Liputan6.com, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin memanfaatkan panggung St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 untuk memaparkan pandangannya tentang perubahan besar yang tengah terjadi di dunia.
Dalam pidatonya, Putin menyoroti memudarnya dominasi sistem yang dipimpin Barat, meningkatnya peran BRICS dan Global South, serta pentingnya kedaulatan ekonomi dan teknologi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Berikut lima sorotan utama dari pidato Putin di SPIEF 2026 pada Jumat (5/6):
1. Perubahan Besar Dunia
Putin membuka pidatonya dengan menegaskan bahwa dunia sedang memasuki fase perubahan besar yang tidak bisa dipandang sebagai siklus ekonomi biasa. Dalam pandangannya, yang terjadi saat ini adalah perubahan mendasar terhadap model pembangunan global yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Ia menilai berbagai gejolak ekonomi, politik, dan keamanan yang terjadi di berbagai kawasan merupakan bagian dari proses transformasi tersebut.
"Kita sedang menyaksikan perubahan paradigma pembangunan global. Transformasi ini bukan sekadar perpindahan dari satu fase siklus ke fase lainnya. Kita sedang menyaksikan perubahan paradigma pembangunan dunia," tutur Putin.
Bagi Putin, perubahan tersebut akan menentukan arah perkembangan ekonomi dan hubungan antarnegara dalam jangka panjang.
2. Kepercayaan pada Sistem Barat Menurun
Tema lain yang mendapat porsi besar dalam pidato Putin adalah kritik terhadap sistem global yang selama ini didominasi negara-negara Barat.
Menurut dia, sistem keuangan, perdagangan, teknologi, dan logistik internasional yang dibangun selama puluhan tahun semakin sering digunakan sebagai instrumen tekanan politik dan persaingan yang tidak adil. Akibatnya, banyak negara mulai mencari alternatif di luar mekanisme yang selama ini mendominasi perekonomian global.
Ia menyoroti dampak sanksi terhadap Rusia yang disebut telah mengubah persepsi banyak negara mengenai keamanan aset dan keandalan sistem keuangan Barat.
"Hari ini setiap negara, saya tegaskan setiap negara tanpa pengecualian, memahami bahwa seperti Rusia, mereka sewaktu-waktu dapat kehilangan akses terhadap aset yang secara sah mereka miliki dalam dolar maupun euro, serta terhadap infrastruktur keuangan dan sistem pembayaran Barat," sebut Putin.
Dalam pandangan Putin, kondisi tersebut mendorong semakin banyak negara memperluas penggunaan mata uang nasional, membangun sistem pembayaran alternatif, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan euro.
3. BRICS Jadi Motor Pertumbuhan
Putin menilai perubahan tatanan dunia paling jelas terlihat dari meningkatnya peran negara-negara BRICS dan kawasan Global South dalam perekonomian global.
Ia menyebut negara-negara berkembang kini menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi dunia, didorong oleh pertumbuhan populasi, berkembangnya kelas menengah, meningkatnya kapasitas industri, serta pembangunan infrastruktur yang terus berlangsung.
Putin mengutip sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan meningkatnya kontribusi BRICS terhadap perekonomian global.
"Saat ini porsi BRICS dalam produk domestik bruto global berdasarkan paritas daya beli mencapai sekitar 40 persen, sementara angka yang sama untuk G7 berada di bawah 29 persen," ujar Putin.
Bagi Putin, data tersebut menunjukkan bahwa pusat gravitasi ekonomi dunia tidak lagi berada sepenuhnya di negara-negara maju, melainkan semakin bergeser ke BRICS dan kawasan Global South.
4. Perlombaan Menuju Kedaulatan
Di tengah perubahan global yang sedang berlangsung, Putin menilai setiap negara kini menghadapi tantangan untuk memperkuat kedaulatannya.
