Trump Pertimbangkan Bunuh Presiden Venezuela Maduro saat Operasi Penangkapan

2 months ago 32

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Donald Trump mengatakan, militer Amerika Serikat (AS) sempat mempertimbangkan kemungkinan membunuh Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat operasi penangkapannya. Sebuah pernyataan yang memicu sorotan internasional dan memperdalam ketegangan, terkait tindakan AS di negara Amerika Latin itu.

“Itu bisa saja terjadi,” kata Trump kepada wartawan, Sabtu,  menjawab pertanyaan apakah opsi mematikan dipertimbangkan dalam operasi tersebut, dikutip Minggu (4/1/20260, dilansir dari Antara.

Trump menyebut, Maduro berupaya melarikan diri ke tempat yang dianggap aman selama operasi AS berlangsung. Hanya saja, langkah tersebut berhasil digagalkan.

Dalam pernyataan terpisah yang dikutip media, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine mengatakan, Presiden Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang menurut AS telah didakwa, akhirnya menyerah dan ditahan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dengan dukungan militer AS.

Operasi itu, kata Caine, dijalankan dengan “profesionalisme dan presisi” tanpa menimbulkan korban jiwa di pihak Amerika Serikat.

Pendukung pemerintah Venezuela menggelar aksi protes di sekitar Istana Kepresidenan Miraflores, Caracas, Sabtu malam, menyusul operasi militer Amerika Serikat yang menggulingkan Presiden Nicolás Maduro dari kekuasaan dan membawanya keluar dari negar...

Ditahan di Penjara Federal Brooklyn

Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah tiba di Metropolitan Detention Center (MDC) di Brooklyn, New York, menjelang proses hukum yang akan dihadapinya di pengadilan federal Manhattan pekan depan. Informasi tersebut disampaikan oleh sejumlah pejabat penegak hukum Amerika Serikat.

Maduro sebelumnya diterbangkan menggunakan helikopter ke Manhattan, dilanjutkan pengawalan ketat oleh iring-iringan kendaraan aparat penegak hukum menuju fasilitas penahanan tersebut.

Dilansir dari CNN, Minggu (4/1/2026), kedatangan Maduro disertai pengamanan besar-besaran. Di luar gedung MDC Brooklyn, terlihat kerumunan besar warga berkumpul.

Sejumlah orang tampak bersorak dan mengibarkan bendera Venezuela, sementara aparat keamanan berjaga dalam jumlah signifikan untuk mengantisipasi situasi.

Maduro dijadwalkan menghadapi dakwaan kasus narkotika dan senjata di pengadilan federal Manhattan pada pekan depan. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai status penahanan istrinya.

Penjara Tersangka Kasus Besar

Metropolitan Detention Center Brooklyn merupakan satu-satunya penjara federal yang beroperasi di Kota New York. Fasilitas ini dikenal luas karena kerap menahan tersangka dan terdakwa dalam kasus-kasus besar yang menyita perhatian publik.

Dilansir dari BBC, sejumlah publik figur terkenal pernah ditahan di penjara ini, termasuk penyanyi R Kelly, rekan Jeffrey Epstein Ghislaine Maxwell, serta yang terbaru musisi Sean “Diddy” Combs.

Namun, MDC Brooklyn juga memiliki reputasi buruk terkait kondisi penahanan. Penjara ini kerap disorot karena tudingan kondisi keras, kekerasan antar-narapidana, serta lemahnya pengawasan internal.

Salah satu kasus yang sempat mencuat adalah seorang terdakwa yang dilaporkan ditusuk berulang kali, namun disebut tidak mendapatkan perawatan medis yang layak dan justru dikunci di dalam selnya selama 25 hari.

Maduro akan ditahan di MDC Brooklyn sembari menunggu jadwal persidangan di Manhattan, yang diperkirakan akan menjadi salah satu proses hukum paling disorot dalam hubungan AS–Venezuela dalam beberapa tahun terakhir.

Read Entire Article