Liputan6.com, Jakarta - Tuli atau kehilangan kemampuan mendengar termasuk ke hidden disability atau disabilitas tak terlihat. Kondisi keterbatasan pendengaran ini tidak tampak secara fisik sehingga sering disalahpahami atau kurang disadari lingkungan masyarakat sekitar.
"Orang yang mengalami ketulian pada tahap yang levelnya rendah itu tidak terlihat, tapi muncul sebagai gangguan performa," kata dokter spesialis telinga hidung tenggorok - kepala leher konsultan Fikri Mirza Putranto.
Efek dari tuli tidak bisa dianggap sepele karena bisa memengaruhi kehidupan. Pada usia anak-anak yang mengalami tuli hal itu bisa membuatnya menarik diri dari pergaulan. Fikri mengungkapkan hal tersebut bisa terjadi karena ketika berkomunikasi dia kesulitan. Kesulitan untuk mengerti orang lain ngomong apa atau kesulitan ketika dia berkomunikasi karena salah pemahaman persepsi terhadap apa yang disampaikan sama orang lain.
Lalu, pada orang dewasa yang mengalami gangguan pendengaran, performa kerja menurun. Misalnya karena salah menangkap pesan dari atasan.
"Yang paling parah adalah ketika dia tidak bisa lagi berkomunikasi," kata Mirza dalam peringatan Hari Pendengaran Sedunia 2026 bersama Kemenkes RI diikuti secara daring pada Senin, 2 Maret 2026.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ada sekitar 0,4% orang Indonesia itu atau sekitar hampir 1 juta lebih itu tidak bisa berkomunikasi tanpa alat bantu dengar.
Gangguan Pendengaran Perlu Diatasi Sejak Dini
Berbeda dengan gangguan penglihatan, gangguan pendengaran yang ditangani sejak dini memiliki peluang besar untuk mengembalikan fungsi dengar hingga mendekati normal.
Lalu, pada kasus kebutaan total, hingga saat ini belum tersedia teknologi yang benar-benar dapat mengembalikan fungsi penglihatan seperti semula. "Pada orang tuli total, bisa dilakukan, bisa dikembalikan fungsi dengan baik," kata Mirza.
Pada tuli total, intervensi seperti alat bantu dengar atau implan koklea dapat membantu mengembalikan fungsi pendengaran dengan cukup baik.
Ingat, Safe Listening
Di kesempatan yang sama, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dokter Siti Nadia Tarmizi mengingatkan pentingnya safe listening alias mendengarkan dengan aman.
Nadia mengungkapkan di zaman sekarang, banyak tersedia personal listening device seperti TWS, earphone dan headphone. Namun, penggunaannya tidak boleh terlalu lama dan volume yang kencang.
Safe listening dapat dilakukan dengan metode 60-60. "Volume maksimal 60 persen, jadi jangan kencang-kencang. Lalu, setiap 60 menit menggunakan earphone itu harus diistirahatkan," tutur Nadia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284413/original/015257600_1752633547-72dabf29-5dee-4de2-bc9f-770e1ee1ad21.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516780/original/003341900_1772346309-spinal_cord_injury.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5285910/original/095796100_1752731667-16631cc1-b2ee-4f96-8d2f-d092078a7837.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512857/original/078324300_1771995962-syamsun_ramli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502468/original/017638700_1770981762-difa.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357435/original/086542000_1758529076-57854264-eaae-488c-a718-2205836c3382.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5038666/original/014666900_1733474753-94e7daec-b3e5-4c5a-8b8c-040db79346dc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493785/original/084377000_1770266802-ktp_disabilitas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5495514/original/009145800_1770373849-disabilitas_phtc.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5494606/original/026254100_1770300440-budi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493134/original/064229400_1770195236-ranperda.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080102/original/008701700_1736158590-20250106-Dapur_MBG-MER_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3053460/original/085562800_1582011008-20200218-Layanan-Lansia-dan-Disabilitas-di-Perpustakaan-Nasional-ANGGA-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489205/original/043725200_1769830464-asperger.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489399/original/049593700_1769851331-PA_Cimahi.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5037399/original/041543800_1733395353-7cbe4e18-0459-41c9-9611-c422f16a317e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3292202/original/009672500_1604991193-20201110-Lama-Rusak_-Lift-JPO-Sarinah-Dibiarkan-Terbengkalai-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483464/original/011646600_1769394644-para_tenis.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477859/original/053823700_1768883478-disabilitas_kab_probolinggo.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3579235/original/043636000_1632275240-IMG20200129114122.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)