Namun, kedaulatan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan aspek politik atau militer. Ia menekankan bahwa kedaulatan juga ditentukan oleh kemampuan suatu negara mengelola ekonomi, membangun industri, memperkuat sistem keuangan, mengembangkan sumber daya manusia, dan menciptakan teknologi sendiri.
"Perlombaan menuju kedaulatan telah dimulai dan momentumnya terus menguat," beber Putin.
Menurut Putin, negara yang terlalu bergantung pada pihak lain akan semakin rentan menghadapi tekanan eksternal dan kehilangan kemampuan untuk menentukan arah pembangunannya sendiri.
5. Teknologi sebagai Kunci
Pada bagian akhir pidatonya, Putin menempatkan teknologi sebagai fondasi utama kedaulatan di masa depan.
Ia menyebut kecerdasan buatan (AI), sistem otonom, dan platform digital sebagai tiga teknologi yang akan menentukan posisi negara-negara dalam tatanan dunia yang baru. Negara yang menguasai teknologi tersebut, kata dia, akan memiliki kemampuan lebih besar untuk menjaga daya saing dan kemandiriannya.
"Negara atau kelompok negara yang memiliki seperangkat teknologi sendiri di bidang kecerdasan buatan, sistem otonom, dan platform digital akan menjadi pusat-pusat kedaulatan yang kuat dalam dunia multipolar. Tanpa teknologi tersebut, kedaulatan yang sesungguhnya pada prinsipnya tidak mungkin dicapai," ungkap Putin.
Putin memperingatkan bahwa negara-negara besar perlu mengembangkan kapasitas teknologi strategis mereka sendiri agar tidak terjebak dalam posisi periferi digital, yaitu sekadar menjadi pengguna teknologi yang dikendalikan pihak lain.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8080480/original/007038900_1780926406-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8075548/original/063415300_1780920930-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8065406/original/020441000_1780909982-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8059721/original/002975200_1780903693-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7985142/original/083726800_1780822752-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7900967/original/066803000_1780730820-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7758437/original/019242100_1780567684-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7754424/original/012663700_1780563217-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7685199/original/051246400_1780481392-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7681152/original/077667000_1780476709-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7613095/original/063116400_1780398859-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7600012/original/088747000_1780383579-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373616/original/042892900_1679963213-Israel-Netanyahu-AFP-800x500-780x470.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134489/original/004648900_1739615768-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182651/original/032538400_1779978567-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7163197/original/084889000_1779952982-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7148941/original/040227000_1779937252-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7147264/original/005146800_1779935368-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7091151/original/063430800_1779872615-1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5038666/original/014666900_1733474753-94e7daec-b3e5-4c5a-8b8c-040db79346dc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357435/original/086542000_1758529076-57854264-eaae-488c-a718-2205836c3382.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363057/original/012614000_1758880226-WhatsApp_Image_2025-09-26_at_16.48.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502468/original/017638700_1770981762-difa.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5081967/original/073104400_1736231382-02c26726-d739-4068-b821-a2cf9adc52ed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284413/original/015257600_1752633547-72dabf29-5dee-4de2-bc9f-770e1ee1ad21.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5285910/original/095796100_1752731667-16631cc1-b2ee-4f96-8d2f-d092078a7837.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524414/original/084643300_1772944927-d57bec51-034f-4168-9898-fa5ce79c0681.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4169180/original/086333600_1663940351-Operasi_Bibir_Sumbing.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520688/original/027980600_1772628031-WhatsApp_Image_2026-03-04_at_19.38.52.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3527801/original/036262700_1627871993-tulii.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5185637/original/024575800_1744455939-250410_OPINI_PRI_AGUNG_RAKHMANTO_200x-100.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465690/original/016658800_1767773884-WhatsApp_Image_2026-01-07_at_14.34.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529535/original/094909600_1773369238-slb.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5504493/original/054488000_1771238831-Persita_Tangerang_Vs_PSBS_Biak-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497048/original/066823900_1770614759-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_11.26.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290464/original/056522900_1753113336-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_20.06.02_c2d8139b.jpg)