripsi. Mahasiswa angkatan 2019 ini menyelesaikan skripsi berjudul “Tingkah Laku Harian Domba Ekor Tipis di Pusat Penelitian Ternak Fakultas Peternakan UGM.”

Sidang dilakukan di hadapan tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., Ir. Riyan Nugroho Aji, S.Pt., M.Sc., IPP., serta Ir. Hamdani Maulana, S.Pt., M.Sc., IPP.

Setelah menjalani sidang skripsi dengan lancar. Siham mengaku lega meski masih mendapat sejumlah revisi minor dari dosen penguji. Tahapan ujian skripsi ini membuat Siham selangkah lebih dekat pada gelar sarjana peternakan.

Ini adalah impiannya sejak kecil. Menurutnya, Prodi Ilmu Peternakan dipilih lantaran dinilai selaras dengan kesehariannya di Jepara. Ia menuturkan, keluarganya telah beternak kambing dan domba sejak 2017. Oleh karena itu, pada penelitian akhir ia memilih meneliti domba ekor tipis selama 30 hari berturut-turut.

“Kesulitannya justru di pengolahan data menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) karena itu hal baru bagi saya, jadi hampir tiga bulan saya belajar untuk menunjang penelitian,” kata Siham seperti mengutip laman UGM.

Momen Jadi Maba

Siham mengenang momen saat diterima sebagai mahasiswa baru (maba) tahun 2019. Lolos diterima di Fakultas Peternakan UGM merupakan hal membahagiakan baginya, meskipun perjalanan perkuliahan diwarnai beragam macam tantangan.

Ia melewati masa kuliah daring dalam waktu cukup panjang, minim pertemuan tatap muka, hingga baru kembali menjalani perkuliahan luring pada semester tujuh yang berlanjut ke magang dan penulisan skripsi.

Baginya, tantangan terbesar yang paling membekas adalah kendala komunikasi. Ia mencontohkan, saat praktikum, dirinya beberapa kali memerlukan pendampingan untuk membantu proses pengarahan.

Unit Layanan Disabilitas Bikin Nyaman

Tidak hanya aktif di bangku kuliah, Siham juga aktif di Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM sejak semester satu hingga kini. Ia mengaku nyaman berada di lingkungan komunitas tersebut karena dapat saling berbagi cerita dengan sesama mahasiswa penyandang disabilitas.

“Di sini kami saling membantu. Setiap tahun ajaran baru selalu ada mahasiswa difabel baru, saya sering bertugas mengenalkan dan berbagi cerita ke mereka,” tuturnya.

Siham pun menyampaikan pesan mendalam kepada teman-teman penyandang disabilitas agar tetap semangat dan tidak menyerah hingga tuntas menempuh pendidikan. Menurutnya, rasa kehilangan motivasi dalam proses merupakan hal yang wajar, tetapi tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti.

“Pokoknya teman-teman disabilitas jangan putus asa dan jangan gampang down,” tegasnya.

Pribadi yang Tekun dan Detail

Mahasiswa asal Jepara ini merupakan penerima beasiswa Bidikmisi dan telah didiagnosis asperger sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia cenderung sensitif terhadap suara keras atau bentakan. Namun, kondisi tersebut justru membentuknya menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalani perkuliahan.

Dosen pembimbing skripsi, Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., yang akrab disapa Vitri, menyampaikan bahwa mahasiswa seperti Siham pada dasarnya hanya perlu dipahami pendekatan belajarnya. Menurutnya, Siham merupakan pribadi yang tekun, serius, dan sangat detail dalam penelitian.

“Hal-hal detail yang mungkin terlewat oleh orang lain, Siham justru mampu memahami dengan baik,” ujarnya.

Vitri menambahkan, motivasi Siham untuk mempertanggungjawabkan skripsinya tergolong tinggi, meskipun proses penulisan memerlukan waktu pendampingan yang lebih panjang. Dukungan keluarga, khususnya pakde (paman), bude (bibi), serta sepupu yang tinggal bersamanya, dinilai berperan besar dalam keberhasilannya. Selain itu, keterlibatan Siham di Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM juga turut mendukung kelancaran studinya.

Read Entire Article