Fakta dan Manfaat Taro, Si Umbi Sehat yang Populer jadi Minuman Kekinian

15 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Taro merupakan umbi-umbian yang memiliki peranan penting dalam pola makan masyarakat di Indonesia. Tanaman ini dikenal dengan nama ilmiah Colocasia esculenta dan termasuk dalam famili Araceae. Taro telah menjadi bagian dari budaya kuliner di banyak negara, terutama di Asia, di mana ia telah dibudidayakan selama ribuan tahun sebagai sumber pangan pokok.

Kehadiran taro dalam industri kuliner modern semakin meningkat dan dengan mudah dijumpai sebagai perasa dalam minuman kekinian yang banyak dijumpai di kafe-kafe. Popularitasnya tidak hanya terletak pada rasa yang unik, tetapi juga pada warna menarik serupa ungu yang disukai konsumen.

Selain itu, taro juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan melalui kandungan nutrisinya yang kompleks sehingga menjadikannya pilihan yang baik untuk diet sehat. Lantas seperti apa faktanya? Mari simak informasi selengkapnya, dirangkum Liputan6 sebagai informasi kesehatan untuk pembaca, Sabtu (14/2).

Taro Sama dengan Talas

Secara bahasa, taro juga dikenal sebagai talas dan merupakan sejenis umbi-umbian yang berasal dari wilayah Asia, termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki sejarah panjang dalam budidaya pangan manusia, bahkan sebelum padi menjadi tanaman pokok. Taro memiliki nama ilmiah Colocasia esculenta dan termasuk dalam famili Araceae, yang dikenal dengan sebutan keladi dalam pangan lokal.

Sejak zaman purba, taro telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk India, Tiongkok, Afrika Barat dan Utara, serta Hindia Barat yang dijadikan bahan makanan pokok penting. Ciri khas taro adalah kulit luar berwarna cokelat dan daging berwarna putih dengan bintik-bintik ungu, sehingga mudah dikenali.

Taro diklasifikasikan sebagai umbi akar, di mana bagian yang dikonsumsi adalah bagian akar yang membengkak dan menyimpan cadangan makanan. Keberadaan taro dalam berbagai masakan tradisional dan modern menunjukkan pentingnya umbi ini dalam pola makan masyarakat.

Biasa Dijumpai Sebagai Perasa di Minuman Kekinian

Belakangan, taro memang digemari sebagai olahan kekinian selain dikonsumsi dengan cara dikukus. Minuman kekinian menjadi salah satu yang memanfaatkan taro sebagai perasanya dengan karakter manis dan lembut dengan tambahan susu. Di kafe-kafe modern, minuman dengan rasa taro sering menjadi pilihan menarik bagi konsumen dengan warnanya yang serupa ungu namun sedikit putih.

Dalam industri minuman, taro umumnya diolah menjadi bentuk bubuk atau pasta. Bubuk taro instan memungkinkan penyajian minuman yang cepat dan konsisten, menjadikannya pilihan praktis bagi kafe dan produsen minuman kemasan. Sirup rasa taro juga banyak digunakan sebagai campuran dalam berbagai minuman seperti bubble tea, smoothie, atau milkshake, memberikan rasa khas yang sulit ditolak.

Selain di kafe, produk minuman kemasan dengan perisa taro semakin mudah ditemukan di pasaran. Kehadiran taro dalam format siap minum ini menawarkan kemudahan bagi konsumen yang ingin menikmati rasa taro kapan saja dan di mana saja. Adaptasi taro ke dalam produk-produk ini menunjukkan penerimaan yang luas terhadap profil rasanya di kalangan masyarakat modern.

Karakter Rasa Taro Seperti Apa?

Karakteristik rasa taro memiliki keunikan yang membedakannya dari umbi-umbian lain. Rasa taro sering digambarkan sebagai perpaduan antara manis dan lembut, dengan sedikit sentuhan rasa kacang-kacangan. Karakter rasa ini memberikan sensasi yang berbeda dan memikat, sehingga menjadikannya pilihan favorit untuk berbagai produk kuliner.

Beberapa orang mengibaratkan rasa taro seperti kombinasi antara vanila dan kelapa, yang membuatnya sangat cocok untuk berbagai aplikasi makanan dan minuman. Meskipun sering disalahpahami sebagai ubi ungu karena kemiripan warnanya pada produk olahan, taro sebenarnya memiliki profil rasa yang lebih gurih dan netral dibandingkan ubi ungu yang cenderung manis.

