PPDS Hospital Base Kirim 58 Dokter ke Luar Jawa, Siap Putus Ketimpangan Layanan Kesehatan

15 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau hospital base akan mengirimkan 58 peserta untuk ditempatkan di 7 wilayah luar Jawa yang masih menghadapi keterbatasan layanan medis. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Indonesia masih kekurangan puluhan ribu dokter spesialis, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota.

"Indonesia ini kekurangan puluhan ribu dokter spesialis, terutama di daerah-daerah yang jauh dari keramaian kota besar," ujarnya dalam Orientasi Pusat PPDS RSPPU Periode II 2025–2026 di Kementerian Kesehatan, Jakarta pada Rabu, 25 Februari 2026.

Melalui skema PPDS hospital base, para peserta dididik sekaligus disiapkan untuk mengabdi di wilayah yang benar-benar membutuhkan.

Sebaran Penempatan 58 Peserta PPDS

Sebanyak 58 peserta PPDS akan ditempatkan di tujuh wilayah luar Jawa dengan rincian:

  • Sumatra: 18 dokter
  • Kalimantan: 12 dokter
  • Sulawesi: 6 dokter
  • Maluku: 6 dokter
  • Papua: 6 dokter
  • Nusa Tenggara Timur: 7 dokter
  • Batam: 3 dokter

Penempatan ini difokuskan pada rumah sakit rujukan provinsi maupun kabupaten yang selama ini mengalami keterbatasan dokter spesialis.

Langkah ini diharapkan mampu memutus rantai ketimpangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.

Wajib Kembali Mengabdi ke Daerah

Peserta PPDS yang diterima merupakan putra-putri daerah. Mereka diharapkan kembali dan mengabdi di wilayah penempatan setelah menyelesaikan pendidikan.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan fakta integritas sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional.

"Setelah mereka lulus, harus kembali ke daerah yang sudah ditempatkan. Jadi tidak bisa ke mana-mana. Kalau kabur, RSPPU-nya dikunci, tidak akan bisa praktik ke rumah sakit mana pun," kata Menkes Budi.

Skema ini menjadi bentuk pengawasan sekaligus jaminan bahwa investasi pendidikan negara benar-benar berdampak pada pemerataan layanan kesehatan.

Perkuat Alat Kesehatan Modern hingga 2027

Tak hanya memperkuat sumber daya manusia melalui PPDS, pemerintah juga menargetkan pemasangan alat kesehatan modern di seluruh kabupaten/kota hingga akhir 2027.

Beberapa peralatan yang akan diperluas jangkauannya meliputi:

  • CT scan
  • Mamografi
  • Laboratorium patologi anatomi
  • Fasilitas kemoterapi

"Mulai tahun ini kepentingan terhadap kesehatan akan menjalankan direksi memasang alat-alat modern di seluruh kabupaten Indonesia," katanya.

Langkah ini merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional. Penguatan sarana dan prasarana berjalan beriringan dengan pemenuhan dokter spesialis. Tanpa tenaga ahli, peralatan modern tidak akan bisa dimanfaatkan secara optimal.

Akses Layanan Lebih Dekat dan Berkualitas

Program PPDS hospital base ini bertujuan agar masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota besar untuk mendapatkan layanan spesialis.

Kehadiran dokter spesialis di daerah diharapkan dapat:

  • Menekan angka rujukan keluar daerah
  • Mengurangi beban biaya pasien
  • Mempercepat penanganan kasus kritis

Selain itu, standar pendidikan PPDS juga mengacu pada sertifikasi internasional untuk menjaga kualitas lulusan. Dengan demikian, para dokter tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing global.

Meski begitu, orientasi utama tetap pada pengabdian di daerah yang membutuhkan.

Read Entire Article