Campak Bisa Dicegah, Dokter Sarankan Vaksin 14 Hari Sebelum Mudik Lebaran 2026

6 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Campak bisa dicegah dengan imunisasi yang tepat waktu. Menjelang mudik Lebaran 2026, para orang tua diimbau untuk memastikan anak sudah mendapatkan vaksin setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan.

Dokter spesialis anak subspesialis respirologi, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) menjelaskan bahwa vaksin memerlukan waktu untuk membentuk kekebalan dalam tubuh. Oleh sebab itu, vaksinasi tidak disarankan dilakukan secara mendadak sehari sebelum perjalanan.

"Untuk mendapatkan perlindungan selama perjalanan maka vaksin itu memerlukan waktu yang cukup untuk menimbulkan kekebalan. Minimal 14 hari atau dua pekan," kata Nastiti seperti dikutip dari Antara pada Kamis, 5 Maret 2026.

Menurutnya, sebagian besar vaksin memang membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk menghasilkan respons imun yang optimal. Jika vaksin diberikan terlalu dekat dengan jadwal mudik, tubuh belum sempat membentuk perlindungan maksimal.

"Jangan mau perginya besok baru divaksinasi hari ini. Nanti bukan kenyamanan yang didapat, tetapi bisa kemungkinan demam atau nyeri di tempat suntikan, dan belum mendapatkan kekebalan karena waktunya belum cukup," tambahnya.

Pentingnya Imunisasi Sebelum Mudik

Mudik Lebaran identik dengan perjalanan jauh, keramaian, dan pertemuan dengan banyak orang. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan penyakit menular, termasuk campak yang sangat mudah menyebar melalui percikan batuk atau bersin.

Itu mengapa, kata Nastiti, imunisasi anak sebelum mudik menjadi langkah pencegahan penting. Selain vaksin campak, dia juga menyarankan orang tua memastikan anak terlindungi dari penyakit lain yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Nastiti menyebutkan beberapa penyakit yang perlu diwaspadai selama perjalanan, seperti influenza, infeksi saluran pernapasan akibat pneumococcus, hingga COVID-19.

Tak hanya itu, vaksin hepatitis A dan hepatitis B juga perlu dipertimbangkan jika anak belum mendapatkannya. Terlebih saat mudik, pola makan dan kebersihan lingkungan bisa berubah, sehingga risiko infeksi meningkat.

Lengkapi Imunisasi Dasar Anak

Secara ideal, anak sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan. Imunisasi tersebut meliputi hepatitis B, BCG, polio, difteri, tetanus, serta campak dan rubella.

"Itu kalau kita ikut program pemerintah seharusnya semua sudah terpenuhi," ujar Nastiti.

Ia juga menyarankan orang tua menyiapkan obat penurun demam sebagai langkah antisipasi jika muncul reaksi ringan setelah imunisasi.

Read Entire Article