Liputan6.com, Jakarta - Masalah kelangsungan hidup masyarakat tidak hanya berpusat pada kesehatan fisik, tapi juga penampilan. Oleh karena itu, presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menginstruksikan bagi asuransi kesehatan publik untuk menanggung perawatan rambut rontok.
Mengutip The Guardian pada Selasa, 6 Januari 2026, masalah kebotakan di Korea Selatan bukan lagi soal isu kecantikan. Menurut masyarakat muda, kerontokan rambut menjadi masalah kelangsungan hidup yang perlu diatasi.
Presiden Korea Selatan ke-21 ini tampaknya menanggapi isu rambut rontok dengan serius. Meski dinilai menguntungkan, usulan ini menuai banyak kritikan negatif dari para profesional medis dan tokoh masyarakat.
Saat ini, asuransi kesehatan hanya mendanai kerontokan rambut yang disebabkan oleh kondisi medis seperti alopecia areata. Sementara itu, kebotakan pada pria umum tidak termasuk dalam cakupan asuransi.
Lee Jae Myung mengatakan, generasi muda mungkin merasa tidak adil jika hanya membayar premi asuransi tanpa merasakan manfaatnya. Hal ini mungkin juga menimbulkan rasa keterasingan pada mereka yang mengalami kondisi rambut yang menipis.
Usulan ini disampaikan olehnya selama kampanye pemilu Korea Selatan tahun 2022. Sayangnya, usulan ini sempat ditolak karena dianggap sebagai upaya mencari dukungan populis. Sehingga kebijakan terkait pendanaan perawatan rambut rontok ini dibawa kembali saat Lee Jae Myung berhasil menjadi presiden Korea Selatan saat ini.
Penampilan Fisik Menarik, Manfaat Sosial Tertarik
Kebijakan tanggungan perawatan rambut rontok ini menyoroti kondisi standar penampilan fisik di Korea Selatan. Sebuah survei tahun 2024 menampilkan sebanyak 98 persen responden percaya bahwa penampilan menarik akan mengundang manfaat sosial yang berlimpah.
Tekanan budaya Korea Selatan juga menuntut masyarakat, terutama perempuan, untuk menghadapi standar kecantikan yang tinggi. Hal ini mencakup riasan, perawatan kulit, hingga bentuk tubuh.
Pada pria, standar kecantikan bukanlah masalah besar. Namun, kunci dari rasa tidak percaya diri pria datang dari garis rambut yang kian mundur. Hal ini membuat sebagian besar pria di Korea Selatan berbondong-bondong memanjangkan poni atau mencari perawatan semahal mungkin.
Pasar perawatan rambut di Korea Selatan diperkirakan meraup untung sebanyak 188 miliar won atau setara dengan 2 triliun rupiah pada tahun 2024. Berkaitan dengan hal tersebut, kelompok industri kecantikan mengklaim bahwa sekitar 10 dari 51 juta jiwa mengalami kerontokan rambut. meski angka ini belum diverifikasi lebih lanjut.
Selain itu, sampo khusus rambut rontok semakin populer seiring berjalannya waktu. Meski dalam beberapa tahun terakhir, sebagian sampo menerima berbagai kritik atas efektivitasnya.
Tanggapan Profesional Medis
Pengusulan kebijakan Lee Jae Myung dinilai kurang tepat waktu. Pasalnya, sistem asuransi kesehatan Korea Selatan sedang menghadapi tekanan keuangan yang semakin meningkat. Proyeksi internal baru-baru ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut dapat memicu defisit sebesar 4,1 triliun won atau setara dengan 47 triliun rupiah pada tahun 2026.
Para profesional medis tampak memberikan tanggapan yang skeptis. Asosiasi Medis Korea Selatan menyatakan bahwa seharusnya pemerintah saat ini memberikan prioritas terhadap perawatan kanker dan penyakit serius lainnya.
Sementara itu, media konservatif Chosun Ilbo beropini bahwa kebijakan ini bukan sesuatu yang secara tiba-tiba diperintahkan presiden. Usulan kebijakan tersebut pastinya dilakukan dengan mengumpulkan pendapat dari warga negara yang membayar premi asuransi.
Hal ini disepakati menteri kesehatan Korea Selatan, Jeong Eun Kyeong. Dia mengatakan bahwa masyarakat harus berhati-hati dalam menafsirkan usulan presiden. Klaim ‘kelangsungan hidup’ mengacu pada rasa percaya diri generasi muda yang kerap berdampak pada kesehatan mental.
Hingga saat ini, kebijakan tersebut masih menuai pro kontra terkait urgensi nasionalnya. Presiden Lee Jae Myung diketahui juga sedang menyelidiki harga pembalut menstruasi untuk mengetahui kemungkinan adanya praktik monopoli dalam industri.
Penyebab Umum Rambut Rontok
Menurut situs Mayo Clinic, sebagian besar orang kehilangan 50 hingga 100 helai rambut per hari. Hal ini biasanya tidak begitu terlihat karena rambut baru akan tumbuh pada saat yang bersamaan. Kebotakan akan terjadi ketika rambut baru tidak lagi menggantikan rambut yang telah rontok.
Secara umum, kerontokan rambut biasanya berkaitan dengan beberapa faktor berikut:
- Riwayat genetik keluarga
- Perubahan hormonal dan kondisi medis
- Obat-obatan dan suplemen
- Terapi radiasi di area kepala
- Stres atau situasi yang menegangkan
- Kesalahan gaya rambut dan perawatan
- Penambahan usia
- Gizi yang buruk

1 day ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466051/original/084619100_1767794768-Kirinyuh_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4942667/original/082011500_1726114940-portrait-happy-asian-girl-say-hi-stops-drawing-digital-tablet-with-graphic-pen-waving-hand.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465603/original/003789400_1767771591-dark-eyes-young-girl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465385/original/008775600_1767766851-Melastoma_malabathricum_blossom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5465890/original/012027500_1767779414-bgs_super_flu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465683/original/092869200_1767773740-071007400_1767595695-patikan_kebo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5465793/original/068773900_1767776617-BGS.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465401/original/059187500_1767767641-Beluntas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465391/original/021942200_1767767008-Starr_061114-9876_Amaranthus_spinosus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465333/original/057931900_1767765096-Manfaat_Rondo_Mopol_untuk_Kesehatan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464643/original/061982900_1767697447-Screenshot_2026-01-06_175347.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462767/original/005104700_1767588776-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167221/original/031484600_1593586670-image__55_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465081/original/032660700_1767758234-tanaman_pecut_kuda_wiki.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465110/original/018957400_1767759197-peperomia-pellucida-398858_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5233266/original/017306900_1748309157-54545986289_b7d5062531_c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464980/original/090802100_1767755913-Bunga_Geranium_di_Pekarangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4258293/original/079591700_1670833243-holding_fart.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428143/original/073281800_1764480694-2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)