Stunting di Mimika Ditekan Lewat Cara Tak Biasa, Keluarga Diberi Kolam Ikan

11 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, terus menggencarkan upaya penanganan stunting melalui Program Ketahanan Pangan Keluarga. Program ini dirancang untuk membantu keluarga yang memiliki anak dengan kondisi stunting agar bisa memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika, Yulius Koga, mengatakan, program tersebut sudah digagas sejak dua tahun lalu dan menyasar seluruh masyarakat Mimika, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP.

"Program ini terbuka untuk semua warga yang anaknya mengalami stunting. Kami ingin memastikan mereka mendapat dukungan nyata," katanya seperti dikutip dari Antara pada Kamis, 5 Maret 2026.

Program penanganan stunting ini telah berjalan di enam distrik, yakni Mimika Timur, Wania, Mimika Baru, Iwaka, Kuala Kencana, dan Kwamki Narama. Hingga kini, tercatat sebanyak 150 kepala keluarga menjadi penerima manfaat.

Yulius, menjelaskan, pihaknya menggunakan data dari Dinas Kesehatan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran. Artinya, hanya keluarga dengan anak yang terdata mengalami stunting yang akan menerima program tersebut.

Melalui Program Ketahanan Pangan Keluarga ini, setiap keluarga mendapat bantuan berupa benih sayuran, benih ikan, serta kolam ikan fiber berkapasitas 400 ekor.

Tidak hanya memberikan bantuan, tim dari dinas terkait juga turun langsung membantu proses awal, mulai dari penanaman, pengisian air kolam, hingga penebaran benih ikan.

"Setelah semuanya siap, baru kami serahkan kepada keluarga untuk dirawat dan dipelihara," kata Yulius.

Hasil panen sayuran dan ikan diharapkan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak guna menekan angka stunting. Sementara itu, hasil panen yang berlebih dapat dijual kembali kepada dinas untuk menambah penghasilan keluarga.

Uang dari hasil penjualan tersebut nantinya digunakan untuk membeli bibit baru, sehingga keluarga dapat melanjutkan usaha secara mandiri tanpa ketergantungan bantuan berkelanjutan dari pemerintah.

"Kami bantu hanya sekali. Selanjutnya mereka yang mengelola dan mengembangkan sendiri. Jika dikelola dengan rajin dan ulet, program ini tidak hanya membantu mengatasi stunting, tetapi juga bisa meningkatkan ekonomi keluarga," pungkasnya.

Pemerintah berharap program ini tidak hanya berdampak pada perbaikan gizi anak, tetapi juga membangun kemandirian dan ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan.

Read Entire Article