Tekstur taro setelah dimasak juga memiliki kekhasan, yaitu lembut dan sedikit bertepung, mirip dengan kentang. Fleksibilitas rasa dan tekstur ini memungkinkan taro untuk diolah menjadi berbagai hidangan, baik manis maupun gurih, serta menjadi perasa yang serbaguna dalam minuman.

Bagaimana Mengkonsumsi Taro atau Talas yang Aman dan Sehat?

Mengkonsumsi taro atau talas memerlukan pengolahan yang tepat untuk memastikan keamanan dan memaksimalkan manfaat kesehatannya. Talas mentah mengandung senyawa kalsium oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal dan iritasi pada kulit serta mulut jika tidak diolah dengan benar. Oleh karena itu, proses pemasakan yang memadai menjadi kunci utama.

Pengolahan dengan Pemanasan

  • Pemanasan adalah metode utama untuk menghilangkan zat iritan pada talas. Talas harus dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Metode pemanasan yang disarankan meliputi merebus, mengukus, atau memanggang. Proses ini membantu memecah kristal kalsium oksalat yang menjadi penyebab rasa gatal.
  • Saat merebus atau mengukus talas, pastikan waktu pemasakan cukup lama, biasanya sekitar 15-30 menit, hingga talas menjadi empuk. Beberapa sumber juga menyarankan untuk mengganti air rebusan atau menambahkan sedikit garam selama proses perebusan untuk membantu mengurangi kandungan oksalat.

Pengupasan Kulit

  • Pengupasan kulit talas juga memerlukan perhatian khusus. Disarankan untuk menggunakan sarung tangan saat mengupas talas untuk menghindari kontak langsung dengan getahnya yang dapat menyebabkan iritasi kulit. Setelah dikupas, talas sebaiknya segera dicuci bersih dan direndam dalam air garam selama beberapa waktu sebelum dimasak.

Kandungan Nutrisi Taro

Talas merupakan umbi-umbian yang kaya akan berbagai nutrisi penting, menjadikannya pilihan makanan yang menyehatkan. Dalam setiap 100 gram talas yang dimasak, terdapat sejumlah kalori dan nutrisi yang mendukung fungsi tubuh. Kandungan kalori dan karbohidrat dalam talas memberikan energi yang baik dengan sekitar 142 kalori dan 34 gram karbohidrat per 100 gram porsi yang dimasak.

  • Serat: Kandungan serat pada talas cukup tinggi, sekitar 5-6 gram per 100-132 gram porsi.
  • Vitamin: Talas mengandung berbagai vitamin, termasuk Vitamin C, Vitamin B6, dan Vitamin E.
  • Mineral: Umbi ini juga kaya akan mineral penting seperti Kalium, Mangan, Magnesium, dan Fosfor.
  • Antioksidan: Talas mengandung antioksidan alami, termasuk polifenol seperti quercetin.

Talas Kukus Sebagai Menu Makanan dengan Gizi Kompleks dan Cocok untuk Diet

Talas kukus merupakan pilihan menu makanan yang menawarkan gizi kompleks dan sangat sesuai untuk program diet. Proses pengukusan membantu mempertahankan sebagian besar nutrisi penting yang terkandung dalam talas, sehingga menjadikannya alternatif karbohidrat yang sehat dibandingkan nasi atau kentang.

Kandungan serat yang tinggi pada talas kukus berperan penting dalam memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini membantu mengendalikan nafsu makan dan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, yang merupakan faktor kunci dalam manajemen berat badan. Serat juga mendukung kesehatan pencernaan, melancarkan buang air besar, dan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

Selain itu, talas memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi putih, yang berarti pelepasan energinya lebih stabil dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.

Jangan Mengolah dengan Cara Digoreng karena Tidak Sehat

Mengolah talas dengan cara digoreng dapat mengurangi nilai kesehatan umbi ini secara signifikan. Proses penggorengan melibatkan penggunaan minyak dalam jumlah banyak, yang akan diserap oleh talas. Penyerapan minyak ini meningkatkan kandungan lemak dan kalori pada hidangan. Peningkatan kandungan lemak, terutama lemak jenuh, dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung.

Selain itu, suhu tinggi saat menggoreng berpotensi merusak beberapa vitamin dan antioksidan yang sensitif terhadap panas, sehingga mengurangi profil nutrisi talas. Untuk mempertahankan manfaat kesehatan talas, disarankan untuk memilih metode pengolahan yang lebih sehat seperti mengukus, merebus, atau memanggang. Metode-metode ini tidak menambahkan lemak berlebih dan membantu menjaga integritas nutrisi talas.

