Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) mengungkap secara rinci jalannya Operation Absolute Resolve, operasi militer berskala besar yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine, dalam konferensi pers pada Sabtu waktu setempat.
Menurut Caine, operasi ini bukan aksi spontan, melainkan hasil perencanaan panjang yang melibatkan koordinasi lintas matra. Personel udara, darat, laut, antariksa, serta intelijen AS bekerja bersama selama berbulan-bulan untuk menyiapkan misi tersebut.
Dikutip dari BBC, Minggu (4/1/2026), jaringan intelijen AS disebut telah memantau setiap gerak-gerik Maduro, mulai dari kebiasaan tidur, makanan yang dikonsumsi, pakaian yang dikenakan, hingga hal-hal paling personal dalam kehidupannya.
Pengawasan itu dilakukan oleh tim kecil, termasuk satu sumber dari dalam pemerintahan Venezuela. Seorang pejabat militer senior bahkan menyebut tim tersebut mengetahui detail kehidupan Maduro, termasuk "hewan peliharaannya".
Pada awal Desember 2025, rencana penangkapan itu akhirnya difinalisasi dalam sebuah misi yang diberi nama Operation Absolute Resolve. Keputusan akhir untuk mengeksekusi operasi diambil langsung oleh Presiden AS Donald Trump.
Operasi ini merupakan hasil dari perencanaan dan latihan intensif selama berbulan-bulan. Pasukan elite Amerika Serikat bahkan membangun replika ukuran penuh rumah aman Maduro di Caracas, untuk melatih jalur masuk dan skenario penangkapan.
Rencana tersebut dirahasiakan secara ketat dan tidak lebih dulu dikonsultasikan dengan Kongres AS. Setelah semua detail ditetapkan, para pejabat militer hanya menunggu kondisi paling ideal untuk mengeksekusi operasi demi menjaga unsur kejutan.
Operasi sebenarnya sempat hampir dijalankan beberapa hari sebelumnya, namun ditunda karena faktor cuaca dan tutupan awan. Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan, pasukan sudah dalam posisi siap selama periode libur akhir tahun.
"Selama berminggu-minggu, melewati Natal dan Tahun Baru, para prajurit Amerika Serikat berada dalam kondisi siaga, dengan sabar menunggu terpenuhinya pemicu yang tepat dan perintah presiden untuk bergerak," ujar Caine.
Warga Caracas mengenang momen-momen horor saat serangan udara Amerika Serikat menghantam Fort Tiuna, kompleks militer utama Venezuela di selatan ibu kota, Sabtu dini hari.
Perintah Presiden dan Awal Operasi
Perintah untuk memulai operasi akhirnya diberikan pada Jumat malam pukul 22.46 waktu Pantai Timur AS. Presiden Donald Trump mengungkapkan keputusan tersebut beberapa jam setelah operasi berlangsung.
"Kami sebenarnya akan melakukannya empat hari lalu, tiga hari lalu, dua hari lalu. Lalu tiba-tiba semuanya terbuka, dan kami berkata: jalan," kata Trump.
Jenderal Caine menambahkan bahwa Trump menyampaikan pesan langsung kepada pasukan sebelum operasi dimulai. "Dia mengatakan kepada kami, dan kami menghargainya, 'semoga beruntung dan Tuhan menyertai'," ujar Caine.
Perintah itu diberikan tak lama sebelum tengah malam di Caracas, memberi pasukan AS waktu luas untuk beroperasi dalam kondisi gelap. Setelah itu, berlangsung misi gabungan udara, darat, dan laut selama lebih dari dua jam yang mengejutkan banyak pihak di Washington dan dunia internasional.
Operasi ini menuai kecaman dari sejumlah negara di kawasan. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyebut penangkapan tersebut sebagai "preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional".
Trump sendiri tidak memantau operasi dari ruang situasi Gedung Putih. Ia mengikuti jalannya misi dari resor Mar-a-Lago di Florida, didampingi Direktur CIA John Ratcliffe dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
"Itu sesuatu yang luar biasa untuk disaksikan," kata Trump. 'Kalau Anda melihat apa yang terjadi, saya benar-benar menontonnya seperti menonton acara televisi. Kecepatannya, kekerasannya… itu benar-benar luar biasa, pekerjaan yang sangat hebat dari orang-orang ini."
Ledakan di Caracas dan Serangan Udara
Dalam beberapa bulan terakhir, AS telah mengerahkan ribuan pasukan ke kawasan tersebut, termasuk kapal induk dan puluhan kapal perang. Tuduhan perdagangan narkoba dan narco-terorisme terhadap Maduro menjadi dasar eskalasi militer ini.
