Liputan6.com, Seoul - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol resmi dimakzulkan pada Jumat (4/4/2025), menambah daftar panjang pemimpin Negeri Ginseng yang mengalami akhir karier politik yang tragis.
Tak hanya diberhentikan dari jabatannya, Yoon juga tengah diselidiki atas dugaan pengkhianatan terkait upaya darurat militer yang gagal pada Desember 2024 lalu.
Ironisnya, Yoon sebelumnya dikenal sebagai jaksa yang menggiring mantan presiden Park Geun-hye ke penjara atas kasus korupsi. Kini, ia justru menghadapi nasib serupa.
Peristiwa ini memperkuat citra Korea Selatan sebagai negara dengan sejarah politik yang keras dan penuh gejolak, di mana kursi kepresidenan kerap kali berujung pada skandal, hukuman, bahkan kematian.
Mengutip BBC, Jumat (4/4), berikut adalah sederet presiden Korea Selatan yang mengalami perjalanan karir politik tragis:
1. Syngman Rhee – Dipaksa Mengundurkan Diri dan Hidup di Pengasingan
Syngman Rhee merupakan presiden pertama Korea Selatan setelah merdeka dari penjajahan Jepang. Meski dikenal sebagai tokoh yang membangun fondasi negara, ia juga dituduh menjalankan pemerintahan otoriter dan menekan oposisi. Pemilu 1960 yang dituding curang memicu demonstrasi besar-besaran dan menyebabkan Rhee mengundurkan diri. Ia kemudian hidup di pengasingan di Hawaii hingga wafat pada 1965.
2. Park Chung-hee – Dibunuh oleh Kepala Intelijen Sendiri
Park Chung-hee berkuasa setelah kudeta militer tahun 1961. Ia dikenal membawa Korea Selatan ke era industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi pesat. Namun, masa pemerintahannya juga diwarnai dengan penindasan terhadap kebebasan sipil dan pembubaran parlemen.
Pada 1979, Park dibunuh oleh Kim Jae-kyu, kepala intelijen yang juga teman dekatnya, dalam sebuah jamuan makan malam.
3. Chun Doo-hwan dan Roh Tae-woo – Dijatuhi Hukuman Penjara atas Kudeta dan Pelanggaran HAM
Chun Doo-hwan naik ke tampuk kekuasaan lewat kudeta militer pada 1980 dan dikenal sebagai dalang pembantaian demonstran pro-demokrasi di Gwangju. Ia dan penggantinya, Roh Tae-woo, yang juga mantan jenderal, dihukum pada 1996 atas tuduhan korupsi dan keterlibatan dalam kudeta.
Chun sempat dijatuhi hukuman mati, yang kemudian dikurangi menjadi penjara seumur hidup. Keduanya akhirnya mendapat pengampunan pada 1997.
4. Roh Moo-hyun – Bunuh Diri karena Skandal Korupsi
Roh Moo-hyun dikenal sebagai presiden dari kalangan rakyat biasa dan sempat meraih popularitas tinggi. Setelah masa jabatannya berakhir, ia diselidiki atas dugaan menerima suap.
Dalam tekanan mental yang berat, Roh akhirnya mengakhiri hidupnya dengan terjun dari tebing dekat rumahnya pada tahun 2009. Ironisnya, popularitas Roh justru meningkat setelah kematiannya.
5. Lee Myung-bak – Dipenjara karena Korupsi
Setelah sukses memimpin Seoul sebagai wali kota, Lee Myung-bak terpilih sebagai presiden dan memimpin negara melewati krisis keuangan global.
Namun, tak lama setelah turun jabatan, ia dijerat kasus korupsi dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas tuduhan suap dan penggelapan dana. Lee kemudian mendapat pengampunan presiden.
6. Park Geun-hye – Dimakzulkan dan Dipenjara
Sebagai presiden perempuan pertama Korea Selatan, Park Geun-hye melanjutkan warisan ayahnya, Park Chung-hee. Namun, skandal yang melibatkan teman dekatnya, Choi Soon-sil, menyebabkan Park dimakzulkan pada 2016. Ia divonis 22 tahun penjara karena korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, sebelum akhirnya mendapat grasi pada 2021.