Manfaat Kesehatan Taro atau Talas Bagi Tubuh

Talas, atau taro, bukan sekadar umbi-umbian biasa; di balik teksturnya yang unik, talas menyimpan segudang nutrisi yang membawa dampak positif bagi tubuh. Kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan di dalamnya bekerja secara sinergis untuk mendukung berbagai fungsi biologis. Mengintegrasikan talas ke dalam pola makan dapat menjadi langkah proaktif dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.

  • Meningkatkan Kesehatan Pencernaan: Serat dalam talas membantu melancarkan buang air besar, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan usus.
  • Mengontrol Kadar Gula Darah: Talas memiliki indeks glikemik rendah dan mengandung pati resisten.
  • Menurunkan Risiko Penyakit Jantung: Kandungan serat dan kalium pada talas membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.
  • Potensi Antikanker: Talas kaya akan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan kuat.
  • Mendukung Program Diet: Serat tinggi pada talas memberikan rasa kenyang lebih lama.

Batangnya Bisa Diolah Menjadi Sayur Lompong yang Lezat

Bagian batang talas juga dapat diolah menjadi hidangan sayur yang lezat, dikenal dengan sebutan sayur lompong. Batang talas merupakan bahan olahan yang kaya nutrisi dan mudah ditemukan. Namun, seperti umbinya, batang talas juga memerlukan perlakuan khusus saat dibersihkan dan dimasak untuk menghilangkan getahnya yang dapat menyebabkan rasa gatal.

Resep Sayur Lompong

Takaran Bahan:

  • 1 ikat batang talas.
  • 5 biji asam jawa.
  • 50 gram teri medan.
  • 500 ml santan.
  • Bumbu halus, dan bumbu utuh.

Langkah Membuatnya:

  1. Kupas kulit terluar batang talas yang berwarna hijau dan potong-potong sesuai selera.
  2. Rebus potongan batang talas dengan asam jawa selama sekitar 5 menit.
  3. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan bumbu utuh dan teri medan, tumis hingga matang.
  4. Rebus air, masukkan bumbu yang sudah ditumis, lalu tuang santan dan cabai rawit utuh.
  5. Tambahkan batang talas yang sudah direbus, koreksi rasa, lalu angkat.

Cara Mengolah Talas Agar Tidak Gatal

Talas mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal pada kulit dan mulut jika tidak diolah dengan benar. Oleh karena itu, penanganan yang tepat sangat penting untuk memastikan talas aman dan nyaman dikonsumsi. Beberapa jenis talas memiliki tingkat kandungan kalsium oksalat yang berbeda, dan dengan menerapkan metode pengolahan yang benar, semua jenis talas dapat diolah menjadi hidangan yang lezat.

  • Gunakan Sarung Tangan Saat Mengupas: Menggunakan sarung tangan saat mengupas talas akan melindungi tangan dari kontak langsung dengan getah.
  • Cuci Bersih dan Rendam Air Garam: Setelah dikupas, rendam potongan talas dalam air garam selama 15-30 menit.
  • Masak Hingga Matang Sempurna: Rebus, kukus, atau panggang talas hingga benar-benar matang dan empuk.
  • Jemur Talas: Menjemur talas di bawah sinar matahari dapat membantu mengurangi getah dan kandungan oksalat.
  • Ganti Air Rebusan: Mengganti air rebusan beberapa kali dapat membantu mengurangi kadar oksalat yang terlarut.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Apakah taro dan talas itu sama?

A: Ya, taro adalah nama lain atau istilah internasional untuk talas.

Q: Apa saja kandungan nutrisi utama dalam talas?

A: Talas kaya akan karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral penting.

Q: Mengapa talas bisa menyebabkan rasa gatal dan bagaimana cara menghilangkannya?

A: Talas mengandung kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal. Untuk menghilangkannya, talas harus dimasak hingga matang dan direndam dalam air garam.

Q: Apakah talas baik untuk diet?

A: Ya, talas baik untuk diet karena tinggi serat dan memiliki indeks glikemik rendah.

Q: Selain umbinya, bagian talas apa lagi yang bisa dikonsumsi?

A: Batang talas, yang dikenal sebagai lompong, dapat diolah menjadi hidangan sayur.

Read Entire Article