Tanda awal Operasi Absolute Resolve terlihat di udara. Lebih dari 150 pesawat, termasuk pembom, jet tempur, dan pesawat pengintai, dikerahkan sepanjang malam operasi.
"Itu sangat kompleks, sangat kompleks, seluruh manuvernya, pendaratan, jumlah pesawat," kata Trump. "Kami memiliki jet tempur untuk setiap kemungkinan situasi."
Sekitar pukul 02.00 waktu setempat, ledakan keras terdengar di Caracas dan asap tebal terlihat di sejumlah titik. Jurnalis Ana Vanessa Herrero mengatakan, "Saya mendengar suara yang sangat keras, seperti ledakan besar. Semua jendela bergetar. Tak lama kemudian saya melihat awan asap besar yang hampir menutupi seluruh pandangan."
Warga lain bernama Daniela mengatakan, "Kami terbangun sekitar pukul 01.55 oleh suara ledakan dan dengungan pesawat yang terbang di atas Caracas.", "Semua tenggelam dalam kegelapan total, hanya diterangi kilatan ledakan di sekitar."
BBC Verify mengonfirmasi sedikitnya lima lokasi yang menjadi sasaran, termasuk Pangkalan Udara Generalissimo Francisco de Miranda, La Carlota, dan Pelabuhan La Guaira. Trump juga mengklaim listrik Caracas dipadamkan sebelum operasi dimulai.
"Lampu-lampu Caracas sebagian besar dimatikan berkat keahlian tertentu yang kami miliki," ujarnya. "Keadaannya gelap dan mematikan."
Penangkapan di Kompleks Maduro
Saat serangan berlangsung, pasukan darat AS memasuki Caracas. Unit elite Delta Force disebut terlibat langsung dalam operasi ini. Mereka membawa persenjataan berat serta alat pemotong untuk menembus pintu baja rumah aman Maduro.
Pasukan tiba di lokasi sekitar pukul 02.01 waktu setempat. Trump menggambarkan kompleks tersebut sebagai benteng militer. "Mereka sudah dalam posisi siaga menunggu kami. Mereka tahu kami akan datang," katanya.
Kontak senjata terjadi saat pasukan tiba, dan satu helikopter AS dilaporkan terkena tembakan namun tetap dapat terbang. "Pasukan penangkap turun ke kompleks Maduro dan bergerak dengan cepat, presisi, dan disiplin," kata Caine.
"Mereka langsung menerobos masuk, bahkan ke tempat-tempat yang seharusnya tidak bisa ditembus, pintu-pintu baja yang dipasang khusus untuk tujuan itu," ujar Trump.
Maduro disebut mencoba melarikan diri ke ruang aman. "Dia berusaha mencapai tempat aman, yang sebenarnya tidak aman," kata Trump. "Dia sampai di pintu itu, tetapi tidak berhasil menutupnya. Dia disergap begitu cepat sehingga tidak sempat masuk ke ruangan tersebut."
Ketika ditanya apakah Maduro bisa saja tewas jika melawan, Trump menjawab, "Itu bisa saja terjadi."
Menjelang subuh, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa keluar Venezuela menggunakan helikopter dan kemudian diterbangkan ke Amerika Serikat. Tak lama kemudian, Trump mengumumkan penangkapan tersebut kepada publik.
"Maduro dan istrinya akan segera menghadapi seluruh kekuatan keadilan Amerika," ujarnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530439/original/068576200_1773440906-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516525/original/044369700_1772322540-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530339/original/025873100_1773408788-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466635/original/060914700_1767850248-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_11.38.38__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529924/original/037780400_1773386744-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528532/original/013772800_1773287232-Untitled.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421473/original/046767000_1763906676-Sarmila_wati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290464/original/056522900_1753113336-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_20.06.02_c2d8139b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441248/original/084139500_1765462277-1000257193.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427236/original/042414200_1764338646-FOD.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419257/original/042198300_1763651316-photo_2025-11-20_21-21-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430647/original/095128500_1764668680-WhatsApp_Image_2025-12-02_at_16.43.15_c2c5627c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400168/original/005067900_1762067797-000_1DL27K.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760696/original/079555300_1709519479-20240304-Peringatan_10_Tahun_MH370-AFP_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1448550/original/003955100_1482914623-20161228-Chappy-Hakim-IA1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376526/original/002811900_1760007161-sppg1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415229/original/060484900_1763364384-perda_disab_jatim.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5414859/original/098956300_1763353030-Seniman_Autisme_di_Konser_Andien.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418126/original/061933400_1763605368-Ika_Rizki.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397321/original/033792500_1761806055-2.jpg)