Liputan6.com, Dublin - 19 Irish Republican Army (IRA) melakukan pengeboman di beberapa lokasi di Belfast dalam waktu sedikit lebih dari satu jam di suatu sore yang hangat pada 21 Juli 1972.
Dikutip dari BBC, Selasa (21/7/2026), saat perangkat bom meledak di sekitar kota tidak lama dari pukul 14.00 waktu setempat, pecahan kaca dan puing-puing bertebaran mengakibatkan banyaknya warga yang berada di tempat terbuka terluka, sementara bola api menimbulkan luka bakar yang mengerikan.
Setelah kejadian tersebut, para petugas keamanan di kota kewalahan dalam menghadapi kekacauan yang terjadi di jalanan. Hal ini diperkeruh akibat tersebarnya isu bom-bom susulan.
Skala pengeboman ini sangat luas, dimulai dari Botanic Avenue di bagian selatan kota sampai jalan Great Victoria di tengah kota. Kemudian dari terminal feri dan jembatan Queen Elizabeth hingga Salisbury Avenue di Belfast utara.
Dalam kejadian tersebut, dilaporkan ada 9 orang yang tewas dalam dua ledakan bom. Total keseluruhan ledakan bom berjumlah 19. Awalnya, sebuah mobil melaju hingga menabrak bagian belakang terminal bus Oxford Street di pusat kota yang menewaskan enam orang. Kemudian ledakan berlanjut di dalam kendaraan yang dibajak di kawasan pertokoan di Cavehill Road yang memakan tiga korban jiwa.
Di antara 9 korban yang tewas, tujuh darinya adalah warga sipil, sedangkan dua orang sisanya tentara. Total korban yang terluka adalah 130, 77 di antaranya adalah wanita dan 53 lainnya laki-laki dan anak-anak.
Selain dua serangan bom tersebut, IRA telah menanam lebih banyak bom tapi sempat untuk dijinakkan sehingga bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa. Setelah kejadian tersebut, IRA sempat menyalahkan pasukan keamanan karena gagal menindaklanjuti peringatan tersebut.
Namun, kejadian tersebut bukanlah tragedi pengeboman satu-satunya. Pada saat bom pertama meledak di Bloody Friday (Jumat Berdarah), 59 orang telah tewas di seluruh Irlandia Utara sepanjang bulan itu.
Siaran berita dari seluruh Irlandia Utara pada hari kejadian berkata bahwa serangan tersebut merupakan yang terparah dalam sejarah kota tersebut sejak tragedi Blitz 1941.
Menteri Luar Negeri untuk Irlandia Utara pada saat itu, William Whitelaw, berkata pada Dewan Perwakilan Rakyat bahwa pengeboman tersebut merupakan “serangan sembarang terhadap pria, wanita, dan anak-anak yang tak bersalah.” Setelah 10 hari tragedi Bloody Friday Belfast, 18 orang lainnya terbunuh.
Lalu, pada 31 Juli 1972 di pukul 04.00 waktu setempat, Angkatan Darat (AD) melancarkan Operasi Motorman dan bergerak untuk membersihkan kawasan-kawasan “terlarang” yang didirikan oleh kelompok paramiliter republik di seluruh Irlandia Utara.
Di Londonderry, ada lebih dari 1,000 tentara menaiki kendaraan lapis baja bergerak memasuki Bogside dan Creggan. Kemudian di Belfast, AD mendirikan menara pengawas di Casement Park, di sisi barat kota tersebut.
Secara keseluruhan, sekitar 4,000 tentara tambahan dikerahkan menuju Irlandia Utara selama operasi tersebut berlangsung. Ada dua remaja yang ditembak mati oleh AD selama melakukan operasi di Derry. Sembilan orang lainnya juga tewas pada hari itu dalam serangan bom IRA di Claudy, County Londonderry.
Bertahun-tahun kemudian, pemimpin IRA saat itu, Sean MacStiofain, berkata bahwa tujuan penyerangan Bloody Friday adalah untuk menimbulkan kerugian finansial. Namun, ia menolak untuk bertanggung jawab.
Dalam tulisannya di tahun 1996, Gerry Adams yang saat itu menjabat sebagai presiden Sinn Féin menyatakan bahwa IRA telah melakukan kesalahan dengan meledakkan banyak bom. Ia menambahkan bahwa korban jiwa di kalangan warga sipil merupakan hal yang sangat disesalkan.
Kemudian di tahun 2002, pada peringatan ke-30 Bloody Friday, IRA menyatakan permintaan maaf pada korban sipil atas kampanye kekerasan yang dilakukan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302129/original/079077000_1784534747-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8272310/original/093192100_1782124097-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4842620/original/006553500_1716651142-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9300302/original/035842600_1784345529-long1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9300186/original/064296000_1784307131-WhatsApp_Image_2026-07-17_at_23.37.08.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9300160/original/080689500_1784299851-WhatsApp_Image_2026-07-17_at_21.45.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4473512/original/082928300_1687240783-Reruntuhan_Romawi_Tempat_Kaisar_Ditikam_Dibuka_untuk_Wisatawan-AP__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134489/original/004648900_1739615768-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2403075/original/094417900_1541654297-ryanair.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/964457/original/009108200_1440388451-tugu-khatulistiwa-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298432/original/055199800_1784170649-ka2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373616/original/042892900_1679963213-Israel-Netanyahu-AFP-800x500-780x470.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290338/original/083924200_1783473452-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3917823/original/058511200_1643365110-AP22028301677869.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295663/original/022911500_1783937030-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258070/original/001616200_1781312872-AP26159434486953.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295534/original/086207300_1783932688-bar1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9294905/original/057748100_1783907269-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_06.03.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9294523/original/092659700_1783841137-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5268288/original/022545000_1751251428-6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8030823/original/016638800_1780872304-ChatGPT_Image_Jun_8__2026__05_35_24_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545343/original/031225100_1775184971-kembar.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5573771/original/033476200_1777951840-cruise_tasik_putrajaya__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551959/original/093586800_1775791958-disabilits_cirebon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3412535/original/054771300_1616808099-IMG20210321090928.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363057/original/012614000_1758880226-WhatsApp_Image_2025-09-26_at_16.48.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535836/original/056287100_1774776617-7e3e8a4a-1ceb-45ec-be47-3f60a013262f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540107/original/085496200_1774680201-dXBsb2Fkcy8yMDI2LzMvMjcvNzRhNWRmMmMtMTNlZS00NDZjLThmNWMtNjJiMmNmOWE1Nzg0LnBuZw__.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5484174/original/027555400_1769415446-ruang_aman.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542197/original/090304100_1774936095-260330_OPINI_Widyaretna_Buenastuti__200x-100.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547516/original/020253100_1775461054-260406_OPINI_Djoko_Setijowarno_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556806/original/087308300_1776307172-haji__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517524/original/006034600_1772431208-cute-baby-going-their-first-steps.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566128/original/061953900_1777115034-autisme__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5495514/original/009145800_1770373849-disabilitas_phtc.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564408/original/085834400_1776938975-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_16.08.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5558156/original/021922800_1776407904-siti_nadia__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559535/original/070152800_1776580144-atlet_disabilitas__2_.jpg)