Korea Utara Gelar Latihan Rudal Hipersonik untuk Uji Kesiapan dan Daya Tangkal Perang

2 days ago 4

Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara pada Senin (5/1/2026) menyatakan bahwa pemimpinnya, Kim Jong Un, mengamati secara langsung uji terbang rudal hipersonik dan menekankan perlunya memperkuat daya tangkal perang nuklir negara itu. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya unjuk kekuatan persenjataan menjelang konferensi politik besar yang akan digelar negara tersebut.

Laporan mengenai latihan militer itu disampaikan Korea Utara sehari setelah negara-negara tetangganya mengatakan telah mendeteksi beberapa peluncuran rudal balistik dan menuduh Pyongyang melakukan provokasi. Uji coba tersebut dilakukan hanya beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertolak ke China untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping.

Kantor Berita Pusat Korea (Korean Central News Agency/KCNA) melaporkan bahwa latihan pada Minggu (4/1) yang melibatkan sistem senjata hipersonik itu bertujuan untuk menguji kesiapan, meningkatkan keterampilan operasional pasukan rudal dalam hal daya tembak, serta mengevaluasi kemampuan operasional daya tangkal perang negara tersebut.

"Melalui latihan peluncuran ini, kami dapat memastikan bahwa satu tugas teknologi yang sangat penting bagi pertahanan nasional telah dilaksanakan," kata Kim Jong Un. Ia menambahkan, "Kita harus terus meningkatkan sarana militer, terutama sistem senjata ofensif."

Kepemilikan senjata hipersonik yang berfungsi dinilai akan memberi Korea Utara kemampuan untuk menembus perisai pertahanan rudal Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba untuk menguasai teknologi tersebut. Namun, banyak pakar asing meragukan apakah rudal yang diuji benar-benar telah mencapai kecepatan dan kemampuan manuver yang diinginkan selama penerbangan.

Respons Korea Utara terhadap Serangan AS ke Venezuela

Sementara itu, dalam beberapa pekan terakhir, Korea Utara juga telah menembakkan apa yang disebutnya sebagai rudal jelajah strategis jarak jauh dan rudal anti-pesawat baru, serta merilis foto-foto yang menunjukkan kemajuan pembangunan kapal selam bertenaga nuklir pertama negara itu.

Para pengamat menilai Korea Utara berupaya mendemonstrasikan atau meninjau capaian-capaian di sektor pengembangan persenjataan menjelang kongres Partai Pekerja yang berkuasa, yang akan digelar untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Perhatian besar tertuju pada kemungkinan Kim Jong Un menggunakan kongres tersebut untuk menetapkan pendekatan baru dalam hubungan dengan AS dan menghidupkan kembali perundingan yang telah lama terhenti.

Uji coba terbaru terjadi pula setelah operasi militer AS pada Sabtu (3/1) menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan dan membawanya ke AS untuk menghadapi dakwaan konspirasi narkoterorisme. Korea Utara mengutuk operasi tersebut, dengan menyatakan bahwa peristiwa itu kembali menunjukkan sifat AS yang brutal dan bertindak di luar hukum.

Banyak pakar menilai operasi AS tersebut kemungkinan mendorong Kim Jong Un untuk semakin memperluas kemampuan senjata nuklirnya, yang menurutnya menjamin kelangsungan pemerintahan dan kedaulatan negara dalam menghadapi permusuhan yang dipimpin oleh AS.

Dalam latihan peluncuran pada Minggu, Kim Jong Un membela dorongannya untuk memperkuat program nuklir.

"Mengapa hal itu diperlukan telah dicontohkan oleh krisis geopolitik terkini dan peristiwa internasional yang semakin rumit," ujarnya. 

Read Entire Article