Bratislava - Terletak di Slovakia bagian barat, Trencin terkenal akan kastil bersejarah di atas batu karang yang menjulang di atas kota. Di bawahnya, pusat kota terbentang mengelilingi sebuah alun-alun besar yang dipenuhi kafe dan bar.
Kota tua Trencin juga menjadi lokasi sebuah sinagoge megah yang baru saja direnovasi. Bangunan ini menjadi simbol kuat keberadaan komunitas Yahudi di Trencin selama berabad-abad. Saat ini, sinagoge tersebut menempati posisi penting sebagai objek wisata sekaligus tempat penyelenggaraan acara budaya.
Trencin dihuni sekitar 55.000 penduduk. Seperti banyak wilayah lain di Slovakia, kota yang terletak dekat perbatasan Republik Ceko ini terdampak penurunan jumlah penduduk, yang sebagian besar dipicu oleh kekecewaan politik. Banyak warga tidak puas terhadap pemerintahan populis sayap kiri yang dipimpin Perdana Menteri Robert Fico. Kerja samanya dengan pihak nasionalis, sikap konfrontatif terhadap Uni Eropa (UE) dan NATO, serta kebijakan pro-Rusia telah memicu kekhawatiran luas.
Sebagai respons, warga Slovakia di berbagai wilayah negara tersebut berulang kali turun ke jalan. Aksi protes yang rutin terjadi menunjukkan meningkatnya penentangan terhadap pemerintahan saat ini, dikutip dari laman DW Indonesia, Sabtu (3/1/2026).
Festival untuk Semua Kalangan
Trencin secara sadar berupaya melepaskan diri dari citra konservatif tersebut. Kontras dengan arah politik nasional, kota ini menampilkan diri sebagai kota yang terbuka dan berwawasan internasional, mirip dengan Kota Austin di Amerika Serikat yang mengembangkan identitas progresif di tengah negara bagian Texas yang konservatif secara politik.
Sejumlah proyek dalam program Ibu Kota Kebudayaan mencerminkan pendekatan ini. Festival Seni Cahaya Trencin menggunakan instalasi cahaya untuk menceritakan kembali sejarah kota sekaligus membangun semangat awal yang baru.
Proyek Lively Neighbourhoods menghubungkan sejumlah kawasan lewat festival dan lokakarya. Inisiatif ini menjadi upaya nyata untuk mengatasi perpecahan sosial.
Moto Trencin sebagai Ibu Kota Kebudayaan Eropa adalah "Awakening Curiosity", jika diterjemahkan artinya "Membangkitkan Rasa Ingin Tahu". Agenda kegiatan mencakup pertunjukan kabaret, festival lingkungan, serta berbagai aktivitas yang mendorong perpaduan komunitas. Kota ini berharap dapat menjadi lebih menarik, khususnya bagi generasi muda.
Pusat kebudayaan Trencin baru-baru ini direnovasi dengan anggaran sebesar 8 juta euro (sekitar Rp157 miliar). Fasilitasnya dilengkapi dengan ruang tari dan teater, studio, bengkel kerja, serta studio film profesional. Tujuannya adalah menarik pelaku seni dan budaya agar menetap dan berkarya di kota tersebut.
Banyak yang beranggapan Seattle, Washington, sebagai pusat budaya kopi Amerika Serikat. Tapi budaya ngopi di negara ini justru berawal pada abad ke-17 di Kota New York, berkat tradisi kolonial Belanda yang lalu dikembangkan oleh para imigran Eropa, t...
Perubahan Iklim Budaya Oulu
Menurut laporan Kebahagiaan Dunia tahun 2025, Finlandia secara konsisten menempati peringkat teratas. Negara ini dikenal dengan pemain hoki es, budaya sauna, band heavy metal, serta kejuaraan dunia yang unik seperti gitar udara atau kompetisi berpura-pura bermain gitar, dan lempar sepatu bot karet.
Finlandia juga merupakan rumah bagi raksasa telekomunikasi Nokia, yang menjadikan negara Nordik ini sebagai pusat teknologi global. Selain itu, Finlandia memiliki ekosistem seni yang beragam.
Pada 2026, Oulu berambisi menampilkan seluruh ciri khas tersebut. Kota di Finlandia utara ini berpenduduk sekitar 220.000 jiwa dan terletak sekitar 600 kilometer dari Ibu Kota Helsinki.
Nokia telah membangun kampus di Oulu yang berfokus pada teknologi 5G dan 6G, dengan penekanan pada riset dan pendidikan.
Sementara itu, dunia seni Oulu dikenal karena hubungan eratnya dengan alam.
Es, Sauna dan Cahaya
Konsep di balik rangkaian acara di Oulu tergolong ambisius. Program ini bertujuan memadukan hal-hal baru dan tak terduga, misalnya mempertemukan masyarakat melalui budaya, serta menghubungkan seni dan alam dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Program tersebut mengambil inspirasi dari tema yang khas Finlandia, seperti salju, es, sauna, serta permainan cahaya dan kegelapan. Perubahan musim menjadi elemen penting dalam keseluruhan rancangan acara.
Tema Ibu Kota Kebudayaan Eropa di Oulu adalah "Cultural Climate Change" atau "Perubahan Iklim Budaya". Pesan ini relevan dengan kondisi saat ini karena tidak hanya merujuk pada pengayaan kehidupan budaya secara berkelanjutan, tetapi juga pada tanggung jawab ekologis yang dipikul bersama.
