Band Indie Disabilitas G’Nots Indiefa Suarakan Semangat dan Harapan Lewat Musik

1 day ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Penyandang disabilitas memiliki potensi di berbagai bidang termasuk musik.  Hal ini seperti diperlihatkan oleh grup musik indie G’Nots Indiefa.

Band yang berdiri sejak akhir 2025 ini beranggotakan tiga penyandang disabilitas yang punya mimpi dan misi besar di balik lagu-lagu yang diciptakan. Ketiganya adalah:

  • Patrisia A. Pantouw yang menyandang disabilitas fisik, pengguna kursi roda sebagai vokalis
  • Andika Adi Putra yang menyandang disabilitas netra sebagai pemain cajon
  • Iwan Suryana yang juga menyandang disabilitas netra sebagai gitaris.

Menurut Patrisia, visi grup musik yang berbasis di Jakarta ini adalah menjadi band yang berkualitas dan kredibel. Sementara misinya adalah memberikan penampilan yang tidak hanya menghibur tetapi juga menginspirasi, memotivasi, dan mendidik lewat lagu.

“Motivasi kami, bahwa walaupun kami terbatas secara fisik tetapi Tuhan Allah memberikan kami bakat dan juga pengharapan akan masa depan yang cerah. Kami juga ingin bisa berkarya untuk berbagi sehingga akhirnya apa yang kami bagikan, harapannya bisa berguna,” kata Patrisia kepada Disabilitas Liputan6.com lewat surat elektronik, dikutip pada Jumat (13/2/2026).

“Salah satunya adalah kami berharap kami bisa mengingatkan dan menumbuhkan rasa syukur teman-teman non disabilitas dengan menyaksikan bahwa kami sebagai disabilitas saja tetap mau serta memiliki semangat untuk berkarya, berusaha, dan bekerja,” tambahnya.

Band Difabel yang Fleksibel

Patrisia bercerita, konsep yang diusung dalam grup musik ini adalah band difabel yang fleksibel.

“Konsep yang diusung adalah sebuah band disabilitas yang fleksibel. Lintas agama, berbagai genre musik. Band yang menyuguhkan lagu-lagu ciptaan sendiri yang nanti akan tersedia di digital platform,” ujarnya.

Sejauh ini, G’Nots Indiefa sudah menciptakan dua lagu yakni “Berjuang” dan “PadaMu Tuhan” di mana lagu pertama bercerita tentang hidup yang merupakan perjuangan.

“Dan ketika kita saling bahu-membahu, maka kita akan bisa mencapai tujuan,” jelasnya.

Sementara, judul kedua bercerita tentang permohonan kepada Tuhan agar Tuhan membuat layak dan menolong umatnya. Lagu-lagu ini sudah tersedia di berbagai platform digital.

Ingin Berdayakan Penyandang Disabilitas

Dengan berdirinya grup musik ini, Patrisia dan rekan-rekannya berharap dapat menghibur, menginspirasi dan memberdayakan teman-teman disabilitas.

“Harapannya agar bisa memberdayakan teman disabilitas, menghibur, menginspirasi, memotivasi dan mendidik, (kalau mendidik itu lewat lirik lagu-lagu ciptaan kami) baik itu sesama teman disabilitas atau non disabilitas,” ucapnya.

Belum lama ini, grup musik tersebut sudah unjuk gigi di Gereja Sidang Sidang Jemaat Allah (GJSA) Kasih Karunia, Jakarta Pusat.

“Kami disambut dengan kehangatan oleh Gembala GSJA Kasih Karunia, Pdt. Andreas Sutikno, S.Th., M.A. Sambutan itu memberi ketenangan sekaligus semangat.”

Tampil di GJSA Kasih Karunia adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi band indie tersebut, pasalnya ini adalah penampilan perdana mereka sejak berdiri pada akhir 2025. Penampilan mereka pun ditutup dengan riuh tepuk tangan para penonton.

“Tepuk tangan meriah yang menggema di ruangan menjadi penyempurna segala usaha kami,” pungkasnya.

Read Entire Article