Evakuasi WNI dari Iran Berlanjut, 20 Orang Tiba Hari Ini

6 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan bahwa 20 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran tiba di tanah air pada hari ini. Pemulangan ini merupakan bagian dari evakuasi tahap dua, yang terdiri dari dua gelombang.

Gelombang kedua sebanyak 14 WNI akan tiba besok.

"Evakuasi tahap dua tengah berproses. Ini diikuti oleh 34 WNI yang akan diterbangkan ke tanah air melalui dua gelombang. Yang pertama akan tiba hari ini sekitar pukul 18, sebanyak 20 orang dan besok 14 orang akan tiba dengan jadwal yang kurang lebih sama," tutur Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah di Kemlu RI, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Sebelumnya, 32 WNI tiba di tanah air dalam tahap pertama pada 10 dan 11 Maret.

"Terkait rencana evakuasi berikutnya, pemerintah RI via KBRI Teheran tentunya akan terus melanjutkan asesmen keamanan di Iran dan situasi para WNI yang masih berada di Iran. Sesuai dengan statement Pak Menlu tentang evakuasi bertahap maka keperluan tentang evakuasi berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi terakhir di lapangan dan juga melihat kesiapan dan kesediaan para WNI yang masih ada di sana.KBRI akan terus berkomunikasi secara intensif dengan para WNI yang masih berada di Iran untuk mendapatkan masukan tentang situasi mereka di lokasi masing-masing," terang Heni.

Sementara itu, menurut Heni terdapat enam ribu lebih WNI yang terjebak di luar negeri akibat perang Iran, yang ditandai dengan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari.

"Secara bertahap mereka difasilitasi untuk dipulangkan ke tanah air. Tentunya melihat jalur penerbangan maupun ruang udara yang terbuka. Memang yang paling banyak yang stranded ini di Jeddah untuk jemaah umroh," ungkap Heni. "Ini pun secara bertahap difasilitasi untuk pemulangan. Jadi kalau belum ada penerbangannya mereka ditampung di penginapan-penginapan sambil menunggu penerbangannya ada. Jadi, setiap hari itu kami ada laporan harian terkait penanganan WNI stranded (terjebak) ini," sebut Heni.

"Begitu jalur udara mulai dibuka, partially beberapa sudah mulai dibukakan ya, kemudian penerbangannya ada, nah itu secara bertahap mereka juga kembali ke tanah air."

Dalam kesempatan yang sama, Heni mengonfirmasi bahwa tiga WNI yang hilang di Selat Hormuz sampai saat ini belum ditemukan.

"Otoritas setempat masih terus melakukan pencarian selama 24 jam. Mereka tidak akan berhenti sampai pihak pemerintah setempat menyatakan dihentikan pencariannya. Kita belum mendapat statement resmi dari pemerintah setempat apa yang menyebabkan ledakan tersebut. Jadi, kita masih menunggu," tutur Heni.

Kemlu RI pada Jumat (6/3), melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat menerima laporan terkait insiden yang menimpa sebuah tug boat atau kapal tunda bernama Musaffah 2, berbendera Uni Emirat Arab (UEA). Insiden terjadi di Selat Hormuz, di antara perairan UEA dan Oman pada tanggal yang sama pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Menurut Heni pada Minggu (8/3), berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam.

"Perwakilan RI segera berkoordinasi dengan otoritas UEA dan Oman, serta pihak perusahaan Safeen Prestige. Berdasarkan informasi yang diterima, Musaffah 2 berawak total tujuh personel berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina. Empat awak selamat, sedangkan tiga awak lainnya masih dalam proses pencarian," ungkap Heni.

Heni menambahkan, "Khusus kondisi empat awak WNI, satu WNI selamat sedang mendapat perawatan luka bakar di Rumah Sakit di Kota Khasab, Oman. Sedangkan tiga WNI lainnya masih terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat. Selain empat WNI tersebut, terdapat satu WNI yang berada di lokasi insiden, namun berada di kapal yang berbeda dan dalam keadaan selamat."

Read Entire Article