Mirip tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan Gejala Influenza dan Salesma

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Influenza kerap dianggap penyakit enteng padahal pada sebagian kasus bisa berujung pneumonia bahkan kematian. Bisa jadi yang disebut influenza oleh masyarakat awam itu adalah salesma atau common cold.

"Influenza bukan salesma," kata dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi, Profesor Iris Rengganis.

Influenza atau flu adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang sangat menular, disebabkan oleh virus influenza tipe A atau B.

Sementara, common cold atau salesma adalah infeksi virus ringan pada saluran pernapasan atas (hidung dan tenggorokan) penyebabnya paling sering rhinovirus.

Kebanyakan masyarakat menganggap kedua kondisi itu sama karena gejala yang mirip-mirip. Padahal ada gejala yang khas pada kedua kondisi itu.

"Kalau demam tinggi, lalu pusing banget, badan nyeri sekali, tapi bersin-bersin jarang, itu besar kemungkinan influenza," kata Iris dalam temu media bersama Kalventis di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026.

Lebih lanjut, Iris menjelaskan perbedaan gejala influenza dan salesma:

Demam

Salesma: jarang

Influenza: tiba-tiba, seringkali demam tinggi yang berakhir dalam 3-4 hari.

Sakit kepala

Salesma: jarang

Influenza: sering

Nyeri dan pegal

Salesma: ringan

Influenza: Biasa terjadi dan seringkali sangat nyeri

Lemah

Salesma: ringan

Influenza: sedang sampai berat, bisa sampai satu bulan

Terbaring di tempat tidur

Salesma: jarang atau ringan

Influenza: bisa sampai 5-10 hari

Pilek

Salesma: Sering

Influenza: kadang-kadang

Bersin-bersin

Salesma: umum

Influenza: kadang-kadang

Tenggorokan sakit

Salesma: umum

Influenza: kadang-kkadang

Batuk

Salesma: kadang-kadang, ringan

Influenza: biasa, dan bisa menjadi parah

Komplikasi

Salesma: sinus atau infeksi telinga

Influenza: pneumonia, gagal ginjal, gagal hati yang dapat mengancam nyawa.

"Pada kelompok dewasa dan lansia, influenza dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, perburukan penyakit kronis, bahkan kejadian kardiovaskular akut,” kata Iris.

Read Entire Article