Cerita Catur, Ketua Tim Inklusif Kemenhub yang Naik Transportasi Umum ke Kantor

5 days ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Tim Inklusif Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Catur, sebagai pengguna kursi roda ternyata memanfaatkan moda transportasi untuk pergi dan pulang kantor.

Dalam video singkat yang diunggah akun Tiktok @kemenhub151, Catur bercerita bahwa dirinya bekerja di bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kemenhub RI sekaligus Ketua Tim Inklusif Kemenhub. Tugasnya adalah memberi masukan-masukan kepada subsektor seperti darat, laut, dan udara untuk membantu transportasi yang aksesibel untuk penyandang disabilitas.

“Saya dan teman-teman tim inklusif selalu dilibatkan, dari perencanaan hingga evaluasi,” katanya dalam video singkat itu, dikutip pada Senin (29/12/2025).

Catur pun memperlihatkan situasi kantor yang mudah diakses olehnya sebagai pengguna kursi roda. Misalnya saat tap absensi, mesin absensinya tidak terlalu tinggi sehingga mudah dijangkau olehnya. Akses untuk naik turun Gedung pun sudah didukung lift yang tombolnya mudah ia akses secara mandiri.

Dari halaman kantor yang berada di bilangan Jakarta Pusat, ia menggunakan kursi roda hingga sampai ke halte Transjakarta terdekat.

“Sehari-hari saya menggunakan transportasi umum, kebetulan menggunakan Transjakarta dari Pulo Gadung sampai ke Monas (dan sebaliknya).”

Menurut pantauan dan pengalamannya, moda transportasi di Jakarta kian baik dan mudah diakses oleh penyandang disabilitas.

“Pengalaman sih untuk saat ini, transportasi udah semakin baik, jadi sangat mudah diakses oleh penyandang disabilitas,” ujarnya.

Respons Petugas Transjakarta

Setelah menyusuri trotoar dengan kursi rodanya, Catur pun tiba di halte Transjakarta yang ada di sekitar Monas alias Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Kedatangannya disambut oleh pegawai Transjakarta yang sigap mendorong kursi roda dengan seizin Catur.

Ditempelnya kartu uang elektronik untuk membayar jasa transportasi. Mesin kartu pun masih mudah diakses olehnya. Ketika bus tiba, petugas sigap memasang bidang datar seperti jembatan khusus untuk memudahkan kursi roda Catur masuk ke dalam bus. Lantai peron sebetulnya sudah sejajar dengan bus, hanya saja ada jarak atau celah antara keduanya sehingga perlu ditambah jembatan atau bridging khusus.

Belum Semua Halte Mudah Diakses

Catur tak memungkiri, masih ada beberapa halte yang tidak mudah diakses oleh penyandang disabilitas. Namun, semakin lama jumlahnya semakin sedikit.

“Memang kalau untuk halte-halte tertentu kurang akses tapi sekarang jumlahnya sih memang sudah relatif sedikit.”

Di dalam bus, Catur ditempatkan di area khusus pengguna kursi roda. Ini adalah area prioritas tanpa kursi penumpang dengan lambang atau stiker berisi gambar pengguna kursi roda berwarna biru dan putih. Artinya, area ini memang disediakan untuk pengguna kursi roda dan tak boleh ditempati oleh penumpang umum.

“Menuju Pulo Gadung, perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 30 sampai 40 menit,” katanya.

Lanjutkan Perjalanan dengan Motor Modifikasi

Setelah sampai di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Catur melanjutkan perjalanan dengan menggunakan motor modifikasi miliknya.

“Saya akan melakukan perjalanan ke rumah dengan motor modifikasi. Perkiraan waktu sekitar 20 menit sampai ke rumah.”

Motor ini didesain sedemikian rupa agar mudah digunakan oleh Catur. Dilengkapi dengan bak tambahan di bagian kiri sebagai tempat menyimpan kursi roda. 

Read Entire Article