Gejala Campak Sangat Menular, Satu Orang Bisa Tulari 18 Orang

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Gejala campak sering kali diawali dengan demam tinggi dan tampak seperti flu biasa. Namun, di balik itu, penyakit ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Bahkan, satu orang yang terinfeksi campak bisa menularkan virus ke 18 orang lain jika tidak memiliki kekebalan.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Anggraini Alam, menjelaskan, gejala campak terbagi dalam tiga stadium yang perlu diwaspadai.

Pada stadium pertama atau fase prodromal, gejala awal ditandai demam tinggi disertai tanda khas yang dikenal dengan '3C': coryza (pilek), cough (batuk), dan conjunctivitis (mata merah).

"Mulai sakit-sakit, demamnya naik tinggi, ada 3C coryza, conjunctivitis, cough yang khas, ini tiga sampai lima hari. Kalau dokter akan memeriksa ada atau tidak koplik’s spot sebelum munculnya ruam yang khas dari campak," ujar Anggraini seperti dikutip dari Antara pada Kamis, 5 Maret 2026.

Koplik’s spot adalah bintik-bintik putih kecil di area dalam mulut yang menjadi penanda spesifik sebelum ruam muncul.

Ruam Khas yang Menyebar Bertahap

Setelah fase prodromal, gejala campak masuk ke stadium erupsi. Pada tahap ini, ruam kemerahan mulai muncul dan menyebar secara bertahap.

"Sebagai first disease karena satu-satunya hanya campaklah yang ruamnya itu biasanya mulai dari kulit dekat rambut. Jadi kita suka periksa di belakang telinga, kemudian dia akan menyebar ke batang tubuh, barulah dia ke lengan, tungkai," katanya.

Ruam campak memiliki pola khas. Dimulai dari area belakang telinga atau garis rambut, lalu turun ke wajah, badan, hingga ekstremitas. Demam biasanya tetap tinggi saat ruam muncul.

Tahap terakhir adalah stadium konvalesens. Pada fase ini, ruam berubah warna menjadi lebih gelap, mengering, lalu mengelupas seperti bersisik.

"Khas dari campak pada stadium konvalesen, dia berubah makin mengumpul ruamnya, menggelap, kemudian hilang dengan tampak bersisik," katanya.

Penularan Campak Lewat Udara

Gejala campak sangat menular karena virusnya menyebar melalui udara (airborne), bukan hanya lewat sentuhan langsung. Penularan terjadi melalui percikan batuk, bersin, bahkan saat berbicara.

Virus campak dapat melayang di udara hingga lebih dari dua jam dan menempel pada permukaan atau debu di sekitar. Lingkungan padat penduduk, lembap, dan minim ventilasi mempercepat penyebaran.

"Jadi penularan campak itu bukan main. Mirip seperti TBC, bayangkan dari satu itu bisa ke 18," ujarnya.

Masa inkubasi virus campak bisa mencapai tiga minggu. Artinya, seseorang sudah terinfeksi tetapi belum menunjukkan gejala. Ketika ruam muncul sekitar 10 hari setelah demam awal, penderita masih bisa menularkan virus.

"Sampai pada akhirnya ruam muncul 10 harian lebih, barulah anak atau kita yang bekerja baru boleh bekerja lagi. Artinya si ruamnya itu sudah menghitam mengering, barulah tidak menularkan lagi," tambahnya.

Read Entire Article