Liputan6.com, Beijing - China pada masa Dinasti Song terbukti telah melampaui zamannya dalam hal pengantaran kuliner, jauh sebelum aplikasi modern tercipta. Sang kaisar tidak perlu meninggalkan kemewahan singgasananya hanya untuk mencicipi hidangan khas dari pasar malam yang ramai, ia cukup memerintahkan para kasim untuk mengambil dan mengantarkan makanan pilihannya langsung ke dalam tembok istana.
Saat ini, kita dapat memesan makanan melalui aplikasi dan menikmatinya di rumah, berkat ponsel pintar dan pembayaran elektronik. Namun jauh sebelum kendaraan dan teknologi modern, China kuno telah mengembangkan versi kasar dari layanan pengantaran makanan, dikutip dari laman SCMP, Sabtu (7/3/2026).
Catatan sejarah mengatakan bahwa selama Dinasti Han (206 SM-220 M), seorang kaisar pernah bertanya kepada para pejabatnya tentang kondisi kehidupan rakyat biasa. Untuk menyembunyikan fakta bahwa kelaparan telah melanda kota, seorang pejabat sengaja membeli semangkuk sup daging dari pasar, memberikannya kepada kaisar dan mengklaim bahwa itulah yang dimakan rakyat jelata setiap hari.
Pada masa Dinasti Tang (618-907), layanan pengantaran makanan telah meluas ke penduduk kota biasa. Makanan yang mereka bawa cenderung mudah disimpan dan dibawa, seperti berbagai roti pipih dan daging kering.
Budaya pengantaran makanan awal ini paling jelas terbentuk selama Dinasti Song (960-1279). Pada saat itu, jam malam telah dicabut, dan pasar malam serta ekonomi restoran berkembang pesat di kota-kota.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa kaisar Song memesan makanan dari luar untuk menunjukkan penghematan dan kedekatan dengan rakyat biasa. Mereka sering mengirim kasim ke pasar untuk membeli apa pun yang mereka inginkan,dan terkadang memberinya tip.
Tiga Cara Utama Memesan Makanan Pada Zaman Dahulu
Lukisan terkenal karya pelukis Tiongkok Dinasti Song, Zhang Zeduan, Sepanjang Sungai Selama Festival Qingming menggambarkan seorang pria yang baru saja meninggalkan toko. Ia digambarkan berjalan terburu-buru, mengenakan celemek, dengan dua kotak makanan di tangan kirinya dan peralatan makan di tangan kanannya. Lukisan tersebut, yang sekarang disimpan di Museum Istana di Beijing, dianggap sebagai salah satu penggambaran visual paling awal tentang pengantar makanan di Tiongkok.
Pada masa Dinasti Song, pengantar makanan dikenal sebagai xian han, yang secara harfiah berarti "orang-orang yang menganggur". Mereka membantu pelanggan berbelanja dan mengantarkan makanan serta barang-barang lainnya. Mereka bepergian dengan berjalan kaki, perahu, atau tandu. Pengantar makanan masa kini lebih cenderung menggunakan sepeda listrik.
Kaisar Huizong dari Song bahkan mendirikan pos pengantar makanan kerajaan khusus di dalam istana. Pada zaman dahulu, pemesanan makanan dapat dilakukan dengan tiga cara utama.
Pertama, mengirim pelayan ke restoran untuk memesan, kemudian seorang pria yang sedang menganggur akan mengantarkan hidangan ke rumah pelanggan.
Kedua, perjanjian jangka panjang dengan restoran, yang akan mengantarkan makanan ke rumah pelanggan pada tanggal yang disepakati.
Ketiga, penjualan dari pintu ke pintu.
Transformasi Layanan Pemesanan Makanan Seiring Pergantian Dinasti
Setelah Dinasti Song, tempat hiburan seperti teater menjadi lebih menarik banyak pengunjung, sehingga restoran akan mengirimkan pedagang untuk menjajakan makanan dari pintu ke pintu. Untuk menjaga kehangatan makanan, Dinasti Song menciptakan wen pan atau piring penghangat. Piring yang terbuat dari dua lapis porselen ini dapat diisi dengan air panas sehingga hidangan tetap hangat saat sampai ditangan pembeli. Berbeda dengan kotak plastik dan kertas tipis seperti sekarang, wadah makanan bawa pulang zaman dahulu seringkali lebih kokoh dan lebih halus.
Kebiasaan memesan makanan lewat telepon tidak hilang seiring pergantian dinasti. Penguasa Ming (1368-1644) dan Qing (1644-1912) juga dikenal memesan makanan dari luar restoran.
Sebuah catatan sejarah menyebutkan Kaisar Xuande, yang melakukan perjalanan secara diam-diam untuk merasakan pekerjaan pertanian, membeli makanan untuk dibawa pulang saat kembali dan membagikannya dengan rombongannya. Pertemuan itu mempertajam pemahamannya tentang kesulitan para petani dan mendorongnya untuk memberikan keringanan pajak. Bahkan kaisar terakhir Tiongkok, Puyi, dilaporkan menyimpan telepon khusus untuk memesan makanan lewat telepon.
Di era modern, pengiriman makanan di Tiongkok dibangun kembali di sekitar platform dan algoritma. Pada tahun 2025, pasar telah mencapai lebih dari 1,8 triliun yuan (US$262 miliar), dengan lebih dari 10 juta pengantar makanan di jalan.
Skala yang sangat besar ini menjadikan pengiriman makanan sebagai salah satu industri perkotaan paling menonjol di negara itu dan salah satu yang paling diperebutkan. Seiring dengan diskon yang memicu persaingan tanpa henti, perhatian publik juga semakin tajam pada kebersihan makanan yang tidak merata dan dampak buruk kecepatan kerja terhadap manusia, mulai dari jam kerja yang melelahkan hingga dugaan pelanggaran upah minimum.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524008/original/089650700_1772882597-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523472/original/075002900_1772839836-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523055/original/062447100_1772787127-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522345/original/079886200_1772757830-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522293/original/076143300_1772751920-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522260/original/039984700_1772750807-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521350/original/092238400_1772687154-Screenshot_2026-03-05_120437.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375172/original/076301400_1759912975-WhatsApp_Image_2025-10-08_at_3.21.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421473/original/046767000_1763906676-Sarmila_wati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290464/original/056522900_1753113336-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_20.06.02_c2d8139b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419257/original/042198300_1763651316-photo_2025-11-20_21-21-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427236/original/042414200_1764338646-FOD.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410431/original/071573100_1762932802-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407787/original/057126800_1762754875-Marc_Cucurella__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360415/original/611719069-picture-frustrated-young-dark-haired-female-studying-skin-her-arm-after-she-fell-off-bike-student-girl-dressed-stylish-striped-t-shirt-looking-her-elbow-feeling-itch-pain_343059-1454__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430647/original/095128500_1764668680-WhatsApp_Image_2025-12-02_at_16.43.15_c2c5627c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4839034/original/095965500_1716300898-lifestyle-child-wheelchair_23-2149158049.jpg)