Liputan6.com, Washington, DC - Kedutaan Besar (Kedubes) China di Amerika Serikat (AS) membagikan sebuah video animasi yang dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) yang menyindir Presiden Donald Trump dan pertemuan Shield of the Americas Summit atau KTT Perisai Amerika. Video tersebut dibagikan pada Rabu (11/3/2026), beberapa hari setelah Trump tampil dalam acara di Florida itu untuk memperingatkan tentang "pengaruh asing yang bermusuhan" di Amerika Latin.
Video yang dipublikasikan oleh Kedutaan Besar China melalui akun X miliknya dan diproduksi oleh kantor berita negara Xinhua itu berjudul "Shield of the Americas, or shackles of the Americas?" atau "Perisai bagi Amerika, atau belenggu bagi Amerika?" Xinhua sendiri mengunggahnya pada Senin (9/3).
Shield of the Americas, or shackles of the Americas?#US #America pic.twitter.com/RA7eGwwyX1
— China Xinhua News (@XHNews) March 9, 2026Animasi berdurasi 18 detik itu menampilkan seekor elang botak yang mengenakan setelan jas sedang memimpin sebuah pertemuan dengan burung-burung merpati putih yang diyakini merujuk pada negara-negara Amerika Latin.
Dalam video tersebut, elang menekan sebuah tombol merah yang memicu ledakan bom atom. Setelah itu, elang mengatakan akan "menjaga semua orang tetap aman" dengan sebuah perisai besar berwarna merah, putih, dan biru.
Namun, tidak lama kemudian perisai itu berubah menjadi sangkar yang menjebak merpati-merpati yang ketakutan, sementara sang elang berkata, "Tenang saja, terkadang keamanan datang dengan sedikit kendali."
Video itu dirilis beberapa hari setelah pertemuan yang dihadiri para pemimpin sayap kanan dan kanan-tengah dari 12 negara Amerika Latin dan diyakini mempertanyakan usulan yang disampaikan Trump dalam pertemuan tersebut, yakni pembentukan "koalisi militer regional".
Meskipun pertemuan tersebut terutama dipresentasikan sebagai sebuah inisiatif keamanan, Trump juga memanfaatkannya untuk memperingatkan tentang meningkatnya kehadiran China di kawasan tersebut, sebagai bagian dari rencana yang lebih luas dari pemerintahannya untuk menegaskan kembali "keunggulan" AS di Belahan Barat.
"Kami akan menolak pesaing dari luar kawasan ini untuk menempatkan pasukan atau kemampuan lain yang mengancam atau untuk memiliki maupun mengendalikan aset yang secara strategis sangat penting di belahan bumi ini," demikian pernyataan pemerintahannya pada November 2025 ketika memperkenalkan 'Trump Corollary' sebagai tambahan terhadap Doktrin Monroe yang telah berusia berabad-abad.
Namun, jika Presiden ke-5 AS James Monroe dulu memerintahkan negara-negara Eropa untuk menjauh dari kawasan Amerika, Trump kini berupaya menjauhkan China dari kawasan tersebut. Dalam pidato pelantikannya pada 2025, ia secara keliru mengklaim bahwa China sedang "mengoperasikan" Terusan Panama.
Faktanya seperti dikutip dari laporan CNN, sebuah perusahaan yang berbasis di Hong Kong saat itu memiliki dua terminal pelabuhan di kedua ujung Terusan Panama. Namun perusahaan tersebut hanya mengelola terminal pelabuhan, bukan mengoperasikan kanalnya.
Bulan lalu, Mahkamah Agung Panama memutuskan bahwa pengaturan tersebut ilegal. Pemerintah China kemudian menyebut keputusan itu benar-benar memalukan dan menyedihkan.
Terlepas dari putusan tersebut, Trump terus mengangkat isu itu di muka publik. Dalam pertemuan Shield of the Americas Summit, Trump mengatakan bahwa "AS tidak akan mengizinkan pengaruh asing yang bermusuhan memperoleh pijakan di belahan bumi ini — termasuk Terusan Panama.”
Selama beberapa dekade, China telah memperluas hubungan komersial, keuangan, dan infrastrukturnya di kawasan tersebut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528532/original/013772800_1773287232-Untitled.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410431/original/071573100_1762932802-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421473/original/046767000_1763906676-Sarmila_wati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290464/original/056522900_1753113336-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_20.06.02_c2d8139b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441248/original/084139500_1765462277-1000257193.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427236/original/042414200_1764338646-FOD.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419257/original/042198300_1763651316-photo_2025-11-20_21-21-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430647/original/095128500_1764668680-WhatsApp_Image_2025-12-02_at_16.43.15_c2c5627c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400168/original/005067900_1762067797-000_1DL27K.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760696/original/079555300_1709519479-20240304-Peringatan_10_Tahun_MH370-AFP_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1448550/original/003955100_1482914623-20161228-Chappy-Hakim-IA1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376526/original/002811900_1760007161-sppg1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415229/original/060484900_1763364384-perda_disab_jatim.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5414859/original/098956300_1763353030-Seniman_Autisme_di_Konser_Andien.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418126/original/061933400_1763605368-Ika_Rizki.png)