4 Januari 2010: UEA Resmikan Gedung Tertinggi Dunia Burj Khalifa di Tengah Krisis Keuangan

2 months ago 34

Liputan6.com, Abu Dhabi - Dubai menorehkan sejarah global lewat peresmian gedung pencakar langit tertinggi di dunia, pada Senin (4/1/2010). Acara tersebut diwarnai kejutan ketika menara kaca dan logam berkilauan tersebut berganti nama menjadi Burj Khalifa. Langkah tersebut merupakan penghormatan simbolis bagi pemimpin tetangga mereka, Abu Dhabi, Kerajaan akan kaya minyak yang berjasa menyelamatkan Dubai dari krisis finansial.

Dilaporkan CBC News, Minggu, (4/1/2026), sebuah presentasi mewah di hadapan penguasa Dubai dan ribuan warga mengumumkan bahwa bangunan tersebut menjulang setinggi 828 meter atau 2.717 kaki. Pembukaan menara dilakukan di tengah krisis keuangan sangat parah yang saat itu melanda Dubai. 

Negara Tetangga yang kaya minyak, Abu Dhabi, telah mengucurkan dana bantuan miliaran dolar untuk membantu pembayaran utang emirat tersebut. Nama baru gedung diambil dari Sheik Khalifa bin Zayed Al Nahyan, penguasa Abu Dhabi sekaligus Presiden Uni Emirat Arab (UEA). Analis mempertanyakan imbalan atas dukungan finansial dari Abu Dhabi yang menguasai hampir seluruh kekayaan minyak UEA.

Tahun lalu, Abu Dhabi memberikan suntikan dana langsung dan tidak langsung mencapai total USD $25 miliar (sekitar Rp227,5 triliun pada tahun tersebut) saat masalah utang Dubai kian memburuk.

Penguasa Dubai, Sheik Mohammed bin Rashid Al Maktoum, yang juga menjabat wakil presiden dan perdana menteri federasi UEA, belakangan semakin menekankan eratnya hubungan kedua emirat.

Rekayasa "Kota Vertikal" dan Klaim Keamanan

Pengembang menyebutkan bahwa pembangunan "kota vertikal" yang mencakup apartemen mewah, perkantoran, empat kolam renang, perpustakaan pribadi, dan hotel rancangan Giorgio Armani tersebut menelan biaya sekitar USD $1,5 miliar (sekitar Rp13,65 triliun di tahun 2010). Mereka menegaskan keyakinan terhadap keamanan struktur yang tingginya lebih dari dua kali lipat atap Empire State Building di New York.

Greg Sang, Direktur Proyek Emaar, menjelaskan keberadaan "lantai perlindungan" di setiap interval 25 hingga 30 lantai. Area tersebut diklaim lebih tahan api dan memiliki pasokan udara terpisah untuk keadaan darurat. Ia juga menyoroti struktur beton bertulang yang dinilai lebih kuat dari pencakar langit berangka baja.

"Struktur bangunan ini jauh lebih kokoh. Sebuah pesawat tidak akan bisa menembus Burj Khalifa seperti yang terjadi pada pilar-pilar baja World Trade Center,” kata Sang.

Bill Baker, insinyur struktur bangunan dari firma Skidmore, Owings & Merrill asal Chicago, mengakui proses konstruksi sebagai sebuah eksplorasi teknik.

"Kami tidak yakin seberapa tinggi kami bisa membangun. Itu semacam eksplorasi... Sebuah pengalaman belajar,” beber Bill Baker. 

Dubai, yang dulunya hanya sebuah desa nelayan sepi, berkembang pesat menjadi pusat komersial Timur Tengah dalam dua dekade terakhir, berkat kebijakan perdagangan yang ramah bisnis, keamanan, dan investasi asing.

Dalam rangkamemperingati Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia, Burj Khalifa memancarkan cahaya berwarna merah dan putih ala bendera Indonesia.

Optimisme di Tengah Gelembung Properti yang Pecah

Namun, harga properti di wilayah tersebut anjlok hingga hampir separuhnya selama satu tahun terakhir akibat pecahnya gelembung properti. Kini, Dubai terbelit utang dan banyak bangunan baru berdiri kosong.

Meski demikian, suasana peresmian tetap meriah. Para pejabat berusaha mengalihkan perhatian dunia dari kesalahan masa lalu menuju potensi masa depan. Mohammed Alabbar, Ketua Emaar Properties, menyampaikan pandangannya kepada wartawan sebelum peresmian.

"Krisis datang dan pergi. Dan kota-kota terus berkembang," tegas Alabbar. "Anda harus terus bergerak maju. Karena jika Anda berhenti mengambil keputusan, Anda berhenti berkembang."

Alabbar mengklaim 90 persen unit di Burj Khalifa telah terjual. Namun, Heather Wipperman Amiji, Kepala Eksekutif konsultan real estat Investment Boutique, mencatat penurunan harga jual drastis dari puncaknya yang sempat menyentuh USD $1.900 (Rp 17,5 juta pada tahun 2010) per kaki persegi. Ia menilai investor masih ragu.

"Komunitas investasi cukup terpecah belah,” kata Heather. "Mereka tidak yakin bagaimana situasi tersebut akan berjalan."

Burj Khalifa kini berdiri sebagai pusat dari pengembangan kawasan seluas 500 hektar, dikelilingi oleh puluhan gedung pencakar langit baru yang lebih rendah, menjadikannya terlihat seperti jarum ramping yang menjulang sendirian menembus langit.

Read Entire Article