Jembatan Penyeberangan Ramah Disabilitas Segera Dibangun di Jakarta, Ini Tiga Lokasinya

1 month ago 54

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera bangun tiga jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ramah disabilitas.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan bahwa jembatan penyeberangan yang akan dibangun berada di tiga lokasi yakni Sarinah, Kebayoran Lama dan Senayan.

“Jakarta mudah-mudahan akan menjadi kota yang ramah untuk disabilitas. Akan ada tiga JPO yang segera betul-betul full (penuh) untuk disabilitas. Ada di Sarinah, Kebayoran Lama dan satu lagi di Senayan,” kata Pramono di Balai Kota, Rabu (28/1/2026) seperti dilansir Antara.

Nantinya, lanjut Pramono, ketiga JPO tersebut akan dilengkapi lift di sisi kiri dan kanan jembatan. Dengan adanya lift tersebut, para penyandang disabilitas, lansia, maupun warga dengan keterbatasan mobilitas akan lebih mudah untuk menyeberang jalan.

JPO tersebut juga akan terkoneksi langsung dengan layanan Transjakarta, salah satunya JPO Sarinah.

“Kalau itu sudah bisa dijalankan, termasuk di Sarinah yang banyak mendapatkan pertanyaan pada waktu itu, maka JPO Sarinah kiri-kanannya nanti ada lift-nya. Kemudian akan bisa langsung untuk naik transportasi Transjakarta,” jelas Pramono.

Di JPO Sarinah, Pramono juga memastikan fasilitas penyeberangan sebidang (pelican crossing) tidak akan ditutup dan tetap akan difungsikan.

“Dan yang paling penting adalah pelican cross-nya tetap berjalan. Sehingga kekhawatiran teman-teman sekalian untuk pengaturan itu tidak difungsikan, tetap berjalan. Sehingga dengan demikian JPO di atasnya jalan, pelican cross-nya jalan,” ujar Pramono.

Pramono belum merinci berapa anggaran yang disiapkan untuk tiga JPO itu, termasuk sumbernya.

Jakarta Harus Nyaman bagi Penduduk Disabilitas

Jakarta yang disebut-sebut sebagai kota global perlu menjadi tempat yang nyaman untuk dihuni semua warga termasuk penyandang disabilitas.

Guna mencapai hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Jakarta. Termasuk menyediakan fasilitas di ruang publik, layanan masyarakat, hingga akses informasi.

Suatu kota termasuk Jakarta perlu menjadi inklusif terhadap penyandang disabilitas karena hal ini merupakan bagian penting dari pemenuhan hak asasi manusia. Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama seperti warga lainnya untuk mengakses fasilitas publik, pendidikan, pekerjaan, dan layanan kesehatan.

“Dengan mewujudkan kota inklusif, Jakarta dapat memberikan kesempatan yang adil bagi semua warganya tanpa terkecuali, sesuai dengan prinsip kesetaraan yang dijamin oleh undang-undang,” mengutip laman Jakarta Smart City.

Selain itu, inklusi disabilitas juga akan meningkatkan kualitas hidup warga. Kota yang memberikan akses transportasi, infrastruktur, serta ruang publik yang lebih baik memungkinkan penyandang disabilitas untuk berpartisipasi lebih aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.

Ini tak hanya menciptakan lingkungan yang lebih adil, tetapi juga membuka peluang bagi warga untuk memberikan kontribusi yang berarti.

Pembangunan Jakarta yang inklusif terhadap disabilitas sejalan pula dengan tujuan kesepuluh pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yakni Mengurangi Kesenjangan (Reducing Inequalities).

Kota yang Libatkan Seluruh Masyarakat Termasuk Difabel

Kota yang melibatkan semua kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, mampu menciptakan pertumbuhan yang lebih merata dan adil.

“Jika, Jakarta mengabaikan kelompok ini, ketimpangan sosial akan meningkat, sehingga menghambat pembangunan yang seimbang.”

Selain itu, Jakarta yang inklusif terhadap disabilitas akan menjadikannya kota yang lebih ramah bagi semua orang. Infrastruktur yang mendukung aksesibilitas, seperti trotoar yang mudah diakses dan transportasi umum yang ramah disabilitas pun akan bermanfaat bagi kelompok rentan lain termasuk anak-anak serta lansia.

“Dengan menjadi kota yang inklusif, Jakarta akan menjadi tempat yang lebih nyaman dan berkeadilan bagi seluruh warganya. Ini juga sejalan dengan indikator Jakarta kota global yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni menjadi kota yang nyaman untuk dihuni oleh warganya.”

Upaya Jakarta Mewujudkan Nilai Inklusi

Berbagai tempat maupun transportasi umum di Jakarta secara bertahap sudah disertai dengan fasilitas khusus penyandang disabilitas.

Salah satu contohnya adalah Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

Ini merupakan perpustakaan yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta yang menyediakan koleksi buku lengkap bagi para pencinta literasi.

Berbagai fasilitas serta layanan Perpustakaan Jakarta ini telah disediakan untuk memastikan aksesibilitas dan kenyamanan bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Selain tempat yang mudah diakses seperti Perpustakaan Jakarta, upaya Jakarta inklusi disabilitas melalui penyediaan fasilitas juga datang dari penyedia transportasi publik yakni Transjakarta.

Transjakarta melakukan berbagai penyesuaian dalam infrastruktur dan fasilitasnya agar penumpang penyandang disabilitas bisa memanfaatkan layanan transportasi dengan aman, nyaman, serta mandiri.

Armada bus Transjakarta dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk penyandang disabilitas. Setiap bus dirancang dengan ramp atau landai otomatis yang memudahkan pengguna kursi roda untuk naik dan turun dari bus tanpa hambatan.

Selain itu, bus pun dilengkapi dengan ruang khusus yang cukup luas untuk menampung kursi roda, sehingga penumpang yang menggunakan kursi roda dapat duduk dengan nyaman selama perjalanan.

Transjakarta juga menyediakan bus sekolah khusus untuk disabilitas, yang memberikan layanan transportasi gratis yang aman dan nyaman bagi para siswa dengan kebutuhan khusus.

Read Entire Article