Liputan6.com, Teheran - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Ali Larijani mengatakan bahwa pihak yang ia sebut sebagai musuh berusaha menciptakan kekacauan di dalam negeri Iran untuk mempermudah upaya memecah belah negara tersebut.
Pasca wafatnya Khamenei pada 28 Februari 2026 akibat serangan udara Amerika Serikat (AS)-Israel, Larijani muncul sebagai salah satu pemegang wewenang tertinggi yang mengelola proses transisi kekuasaan di Iran.
Sekretaris SNSC merupakan salah satu posisi strategis dalam struktur kekuasaan Iran karena terlibat langsung dalam perumusan dan koordinasi kebijakan pertahanan dan keamanan nasional.
Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Sabtu (7/3), Larijani menyatakan bahwa tujuan utama dari strategi tersebut adalah mempartisi Iran. Menurut dia, pihak musuh berusaha memanfaatkan situasi yang tidak menentu untuk membalikkan keadaan di Iran dan mencapai ambisi yang sedang diupayakan Israel saat ini.
"Strategi musuh adalah menimbulkan kekacauan di dalam Iran agar lebih mudah menabur perpecahan," kata Larijani seperti dikutip dari laporan Al Mayadeen.
Ia menuturkan bahwa masalah pihak musuh pada dasarnya adalah keberadaan Iran itu sendiri.
Larijani mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah menghubungi Presiden AS Donald Trump sebelum perang saat ini terjadi. Dalam percakapan itu, kata Larijani, Netanyahu mengatakan bahwa Israel memiliki informasi yang menunjukkan jika AS mengambil tindakan, tujuan mereka akan tercapai.
Menurutnya, Trump kemudian menyatakan bahwa dirinya tergoda untuk menyerang Iran setelah percakapan tersebut. Larijani menilai keputusan itu justru merugikan kepentingan AS dan membebankan biaya besar kepada rakyat AS.
Menargetkan kepemimpinan Iran
Larijani mengatakan pihak musuh berupaya mencapai tujuannya dengan menargetkan Pemimpin Revolusi Islam Iran Sayyed Ali Khamenei, serta sistem Republik Islam.
Menurutnya, musuh memperkirakan bahwa dengan menargetkan kepemimpinan Iran, sistem pemerintahan akan runtuh. Namun, Larijani menegaskan bahwa hal itu tidak terjadi.
Ia menggarisbawahi bahwa kehidupan masyarakat Iran tetap berjalan normal meskipun masyarakat merasakan duka mendalam yang bercampur dengan semangat perjuangan.
Larijani memperingatkan AS dan Israel bahwa pembunuhan terhadap Imam Khamenei serta serangan terhadap wilayah Iran akan membawa konsekuensi yang berat dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia turut menyinggung serangan terhadap sekolah, klinik, dan panti asuhan. Menurutnya, upaya Trump untuk memengaruhi rakyat Iran tidak akan berhasil karena ia tidak memahami karakter masyarakat Iran.
Larijani mengatakan masyarakat Iran turun ke ruang publik dengan pemahaman mendalam tentang sejarah dan tujuan pihak yang mereka anggap sebagai musuh. Ia menekankan bahwa kesadaran kolektif tersebut menjadi kekuatan penting bagi bangsa Iran.
Ia menyatakan bahwa tingkat kematangan intelektual masyarakat Iran tidak tertandingi. Kehadiran masyarakat di jalan-jalan selama malam-malam berkabung, menurutnya, menunjukkan bahwa rakyat Iran saling mendukung satu sama lain.
Larijani menilai persatuan tersebut menggagalkan upaya terakhir pihak musuh untuk menciptakan perpecahan. Ia menuding Trump berusaha menyusup ke dalam barisan rakyat Iran dengan ancaman untuk mengungkap pesan-pesan yang disebutnya sebagai pesan imajiner.
