Liputan6.com, Jakarta - Pekan ini, panggung geopolitik Timur Tengah kembali menjadi saksi bisu atas dua manuver diplomasi yang sangat kontras dari dua kekuatan utama Asia. Di satu sisi, Perdana Menteri India Narendra Modi mencetak sejarah dengan berpidato di hadapan Parlemen Israel (Knesset). Di sisi lain, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan lawatan strategis ke Amman, Yordania, untuk melangsungkan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II.
Dua kunjungan tingkat tinggi yang terjadi pada waktu yang nyaris bersamaan ini bukanlah sekadar rutinitas kenegaraan biasa. Keduanya merupakan cerminan dari dua paradigma politik luar negeri yang saling bertolak belakang. Terutama, dalam cara negara-negara ini merespons eskalasi keamanan global dan krisis struktural yang paling persisten di dunia modern saat ini.
Sebagai kawasan yang terus bergolak oleh konflik asimetris dan persaingan hegemonik, Timur Tengah selalu menjadi magnet bagi negara-negara besar untuk menanamkan pengaruhnya. Namun, pendekatan yang diambil oleh New Delhi dan Jakarta menunjukkan perbedaan mendasar dalam menerjemahkan kepentingan nasional mereka. Arsitektur keamanan dan diplomasi Asia nyatanya tidak lagi bergerak dalam satu komando yang seragam.
Sebaliknya, langkah kedua negara ini memperlihatkan bagaimana kekuatan Asia terpecah ke dalam dua spektrum utama. Spektrum pertama bertumpu penuh pada pragmatisme transaksional dan aliansi strategis berbasis keamanan militer. Sementara itu, spektrum lainnya berpegang teguh pada prinsip-prinsip konstitusional, hukum internasional, dan resolusi konflik nirkekerasan.
Realpolitik dan Poros Strategis Baru India
Berdirinya PM Modi di mimbar Knesset adalah perayaan dari transformasi panjang arah diplomasi India. Secara historis, India merupakan salah satu pilar utama Gerakan Non-Blok dan pendukung awal perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. Namun, di bawah kepemimpinan Modi, blok politik New Delhi mengambil langkah taktis yang secara radikal mengubah lanskap aliansi diplomatiknya di Timur Tengah.
Pidato Modi yang berfokus pada inovasi teknologi, kesepakatan perdagangan bebas, serta perluasan kerja sama pertahanan adalah manifestasi murni dari pendekatan realpolitik. Bagi institusi pertahanan India saat ini, Israel tidak lagi sekadar entitas yang dilihat dari kacamata ideologis masa lalu. Israel telah bertransformasi menjadi pemasok teknologi militer dan mitra strategis yang sangat krusial bagi New Delhi.
Modernisasi postur militer India dan urgensi untuk memperoleh teknologi pertahanan canggih menjadi motor penggerak utama di balik kehangatan hubungan ini. Ditambah lagi, ancaman keamanan siber dan kebutuhan intelijen tingkat tinggi membuat kerja sama dengan Tel Aviv menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Dalam konteks arsitektur keamanan global, narasi yang dibangun PM Modi mengirimkan pesan yang sangat tegas dan rasional.
Pesan tersebut menegaskan bahwa India menempatkan kepentingan strategis nasionalnya jauh di atas solidaritas historis. Langkah ini juga harus dibaca sebagai manuver New Delhi untuk mengamankan keunggulan komparatif di kawasannya sendiri. Dengan merangkul Israel secara asimetris, India mengamankan rantai pasok teknologi militer yang esensial untuk menjaga perimbangan kekuatan (balance of power) di Asia Selatan.
Diplomasi Kemanusiaan dan Mandat Konstitusi Indonesia
Sangat kontras dengan gemerlap inovasi militer dan kesepakatan senjata yang dibicarakan di Tel Aviv, langkah Jakarta mengambil arah yang sepenuhnya berbeda. Pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Abdullah II di Istana Basman membawa napas diplomasi yang berpijak pada nilai-nilai fundamental. Pendekatan ini secara eksklusif berpusat pada resolusi konflik yang berkeadilan dan diplomasi kemanusiaan yang proaktif.
Kunjungan tingkat tinggi tersebut menegaskan kembali komitmen absolut Indonesia bahwa perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah mensyaratkan satu hal mutlak. Hal tersebut adalah perwujudan Two-State Solution atau Solusi Dua Negara yang merdeka dan berdaulat penuh. Bagi Indonesia, kebebasan Palestina bukanlah komoditas geopolitik yang bisa dinegosiasikan dengan tawaran konsesi ekonomi atau investasi alutsista.
