Outlook Jangka Pendek Pasar dan Harga LNG Global 2026

14 hours ago 3

Strategi dan kepentingan pelaku pasar menjadi salah satu faktor kunci yang akan mempengaruhi dinamika pasar gas dan LNG global pada 2026. Berbagai data menunjukkan bahwa pelaku utama baik di sisi pasokan (Amerika Serikat dan Timur Tengah), maupun permintaan (Asia dan Eropa) pada dasarnya memiliki kepentingan yang sejalan, yaitu menjaga stabilitas fundamental pasar dan mendorong harga LNG pada level moderat. Kondisi tersebut diperlukan untuk memastikan keberlanjutan produksi gas, kelancaran offtake, serta keterjangkauan LNG di pasar konsumen utama.

Di sisi pasokan, kepentingan Amerika Serikat terindikasi tidak berorientasi pada upaya mendorong harga LNG ke tingkat maksimum, melainkan pada optimalisasi utilisasi fasilitas liquefaction dan keberlanjutan penyerapan feed gas. Hal ini sejalan dengan pemulihan produksi dry gas Amerika Serikat yang kembali menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sekitar 4 persen pada 2025, setelah mengalami kontraksi pada periode 2022–2024.

Pada saat yang sama, investasi Amerika Serikat di sektor hilir tercatat cukup signifikan. Pada 2025, sekitar 80 bcm dari total tambahan kapasitas liquefaction LNG global sebesar ±90 bcm per tahun yang mencapai Final Investment Decision (FID) berasal dari proyek-proyek di Amerika Serikat.

Dari sisi permintaan, pasar gas dan LNG pada 2026 membutuhkan harga yang moderat agar volume perdagangan tetap terjaga. Karakter pasar Asia yang sensitif terhadap harga dan bersifat oportunistik membuat permintaan LNG dapat bergerak sangat fluktuatif. Sebagai contoh, impor LNG China pada semester pertama 2025 dilaporkan menurun sekitar 20 persen.

Penurunan tersebut terutama terjadi pada segmen spot, yang turun hampir 40 persen akibat harga yang tidak kompetitif. Kebutuhan akan harga yang moderat juga relevan bagi pasar Eropa. Meskipun permintaan gas secara struktural diproyeksi menurun, impor LNG tetap dibutuhkan untuk menggantikan pasokan pipa gas Rusia yang akan dikurangi secara bertahap.

Outlook Jangka Pendek

Pada tahun 2026, secara fundamental dalam jangka pendek pasar gas dan LNG global diproyeksikan mulai mengarah pada kondisi pasokan-permintaan yang sudah lebih berimbang namun tetap dengan tingkat ketidakpastian yang tetap tinggi. Pergerakan pasar dan harga gas serta LNG global terutama dipengaruhi oleh tiga faktor utama.

Pertama, dinamika keseimbangan fundamental pasokan–permintaan. Kedua, strategi dan kepentingan pelaku pasar utama, khususnya Amerika Serikat dan Timur Tengah di sisi pasokan, serta Eropa dan Asia sebagai pasar utama. Ketiga, faktor non-fundamental, terutama ketidakpastian geopolitik yang melibatkan peran-politik luar negeri Amerika Serikat dan konflik di kawasan Timur Tengah, serta dinamika hubungan Eropa–Rusia.

Risiko geopolitik dalam hal ini menjadi sumber ketidakpastian yang signifikan. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran dan Israel, berisiko memicu eskalasi regional yang dapat mengganggu keamanan jalur perdagangan LNG. Di sisi lain, dinamika hubungan Eropa–Rusia juga menjadi faktor geopolitik penting seiring berlanjutnya kebijakan phase-out pasokan gas Rusia, yang berpotensi menyisakan potensi gangguan pasokan maupun ketidakpastian kebijakan.

Meskipun risiko-risiko tersebut tidak selalu berdampak langsung pada keseimbangan fundamental pasokan–permintaan global, ekspektasi pasar dalam merespons hal tersebut tetap menjadi faktor yang dapat membuat harga LNG bergerak dalam rentang volatilitas yang relatif tinggi sepanjang 2026.

Berpijak pada hal tersebut, tanpa ada kejadian luar biasa – misalnya perang skala luas yang tidak terkendali, harga LNG global pada 2026 dalam jangka pendek diperkirakan cenderung akan bergerak pada kisaran moderat, yaitu di kisaran USD 10–12 per MMBtu. Rentang volatilitas lebih kecil-rendah berpotensi dapat terjadi karena di sisi suplai secara fundamental relatif memenuhi dari aspek keseimbangan dan kecukupan.

Read Entire Article