Alasan Eropa Sajikan Kota Kebudayaan
Ketika Menteri Kebudayaan Yunani Melina Mercouri dan mitranya dari Prancis Jacques Lang meluncurkan gagasan Kota Kebudayaan Eropa pada 1985, tujuan mereka adalah menjembatani kesenjangan budaya di Eropa pasca-Perang Dingin. Athena menjadi kota pertama yang menyandang gelar tersebut. Mereka memulai sebuah konsep yang kemudian berkembang menjadi salah satu program budaya paling sukses di Uni Eropa.
Dilansir dari laman resmi Komisi Eropa, Ibu Kota Kebudayaan setiap tahun bertujuan untuk menyoroti kekayaan dan keberagaman budaya di Eropa, meningkatkan rasa memiliki warga Eropa terhadap ruang budaya bersama, serta mendorong kontribusi budaya bagi pembangunan kota.
Sejak 1985, lebih dari 70 kota telah menyandang gelar ini, termasuk kota-kota besar seperti Paris, Amsterdam, dan Madrid, serta banyak kota kecil lainnya.
Program ini juga menunjukkan hasil yang terukur. Sebuah analisis dari Uni Eropa pada 2023 menemukan bahwa antara 2013 dan 2022, kota-kota tuan rumah rata-rata menyelenggarakan 1.000 hingga 1.200 kegiatan budaya dalam satu tahun periode. Total pengunjung mencapai 38,5 juta orang. Jumlah wisatawan meningkat rata-rata 30% hingga 40%. Meningkatnya perhatian internasional, mendorong sektor pariwisata budaya.
Kisah Sukses dan Gagal
Pada 1990, Glasgow di Skotlandia bertransformasi dari kota industri menjadi pusat kebudayaan.
Pada 2010, kawasan Ruhr di Jerman, yang berpusat di Essen memanfaatkan gelar ini untuk membangun citra pascaindustri. Tambang batu bara diubah menjadi ruang budaya dan bangunan industri ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Pada 2019, kota gua Matera beralih dari julukan "aib Italia" menjadi simbol kebangkitan Eropa.
Namun, program ini tidak selalu sukses di setiap kota. Weimar, yang menjadi ibu kota kebudayaan pada 1999, menarik tujuh juta wisatawan, tetapi meninggalkan defisit sebesar 13 juta euro (sekitar Rp221 miliar).
Sementara itu, Kota Plovdiv di Bulgaria yang ditunjuk jadi pusat kebudayaan tahun 2019 meraih kesuksesan besar. Namun, tetap mendapat kritik karena sejumlah kelompok, termasuk komunitas Roma, sebagian besar terpinggirkan.
Gelar Ibu Kota Kebudayaan baru saja berakhir bagi Chemnitz di Jerman. Kota ini berharap dapat melepaskan citra ekstremisme sayap kanan yang melekat sejak kerusuhan besar pada 2018. Namun, para pengkritik menilai program tersebut gagal secara signifikan dalam mengatasi ekstremisme sayap kanan.
Meski disertai sorotan besar dan dukungan finansial yang substansial dari Uni Eropa, upaya membangun pusat kebudayaan yang berkelanjutan di sejumlah bekas Ibu Kota Kebudayaan meredup ketika gelar tersebut tidak dihubungkan dengan strategi budaya jangka panjang.
"Ibu Kota Kebudayaan bukanlah satu tahun festival, melainkan sebuah proses perubahan," kata Komisaris Kebudayaan Eropa Iliana Ivanova saat mempresentasikan analisis dampak pada 2023.
Fokus pada Keberlanjutan
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak ibu kota kebudayaan yang menitikberatkan pada keberlanjutan, keterlibatan sosial, dan inovasi digital. Berbagai program Uni Eropa mendukung proyek yang menggabungkan seni dengan ekologi perkotaan, ekonomi sirkuler, atau pelestarian warisan budaya.
Dalam konteks ini, Oulu dapat dipandang sebagai percontohan. Sektor budaya akan dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim.
Sementara itu, Trencin menekankan keberlanjutan sosial, yakni bagaimana rasa ingin tahu, pendidikan, dan partisipasi menjadi fondasi masyarakat demokratis.
Budaya menjadi jembatan yang menyatukan masyarakat lintas batas negara. Hal-hal tersebut menjadi inti dari proyek unggulan Eropa tersebut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530439/original/068576200_1773440906-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516525/original/044369700_1772322540-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530339/original/025873100_1773408788-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466635/original/060914700_1767850248-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_11.38.38__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529924/original/037780400_1773386744-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528532/original/013772800_1773287232-Untitled.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421473/original/046767000_1763906676-Sarmila_wati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290464/original/056522900_1753113336-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_20.06.02_c2d8139b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441248/original/084139500_1765462277-1000257193.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427236/original/042414200_1764338646-FOD.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419257/original/042198300_1763651316-photo_2025-11-20_21-21-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430647/original/095128500_1764668680-WhatsApp_Image_2025-12-02_at_16.43.15_c2c5627c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400168/original/005067900_1762067797-000_1DL27K.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760696/original/079555300_1709519479-20240304-Peringatan_10_Tahun_MH370-AFP_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1448550/original/003955100_1482914623-20161228-Chappy-Hakim-IA1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376526/original/002811900_1760007161-sppg1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415229/original/060484900_1763364384-perda_disab_jatim.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5414859/original/098956300_1763353030-Seniman_Autisme_di_Konser_Andien.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418126/original/061933400_1763605368-Ika_Rizki.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397321/original/033792500_1761806055-2.jpg)