Iran Kutuk Serangan ke Pabrik Desalinasi, Balas dengan Menyerang Pangkalan AS di Bahrain

1 day ago 8

Sejak dimulainya serangan militer AS dan Israel terhadap Iran, sejumlah fasilitas sipil seperti sekolah, rumah sakit, hingga taman bermain dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Meski AS dan Israel menyatakan bahwa serangan mereka hanya menargetkan kepemimpinan Iran serta infrastruktur militer negara tersebut, warga Iran di berbagai wilayah melaporkan bahwa rumah, rumah sakit, dan sekolah juga mengalami pengeboman.

Serangan dilaporkan menimbulkan banyak korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Kantor berita Tasnim menyebut jumlah korban sipil yang tewas telah melampaui 1.230 orang sejak perang dimulai.

Media Middle East Eye menelusuri kerusakan serta jumlah korban yang ditimbulkan akibat berbagai serangan tersebut.

Sekolah, taman kanak-kanak, dan taman bermain

Hanya beberapa jam setelah Israel dan AS melancarkan serangan awal, muncul laporan mengenai serangan mematikan terhadap sekolah dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, wilayah selatan Provinsi Hormozgan.

Menurut otoritas setempat, sedikitnya 165 orang tewas dalam serangan itu, di mana sebagian besar di antaranya merupakan anak perempuan dan laki-laki berusia antara 7 hingga 12 tahun.

Saksi mata yang berbicara kepada Middle East Eye mengatakan bahwa sekolah tersebut terkena dua kali serangan. Serangan kedua dilaporkan menewaskan para korban yang sebelumnya selamat dan berlindung di lokasi.

Serangan ganda terhadap target yang sama sering disebut sebagai serangan "double-tap", terutama apabila terdapat jeda singkat di antara dua serangan sehingga petugas medis maupun warga sipil yang datang untuk menolong korban turut menjadi sasaran dalam serangan susulan.

Warga Iran di wilayah lain melaporkan pola serangan yang menyerupai serangan "double-tap".

AS dan Israel mengaku mereka sedang menyelidiki insiden yang dimaksud.

Beberapa jam setelah serangan terhadap sekolah di Minab, sebuah rudal dilaporkan menghantam sebuah gedung olahraga di pinggiran Kota Lamerd, Provinsi Fars, pada 28 Februari. Gedung itu digunakan oleh puluhan remaja yang sedang mengikuti latihan saat serangan terjadi.

Pejabat setempat yang dikutip media Iran melaporkan bahwa 18 orang tewas dalam serangan tersebut, sebagian besar di antaranya merupakan remaja perempuan.

Mohammed Saed Khorshedy, pekerja berusia 29 tahun di gedung olahraga itu, mengatakan kepada Drop Site News bahwa berbagai peralatan olahraga seperti bola, meja, dan pembatas terlempar ke udara saat ledakan terjadi.

"Asap hitam memenuhi ruangan. Bau mesiu membuat hampir mustahil untuk bernapas. Teriakan langsung terdengar, bercampur dengan suara puing runtuh dan beton yang jatuh dari langit-langit," bebernya.

Hossein Gholami, yang putrinya Zahra berusia 16 tahun tewas dalam serangan itu mengatakan bahwa "bau darah dan luka bakar menutupi seluruh tempat".

"Setiap kali saya menutup mata, saya melihat wajahnya, senyumnya, dan saya mendengar suara ledakan itu," ujar Gholami.

AS dan Israel tidak mengeluarkan pernyataan mengenai serangan tersebut.

Serangan udara dilaporkan turut mengenai Lapangan 72 Square di kawasan Narmak, Teheran timur, yang menyebabkan kerusakan pada sebuah sekolah menengah atas.

Menurut laporan Al Jazeera, otoritas setempat menyatakan bahwa setidaknya dua anak tewas dalam serangan tersebut.

Selain itu, Sekolah Menengah Shahid Bahonar di Parand dan Sekolah Dasar Arian Pouya di kota yang sama dilaporkan terdampak serangan, namun jumlah korban tidak diketahui.

Sebuah taman kanak-kanak di kawasan Narmak, Teheran, serta sebuah taman bermain anak di ibu kota juga dilaporkan menjadi sasaran serangan, meskipun tidak ada korban yang diketahui.

Analis politik Iran Trita Parsi pada 5 Maret melaporkan melalui platform X bahwa sebuah serangan menargetkan taman publik di Teheran bernama "Police Park". Ia menyatakan bahwa taman tersebut sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan kepolisian.

Parsi menyebut serangan itu sebagai bukti bahwa Israel kemungkinan menggunakan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi target dengan mengebom bangunan yang memiliki keterkaitan dengan pemerintah.

"Tidak ada seorang pun di Israel yang memeriksa dan mengetahui bahwa itu hanya sebuah taman," kata Parsi.

Rumah sakit dan fasilitas kesehatan

Rumah Sakit Gandhi di Teheran dilaporkan terkena serangan pada 1 Maret, hari kedua operasi militer, yang menyebabkan kerusakan sangat serius pada klinik fertilitas rumah sakit tersebut.

Pasangan yang sedang menjalani program bayi tabung (IVF) di klinik itu setelah 10 tahun berusaha memiliki anak mengatakan kepada Middle East Eye bahwa mereka tidak mengetahui apa yang terjadi pada sampel mereka.

