Liputan6.com, Jakarta - Dalam analisis intelijen strategis, perang jarang dinilai hanya dari jumlah korban atau kerusakan fisik. Penilaian utama justru bertumpu pada azas perang klasik seperti unity of command, center of gravity, culmination point dan morale of the population.
Jika indikator-indikator tersebut menunjukkan bahwa salah satu pihak telah kehilangan kemampuan untuk melanjutkan operasi militer secara efektif, maka perang biasanya memasuki fase terminal, yaitu tahap ketika pertempuran masih berlangsung tetapi arah strategisnya sudah dapat diperkirakan.
Dalam konteks konflik Israel–Amerika Serikat melawan Iran, beberapa indikator strategis menunjukkan, bahwa konflik tersebut kemungkinan besar akan segera memasuki fase penutupan.
1. Hancurnya Sistem Komando dan Kendali (Command and Control).
Dalam teori militer modern, komando dan kendali (C2) merupakan pusat saraf operasi militer. Tanpa struktur komando yang efektif, koordinasi operasi menjadi sangat sulit. Apabila pusat komando perang rusak atau pemimpin militer utama tidak lagi dapat mengendalikan pasukan secara efektif, maka biasanya yang terjadi disorganisasi operasi, penurunan disiplin pasukan dan fragmentasi komando di tingkat lapangan. Sejumlah laporan menyebutkan, bahwa serangan udara intensif terhadap instalasi militer Iran diarahkan pada pusat komando, sistem komunikasi, serta jaringan pertahanan udara, yang secara langsung mempengaruhi kemampuan koordinasi operasi militer negara tersebut.¹ Dalam kondisi chaos perang, pemimpin baru yang muncul sering menghadapi kesulitan untuk segera menegakkan kembali disiplin dan struktur komando.
2. Serangan Balasan Strategis Sulit Dilaksanakan
Serangan balasan strategis hanya dapat efektif apabila negara yang diserang memiliki sistem komando yang stabil, jalur komunikasi militer yang utuh dan kemampuan koordinasi antar unit. Apabila serangan udara lawan masih berlangsung dan dominasi udara telah tercapai oleh pihak lawan, maka kemampuan untuk melakukan serangan balasan strategis yang terkoordinasi menjadi sangat terbatas. Serangan balasan yang terjadi dalam situasi tersebut sering kali merupakan pelaksanaan rencana operasi lama, yang telah disiapkan sebelum sistem komando mengalami gangguan.² Dengan demikian, serangan balasan tersebut tidak selalu mencerminkan kemampuan strategis baru, melainkan inertia dari rencana operasi yang sudah ada sebelumnya.
3. Kesulitan Koordinasi Operasi Militer.
Dalam doktrin perang modern, operasi militer yang efektif menuntut koordinasi simultan antara gerakan pasukan, dukungan tembakan, logistik dan komunikasi. Apabila sistem komando terganggu, maka masing-masing unsur militer cenderung memprioritaskan keselamatan unitnya sendiri, mengambil keputusan taktis secara lokal sehingga mengurangi koordinasi dengan unsur lain. Kondisi demikian menghasilkan fragmentasi operasi militer, yang pada akhirnya mengurangi efektivitas perang secara keseluruhan.³
4. Menurunnya Dukungan Rakyat.
Setiap perang memiliki dimensi politik dan sosial, karenanya Carl von Clausewitz menyatakan bahwa perang merupakan kelanjutan politik dengan cara lain, sehingga legitimasi politik dan dukungan rakyat menjadi faktor penting dalam keberlanjutan perang.⁴ Apabila sebuah negara mengalami tekanan ekonomi berat, kepemimpinan yang terlalu lama dan kesulitan sosial yang berkepanjangan, maka dukungan rakyat terhadap perang biasanya akan menurun. Dalam kondisi demikian, masyarakat sering kali lebih menginginkan penghentian penderitaan dan pemulihan stabilitas daripada kemenangan militer yang tidak pasti.
5. Tujuan Akhir Perang: Kemenangan atau Perdamaian.
Secara klasik, tujuan perang adalah mencapai kemenangan strategis namun dalam praktik modern, kemenangan sering kali berarti memaksa pihak lawan menerima penghentian perang dalam kondisi tertentu. Apabila kedua pihak telah mencapai titik di mana biaya perang terlalu tinggi, kerusakan militer signifikan, tekanan internasional meningkat, maka perang biasanya bergerak menuju perundingan atau penghentian konflik. Dalam konteks konflik Israel–Iran, tekanan internasional untuk menghindari eskalasi regional yang lebih luas juga menjadi faktor penting yang mendorong pencarian solusi diplomatik.⁵
6. Indikator Intelijen Bahwa Perang Mendekati Akhir.
Analisis intelijen strategis mendapatkan beberapa indikator yang menunjukkan bahwa perang akan segera memasuki fase akhir, dengan adanya degradasi sistem komando dan kendali, dominasi udara oleh salah satu pihak, menurunnya koordinasi operasi militer, meningkatnya tekanan ekonomi dan sosial dan meningkatnya tekanan diplomatik internasional. Apabila indikator-indikator tersebut muncul secara bersamaan, maka kemungkinan besar konflik akan bergerak menuju fase de-eskalasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520688/original/027980600_1772628031-WhatsApp_Image_2026-03-04_at_19.38.52.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465690/original/016658800_1767773884-WhatsApp_Image_2026-01-07_at_14.34.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497061/original/062450000_1770615193-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_11.07.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515676/original/024863000_1772184782-5ad3d24d-0479-4c52-8309-000aca44f6b9.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363057/original/012614000_1758880226-WhatsApp_Image_2025-09-26_at_16.48.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5185637/original/024575800_1744455939-250410_OPINI_PRI_AGUNG_RAKHMANTO_200x-100.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497048/original/066823900_1770614759-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_11.26.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290464/original/056522900_1753113336-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_20.06.02_c2d8139b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464216/original/069929400_1767682865-260106_Opini__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489336/original/022472500_1769843921-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_2.18.10_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485512/original/065109700_1769509184-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_17.06.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484013/original/025836000_1769411146-260126_OPINI_Smith_Alhadar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476470/original/052842800_1768756435-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_22.32.17.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460635/original/004459300_1767261314-Didik_Supriyanto__Ketua_Dewan_Pembina_Perludem.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)