Sikap diplomatik yang tegas ini berakar sangat kuat pada mandat Konstitusi UUD 1945, yang secara eksplisit menentang segala bentuk penjajahan di atas dunia. Pemilihan Yordania sebagai tujuan utama lawatan juga merupakan kalkulasi strategis yang sangat cermat dan terukur. Yordania memiliki posisi geopolitik yang sangat unik dan tak tergantikan dalam pusaran konflik Timur Tengah saat ini.
Amman bukan hanya tetangga terdekat Palestina yang menampung jutaan pengungsi, tetapi juga pemegang otoritas sah sebagai penjaga situs-situs suci di Yerusalem. Dengan menggandeng Yordania, Indonesia secara cerdas memformulasikan aliansi multilateral yang memiliki legitimasi historis kuat. Fokus pada kelancaran bantuan kemanusiaan ke Gaza membuktikan bahwa Jakarta konsisten memosisikan dirinya sebagai kekuatan moral yang menolak tunduk pada tekanan pragmatisme.
Membaca Arah Kompas Asia di Timur Tengah
Perbedaan sangat tajam antara langkah strategis PM Modi di Israel dan Presiden Prabowo di Yordania memberikan satu kesimpulan geopolitik yang berharga. Asia pada abad ini bukanlah entitas yang tunggal dan seragam dalam merespons dinamika di Timur Tengah. Setiap negara bergerak dengan kompas diplomasinya masing-masing, yang sangat didorong oleh prioritas domestik dan proyeksi ancaman yang berbeda.
Di satu sisi, India mewakili wajah kekuatan regional yang semakin asertif dan berani mengambil langkah tajam menuju pragmatisme murni. Mereka fokus pada upaya mengamankan postur pertahanan, transfer teknologi mutakhir, dan stabilitas rantai pasok ekonomi nasionalnya di tengah ketidakpastian global. Solidaritas kawasan digantikan oleh kalkulasi rasional yang terukur secara geoekonomi dan geostrategi.
Di sisi lain, Indonesia teguh berdiri sebagai mercusuar diplomasi prinsipil yang konsisten menolak pragmatisme berlebihan yang mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. Jakarta enggan menormalisasi hubungan bilateral di atas penderitaan rakyat sipil, dan terus memimpin dorongan arsitektur perdamaian jangka panjang. Stabilitas regional, dalam pandangan Indonesia, hanya bisa dicapai melalui keadilan yang setara, bukan sekadar melalui perlombaan senjata.
Pada akhirnya, sejarah dan dinamika konstelasi global di masa depan yang akan menguji sejauh mana efektivitas dari kedua pendekatan ini. Waktu yang akan menjawab apakah pragmatisme transaksional yang mendikte masa depan Timur Tengah, atau justru konsistensi pada prinsip kemanusiaan internasional yang akan menang. Namun satu hal yang pasti, melalui manuver dua pemimpin ini, poros kekuatan diplomatik yang menentukan arah dunia kini semakin nyata bergeser ke Asia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363057/original/012614000_1758880226-WhatsApp_Image_2025-09-26_at_16.48.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497061/original/062450000_1770615193-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_11.07.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5185637/original/024575800_1744455939-250410_OPINI_PRI_AGUNG_RAKHMANTO_200x-100.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497048/original/066823900_1770614759-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_11.26.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290464/original/056522900_1753113336-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_20.06.02_c2d8139b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464216/original/069929400_1767682865-260106_Opini__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489336/original/022472500_1769843921-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_2.18.10_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485512/original/065109700_1769509184-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_17.06.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484013/original/025836000_1769411146-260126_OPINI_Smith_Alhadar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476470/original/052842800_1768756435-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_22.32.17.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465690/original/016658800_1767773884-WhatsApp_Image_2026-01-07_at_14.34.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460635/original/004459300_1767261314-Didik_Supriyanto__Ketua_Dewan_Pembina_Perludem.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457546/original/076897100_1767005751-WhatsApp_Image_2025-12-29_at_17.48.46.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453241/original/009692200_1766472815-WhatsApp_Image_2025-12-23_at_13.43.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450626/original/035863100_1766151603-WhatsApp_Image_2025-12-19_at_09.57.43.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)