"Kami tidak tahu apakah semua upaya dan harapan selama bertahun-tahun ini telah hilang," ungkap mereka.

Pusat itu merupakan salah satu dari sedikitnya 13 rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain yang diverifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menjadi sasaran serangan AS dan Israel.

Serangan dilaporkan menyebabkan empat tenaga kesehatan tewas dan 25 lainnya terluka.

Militer Israel mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa rumah sakit itu hanya mengalami "kerusakan kecil dan tidak langsung", serta menyatakan bahwa target sebenarnya adalah infrastruktur militer yang berada di dekat bangunan tersebut.

Dalam situasi kacau, para perawat berusaha mengevakuasi bayi yang baru lahir dari fasilitas tersebut.

Pada Minggu (1/3), Bulan Sabit Merah Iran merilis sebuah video yang menunjukkan kepulan asap dari serangan di dekat salah satu bangunannya di Teheran.

Serangan yang diduga menargetkan markas kepolisian Iran tersebut juga merusak beberapa rumah sakit di sekitarnya, termasuk Rumah Sakit Khatam al-Anbiya, Rumah Sakit Motahari, dan Rumah Sakit Valiasr.

Rumah Sakit Abuzar di Ahvaz dilaporkan terkena dampak serangan pada 1 Maret.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour mengatakan bahwa 12 pasien, termasuk pasien unit perawatan intensif (ICU), harus dievakuasi setelah serangan tersebut.

Ia juga menyatakan bahwa dua petugas layanan darurat mengalami luka.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa dua pusat layanan darurat di kota Sarab dan Hamedan juga mengalami kerusakan akibat serangan tersebut, dengan sedikitnya dua tenaga medis terluka.

Selain itu, beberapa fasilitas kesehatan lain yang dilaporkan terdampak meliputi Rumah Sakit Baqaei di Ahvaz, Pusat Perawatan Bayi Baru Lahir Amneh di Teheran, Rumah Sakit Jantung Shahid Rajaee di Teheran, serta Rumah Sakit Hazrat Abolfazl di Minab, meskipun tidak ada korban yang diketahui.

Permukiman warga

Serangan dilaporkan terjadi pula di kawasan permukiman.

Ledakan di Niloofar Square, kawasan permukiman kelas menengah di Teheran timur, pada Minggu dilaporkan menewaskan sedikitnya 20 orang.

Saat ledakan terjadi, sejumlah keluarga sedang berkumpul di kafe untuk berbuka puasa Ramadan pada Minggu malam.

Saksi mata melaporkan bahwa kawasan tersebut terkena dua ledakan yang menunjukkan kemungkinan serangan "double-tap".

Selain itu, beberapa bangunan lain yang dilaporkan terdampak serangan meliputi sebuah gedung tiga lantai di kawasan Third Circle, Tehranpars, sebuah kompleks perumahan di Sanandaj, serta sejumlah rumah di sekitar Sepah Square di Teheran.

Serangan di kawasan permukiman di Maragheh dilaporkan menewaskan 27 orang.

Beberapa rumah di kawasan Narmak, Jalan Iraaghi, dan Boulevard Marzdaran di Teheran dilaporkan mengalami kerusakan, meskipun tidak ada informasi mengenai korban.

Pada 5 Maret, kompleks apartemen Shahid Falahi di Teheran dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Foto yang beredar di internet menunjukkan dampak serangan terhadap kompleks perumahan itu, yang terletak di dekat Jalan Tol Babayi di Teheran timur laut.

Jurnalis Babak Taghvaee melaporkan melalui platform X bahwa lantai paling atas dari blok apartemen tersebut menjadi target serangan oleh angkatan udara Israel.

Bangunan perumahan di Boulevard Mir Damad, Teheran, juga dilaporkan terdampak serangan tanpa informasi mengenai korban.

Situs sejarah dan budaya

Serangan dilaporkan juga berdampak pada beberapa situs sejarah dan fasilitas publik.

Istana Golestan di Teheran, yang berusia sekitar 400 tahun dan merupakan satu-satunya situs warisan dunia UNESCO di kota tersebut, mengalami kerusakan akibat ledakan di dekat lokasi pada 2 Maret.

Ketua komite pariwisata Teheran Ahmed Alavi mengatakan kepada media lokal bahwa ledakan merusak kaca cermin, jendela, serta pintu Orsi bersejarah di bangunan itu.

Ia menyebut bahwa kekuatan ledakan bahkan mengangkat lapisan aspal di luar istana.

Alavi menegaskan bahwa mengingat status situs tersebut sebagai warisan dunia UNESCO, "dunia seharusnya merasa khawatir" mengenai perlindungannya.

Beberapa lokasi lain yang dilaporkan terdampak meliputi Grand Bazaar Teheran, Stadion Ba’ath di Teheran, serta kompleks olahraga Azadi.

Serangan pada Kamis (5/3) pagi menghancurkan stadion dalam ruangan berkapasitas 12.000 kursi di kompleks olahraga Azadi.

Rekaman video yang beredar menunjukkan bangunan tersebut dipenuhi asap, sementara ruang ganti dan sebuah bangunan baru yang digunakan oleh federasi sepeda hancur akibat serangan.

Kolam renang di kompleks itu turut mengalami kerusakan.

Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali mengecam serangan tersebut. Ia menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional serta Piagam Olimpiade.

Read Entire Article