"AS Tidak Memahami Kawasan"
Larijani mengatakan AS tidak memahami realitas kawasan Asia Barat, khususnya Iran. Menurutnya, pihak musuh mencoba mengubah situasi berdasarkan asumsi yang keliru.
Ia menyebut rakyat Iran telah memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai tekanan sehingga mampu melewati ancaman tersebut.
Larijani menegaskan bahwa persatuan rakyat Iran akan menggagalkan tujuan pihak musuh yang ia sebut tidak memiliki dasar yang kuat. Ia menambahkan bahwa Iran telah berulang kali membuktikan kemampuannya bertahan menghadapi tekanan dan guncangan.
Pemerintah Iran dan para menteri, ungkap Larijani, telah berupaya menjamin ketersediaan bahan bakar dan pangan bagi masyarakat.
Menurut Larijani, meskipun terjadi peningkatan perjalanan dan mobilitas masyarakat, kebutuhan warga tetap terpenuhi dan cadangan logistik negara masih mencukupi.
Ia menambahkan bahwa para komandan militer Iran berada di lapangan dan bekerja untuk memproduksi peralatan yang diperlukan dengan memanfaatkan teknologi modern.
AS terjebak dalam konflik?
Larijani mengatakan AS sebelumnya berharap dapat mengakhiri perang dalam waktu singkat. Namun, menurut dia, AS kini justru terjebak dalam situasi sulit.
Ia menilai AS tidak memahami kawasan Asia Barat dan mengira dapat mengulangi strategi yang pernah dilakukan di Venezuela.
"AS kini berada di titik buntu," kata Larijani.
Ia menyatakan bahwa meskipun terjadi pengeboman, pihak yang ia sebut sebagai musuh tidak berhasil mencapai tujuan mereka.
Larijani menekankan bahwa AS tidak memiliki hak untuk menyerang Iran dan harus memahami konsekuensi dari tindakan tersebut.
Ia menambahkan bahwa rakyat AS perlu mengetahui bahwa Trump telah mengorbankan kepentingan nasional dan uang pajak mereka demi ambisi pribadi.
Hubungan dengan Negara-negara Kawasan
Larijani mengatakan Trump kini berada dalam kondisi yang ia sebut sebagai "histeria" karena AS gagal mencapai tujuannya.
Menurut dia, akan lebih baik bagi Trump untuk mengakui kesalahan dan menyadari bahwa dirinya telah terjebak oleh apa yang ia sebut sebagai tipu daya Israel.
Larijani memastikan bahwa Iran tidak akan membiarkan wafatnya Khamenei tanpa balasan.
Ia menekankan bahwa Majelis Ahli Iran akan menjalankan proses pemilihan pemimpin baru sesuai prosedur yang berlaku dan menyatakan keyakinannya bahwa mereka akan membuat pilihan yang tepat.
Larijani ikut menyinggung sejarah konflik di kawasan. Ia mengatakan negara-negara kawasan pernah mendukung agresi Irak di bawah Saddam Hussein terhadap Iran pada masa lalu.
Namun, menurut dia, Iran tidak membalas tindakan tersebut karena negara-negara itu merupakan tetangga.
Ia menyebut dua negara di kawasan mengklaim akan mencegah setiap serangan AS yang diluncurkan dari wilayah mereka. Meski demikian, menurut Larijani, Iran meragukan kemampuan mereka untuk melakukannya.
Ia mengatakan strategi Iran adalah menjaga hubungan bertetangga yang baik dan menghindari hubungan yang merugikan, kecuali jika wilayah negara lain digunakan untuk mengancam keamanan nasional Iran.
Citra AS di kawasan
Larijani menilai citra AS di kawasan telah runtuh. Ia mengklaim negara-negara regional kini menyadari bahwa AS tidak lagi mampu menjamin keamanan mereka.
Ia mengklaim bahwa sejumlah tentara AS telah ditangkap.
Larijani dalam kesempatan yang sama menuduh AS tidak mengungkapkan kebenaran terkait jumlah korban jiwa. Ia mengatakan AS menyebut hanya lima atau enam tentara yang tewas, tetapi menurutnya angka tersebut akan meningkat di kemudian hari dengan alasan kecelakaan lalu lintas.
