Liputan6.com, Jakarta - Menjalani Ramadan tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tapi juga ketenangan pikiran dan kejernihan hati. Bulan Suci ini menjadi momen untuk melatih pengendalian diri sekaligus memperbaiki kualitas hidup secara menyeluruh.
Ustadz Muhammad Assad menegaskan bahwa inti Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga kebersihan hati.
"Di bulan Ramadan itu kita bukan hanya berpuasa menahan lapar dan haus saja, tapi bagaimana kita bisa mengademkan diri kita, hati kita, untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik contohnya menggosip," ujarnya dalam acara Ask Me Anything Session About Ramadan di Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026.
Agar Ramadan lebih bermakna, berikut empat tips sederhana menjaga keseimbangan fisik, pikiran, dan hati selama bulan puasa.
1. Menata Pikiran dengan Target Ibadah Ramadan
Salah satu cara efektif menjaga keseimbangan mental saat Ramadan adalah menetapkan target ibadah yang realistis dan terukur. Dengan adanya tujuan, hari-hari puasa menjadi lebih terarah.
Artis Vebby Palwinta, mengatakan,"Biasanya kalau Ramadan tuh kita punya target ibadah, misalnya dengan baca Al-Qur’an kita mau 30 juz selesai dalam 30 hari. Target sederhana seperti ini membantu menjaga fokus, karena hari-hari Ramadan bisa lebih terarah."
Selain membaca Al-Qur’an, target Ramadan juga bisa berupa memperbanyak sedekah, mengurangi amarah, memperbaiki hubungan dengan orang lain, atau meningkatkan kualitas salat. Pikiran yang memiliki arah jelas cenderung lebih tenang dan tidak mudah terseret emosi.
2. Menenangkan Hati dengan Dzikir dan Istigfar di Bulan Ramadan
Ketenangan batin menjadi fondasi utama keseimbangan Ramadan. Salah satu amalan sederhana yang bisa dilakukan kapan saja adalah memperbanyak dzikir dan istigfar.
"Perbanyak istighfar karena dengan beristighfar kita mengingat Allah dan insyaallah hati kita adem," kata Ustadz Assad.
Dzikir bukan hanya praktik spiritual, tapi juga cara alami mengelola stres selama Ramadhan. Saat hati gelisah atau pikiran dipenuhi kekhawatiran, dzikir membantu meredakan ketegangan, meningkatkan kesadaran diri, serta menumbuhkan rasa syukur.
3. Menjaga Fisik dengan Pola Hidup Seimbang Saat Ramadan
Keseimbangan Ramadan tidak akan tercapai tanpa kondisi tubuh yang prima. Oleh sebab itu, menjaga pola hidup sehat tetap menjadi kunci utama selama puasa.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
- Menjaga kecukupan cairan saat sahur dan berbuka.
- Memilih makanan bergizi seimbang.
- Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai.
- Tidur cukup agar tubuh tidak mudah lelah.
Tubuh yang bugar membantu pikiran lebih fokus dan hati lebih stabil. Dengan kondisi fisik yang terjaga, ibadah Ramadan pun dapat dijalankan secara optimal.
4. Mengurangi Pemicu Stres Harian
Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk mengurangi kebiasaan yang memicu kelelahan mental, seperti terlalu lama bermain media sosial, bergosip, atau memperdebatkan hal yang tidak penting.
Menggantinya dengan kegiatan positif seperti mengikuti kajian, membaca buku, atau berkumpul bersama keluarga dapat meningkatkan kualitas emosional selama Ramadan. Lingkungan yang lebih tenang dan aktivitas yang lebih bermakna akan membantu menjaga stabilitas hati.

21 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5502816/original/037409000_1771044750-AF.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503430/original/046340100_1771142320-Hari_Kanker_Anak_Internasional.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4948632/original/077167700_1726807998-fotor-ai-20240920113942.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502723/original/042977800_1771035226-luka_baakar.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502677/original/015366900_1771007250-WhatsApp_Image_2026-02-14_at_00.10.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467349/original/079815100_1767873932-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_10.37.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5502994/original/009757200_1771064615-Wakil_Menteri_Kesehatan__Wamenkes__dr._Benjamin_Paulus_Octavianus.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502645/original/043661400_1770997885-kangkung.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502902/original/057961200_1771054415-Ini_2_Pemeran_Utama_Drama_Korea__The_Art_of_Sarah_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502900/original/048366900_1771053791-Shin_Hye_Sun_Pemeran_Utama_Drama_Korea__The_Art_of_Sarah_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309480/original/092895900_1754628217-funny-young-woman-with-orange-halves-kitchen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516176/original/090359500_1626838931-slice-taro-table.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5085936/original/021429200_1736395422-caption-lucu-pagi-hari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496924/original/009579200_1770609592-Cokelat_isi_buah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499194/original/003120700_1770778924-Valentine_keluarga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5099396/original/009719200_1737184156-f6d9803e-0e20-4d3e-9c5c-71f4811dc48b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476699/original/040779000_1768795501-male-student-practicing-medicine.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5502014/original/030934800_1770965106-dicky.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502177/original/022961900_1770971651-Picture4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502243/original/091695300_1770974160-Picture9.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)