PM Australia Dievakuasi Tiga Jam dari Kediaman Resmi Akibat Insiden Keamanan

13 hours ago 4

Liputan6.com, Canberra - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese dievakuasi dari kediaman resminya, The Lodge, di Canberra, menyusul sebuah insiden keamanan yang memicu operasi besar kepolisian pada Selasa (24/2/2026) pukul 18.00 waktu setempat. Insiden tersebut membuat Albanese dipindahkan ke lokasi lain selama beberapa jam sebagai langkah pengamanan.

Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police/AFP) mengonfirmasi bahwa mereka merespons "dugaan insiden keamanan" di kediaman resmi perdana menteri. Dalam pernyataannya, AFP menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi yang dilindungi.

"Pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi yang berada di bawah pengamanan khusus telah dilakukan dan tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan," demikian pernyataan AFP seperti dikutip dari ABC.   

AFP merupakan lembaga yang bertanggung jawab atas perlindungan para anggota parlemen federal serta sejumlah gedung milik pemerintah persemakmuran, termasuk The Lodge dan Gedung Parlemen. Juru bicara perdana menteri menyampaikan bahwa pihaknya mempercayai AFP untuk menjalankan tugasnya dan mengucapkan terima kasih atas kerja yang telah dilakukan.

AFP menyatakan akan merilis rincian lebih lanjut terkait insiden tersebut.

The Lodge merupakan kediaman resmi PM Australia yang berlokasi di Canberra. Tempat ini juga menjadi lokasi pernikahan Albanese dengan Jodie Haydon pada November lalu.

Mengutip laporan kantor berita Xinhua, PM Albanese telah kembali ke The Lodge setelah dievakuasi selama tiga jam.

Ancaman terhadap Politikus Meningkat

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ancaman terhadap para politikus Australia dari berbagai spektrum politik. Sebelumnya, surat ancaman dikirimkan kepada senator independen Lidia Thorpe dan Fatima Payman.

Pada pertengahan 2024, AFP melaporkan bahwa jumlah ancaman terhadap keselamatan politikus federal meningkat dua kali lipat dalam dua tahun terakhir.

Awal Februari, seorang pria berusia 33 tahun di Melbourne didakwa atas dugaan ancaman pembunuhan dan komentar antisemitisme terhadap seorang anggota parlemen federal. Polisi menyebut pria tersebut menggunakan media sosial dan email untuk menghubungi seorang anggota parlemen federal yang berbasis di New South Wales beberapa kali pada Januari, dengan mengirimkan ancaman pembunuhan serta komentar antisemitisme.

Menanggapi situasi tersebut, Albanese sebelumnya menyatakan bahwa pengaturan keamanan bagi politikus federal terus dipantau secara berkala.

"Kita memang hidup dalam situasi di mana jumlah ancaman terhadap wakil rakyat terpilih telah meningkat secara signifikan," ujar Albanese saat itu.

Ia juga menambahkan bahwa perlu ditelusuri penyebab meningkatnya ancaman tersebut.

Tim Investigasi Khusus dan Penindakan Hukum

AFP membentuk tim investigasi keamanan nasional pada Oktober 2025 untuk menargetkan kelompok dan individu yang menyebabkan tingkat kerugian tinggi terhadap kohesi sosial Australia, termasuk yang menargetkan anggota parlemen federal.

Komisioner AFP Krissy Barrett mengungkapkan bahwa sejak pembentukan tim tersebut, sebanyak 21 orang telah didakwa di seluruh Australia. Mayoritas dakwaan tersebut berkaitan dengan ancaman terhadap anggota parlemen, pejabat tinggi negara, dan komunitas Yahudi.

Barrett mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan harian yang merangkum berbagai ancaman serta komunikasi ofensif dan kasar yang ditujukan kepada para anggota parlemen dalam 24 jam terakhir. Ia mengatakan, pada hari-hari tertentu, isi laporan tersebut bisa sangat panjang. 

Dalam insiden terpisah, seorang pria pada 10 Februari dinyatakan bersalah karena menggunakan media sosial untuk mengancam, melecehkan, dan menyinggung PM Albanese. Pengadilan mendengar bahwa ancaman pembunuhan serta hinaan kasar ditujukan kepada perdana menteri dan istrinya.

Albanese bersama para menteri seniornya berulang kali menyerukan agar ketegangan politik diturunkan, di tengah meningkatnya konflik sosial yang memperkeruh ketegangan domestik.

Read Entire Article