Ia mengatakan perang telah menimbulkan biaya hingga satu triliun dolar AS dan memicu krisis di negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan.
Menurut Larijani, kerugian hingga satu triliun dolar AS di pasar saham serta krisis ekonomi di Asia Timur merupakan sebagian dari dampak yang ia sebut sebagai akibat dari "perjudian berdarah" yang dilakukan Trump.
Isu Kurdi dan Kelompok Separatis
Tidak ketinggalan, Larijani menyinggung isu kelompok etnis Kurdi. Ia mengatakan pihak musuh berusaha memprovokasi sejumlah kelompok etnis di Iran untuk melawan pemerintah dengan tujuan memecah belah negara.
Namun, ia menegaskan bahwa masyarakat Kurdi merupakan bagian autentik dari bangsa Iran.
Ia mengatakan angkatan bersenjata Iran telah memberikan peringatan keras kepada kelompok separatis.
"Jika kalian menempuh jalan yang salah, kami akan menyelesaikan perhitungan dengan kalian," kata Larijani.
Ia juga mengatakan masyarakat Kurdi memahami bahwa AS bertindak dengan mentalitas utilitarian dan komersial.
Kemampuan rudal Iran
Terkait program rudal Iran, Larijani menanggapi laporan yang menyebut kemampuan rudal Iran telah dihancurkan.
Ia mengatakan anggapan tersebut terlalu optimistis dan menegaskan bahwa persediaan rudal Iran masih sepenuhnya utuh.
"Iran bertindak dengan kebijaksanaan dan kehati-hatian," ujarnya.
Larijani mengaku Iran belum menutup Selat Hormuz. Namun, menurut dia, situasi perang membuat jalur pelayaran di selat tersebut pada praktiknya tidak dapat dilalui kapal.
Ia menegaskan bahwa serangan yang dilakukan Iran terhadap AS akan terus berlanjut dan bahwa Iran tidak akan membiarkan AS keluar dari situasi tersebut.
Menurut dia, sejumlah pihak juga telah mencoba melakukan mediasi antara kedua negara.
Larijani menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa Iran saat ini berada dalam situasi genting di tengah perang yang sedang berlangsung. Ia mengatakan rakyat Iran telah menyampaikan pesan yang jelas kepada pihak yang mereka anggap sebagai musuh.
"Kalian harus mundur," kata Larijani.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524823/original/016537400_1773015313-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312382/original/058803300_1754958946-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524822/original/062327900_1773012804-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524792/original/070280900_1772993860-ChatGPT_Image_Mar_9__2026__01_14_21_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4928474/original/073159500_1724676923-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524253/original/002395900_1772926454-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1548580/original/063560300_1490604445-20170327-Kasim.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524008/original/089650700_1772882597-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523472/original/075002900_1772839836-1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375172/original/076301400_1759912975-WhatsApp_Image_2025-10-08_at_3.21.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421473/original/046767000_1763906676-Sarmila_wati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410431/original/071573100_1762932802-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290464/original/056522900_1753113336-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_20.06.02_c2d8139b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419257/original/042198300_1763651316-photo_2025-11-20_21-21-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427236/original/042414200_1764338646-FOD.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407787/original/057126800_1762754875-Marc_Cucurella__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360415/original/611719069-picture-frustrated-young-dark-haired-female-studying-skin-her-arm-after-she-fell-off-bike-student-girl-dressed-stylish-striped-t-shirt-looking-her-elbow-feeling-itch-pain_343059-1454__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441248/original/084139500_1765462277-1000257193.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4839034/original/095965500_1716300898-lifestyle-child-wheelchair_23-2149158049.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430647/original/095128500_1764668680-WhatsApp_Image_2025-12-02_at_16.43.15_c2c5627c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400168/original/005067900_1762067797-000_1DL27K.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)