PM Kanada: Era Kerja Sama Erat dengan AS Sudah Berakhir

4 days ago 18
Web Warta Akurat Terpercaya

Liputan6.com, Ottawa - Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada Kamis (27/3/2025) memperingatkan bahwa negaranya harus "secara drastis mengurangi" ketergantungan pada Amerika Serikat (AS), menyusul memburuknya hubungan kedua negara. Pernyataan ini menegaskan berakhirnya era kerja sama erat yang selama ini terjalin.

Setelah mengadakan rapat kabinet untuk membahas respons Kanada terhadap ancaman tarif dari Presiden Donald Trump, Carney mengatakan kepada wartawan di Ottawa bahwa dia memperkirakan hubungan kedua negara akan berubah secara fundamental.

"Hubungan lama kami dengan AS, yang berbasis pada integrasi ekonomi yang semakin dalam serta kerja sama keamanan dan militer yang erat, sudah berakhir," ujarnya seperti dikutip dari CNN.

"Sudah jelas bahwa AS bukan lagi mitra yang dapat diandalkan. Mungkin saja melalui negosiasi menyeluruh, kami bisa membangun kembali kepercayaan, namun tidak mungkin kembali seperti dulu," tegas Carney.

Dia menambahkan bahwa pemerintah di masa depan juga harus menghadapi dinamika baru ini.

"Masih banyak yang harus dilakukan dan itulah mengapa saya memilih untuk mengunjungi Prancis dan Inggris—dua mitra, sahabat, dan sekutu Kanada yang telah lama berdiri dan dapat diandalkan," kata Carney, merujuk pada kunjungan internasional pertamanya sebagai perdana menteri.

Beberapa jam sebelum Carney bicara, Trump menulis di platform media sosial Truth Social bahwa Kanada dan Uni Eropa akan menghadapi "tarif skala besar, jauh lebih tinggi dari yang direncanakan saat ini" jika mereka bekerja sama untuk "merugikan ekonomi AS."

Di Ottawa, Carney menyatakan bahwa jika tarif yang diberlakukan AS bersifat permanen, Kanada akan memerlukan "negosiasi ulang yang luas mengenai hubungan keamanan dan perdagangan dengan AS."

"Kami harus secara drastis mengurangi ketergantungan pada AS," lanjut Carney. "Kami harus mengalihkan hubungan dagang ke negara lain dan kami harus melakukan hal-hal yang sebelumnya dianggap mustahil dengan kecepatan yang belum pernah terlihat dalam beberapa generasi."

Carney menyatakan bahwa ia akan segera melakukan pembicaraan telepon dengan Trump dalam beberapa hari ke depan, setelah Gedung Putih melakukan kontak pada Rabu (26/3) malam. Meski belum berencana mengunjungi Washington, Carney - yang baru menjabat kurang dari dua minggu - menyebut kemungkinan anggota kabinetnya yang akan melakukan kunjungan.

Kanada Akan Merespons Tegas

Pernyataan terbaru Carney muncul setelah Trump mengumumkan tarif 25 persen untuk semua mobil dan suku cadang mobil yang dikirim ke AS pada Rabu. Langkah ini memicu kecaman global, dengan Carney menyebutnya sebagai "serangan langsung" yang melanggar perjanjian dagang AS-Meksiko-Kanada.

Pada Kamis, Carney mengumumkan akan menyiapkan strategi "tindakan balasan di bidang perdagangan" yang akan diungkap setelah Trump membuat pengumuman terkait langkah AS berikutnya pada 2 April.

"Ini bagian dari negosiasi," ujar Carney tanpa merinci lebih jauh. "Tidak bijaksana membuka strategi kami terlebih dahulu."

Carney mengungkapkan pemerintahnya memahami strategi tarif AS berfokus pada lima sektor kunci: industri otomotif, kayu, baja-aluminium, semikonduktor, dan farmasi.

"Kami memiliki berbagai langkah untuk merespons inisiatif tersebut," jelas Carney, menambahkan bahwa merespons setiap kebijakan AS secara terpisah tidak efektif.

"Dalam seminggu ke depan situasi akan lebih jelas dan kami akan mengambil tindakan saat itu."

Pendekatan 'tunggu dan lihat' Carney sejalan dengan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang juga akan mengumumkan rencana tarif setelah 2 April.

"Kami akan bertindak tegas. Semua opsi terbuka untuk melindungi pekerja dan kedaulatan Kanada," tegas Carney, seraya memperingatkan bahwa 'tidak ada solusi instan dalam perang dagang'.

"Saya menolak segala upaya melemahkan Kanada, menggerogoti, atau memecah belah kami demi kepentingan AS," tambahnya.

Carney juga menegaskan komitmen pemerintah melindungi pekerja dan bisnis Kanada melalui kebijakan domestik.

"Kami adalah tuan di rumah sendiri," tandas Carney, mengulangi semboyan khasnya yang berasal dari tradisi politik Quebec.

Read Entire Article
Opini Umum | Inspirasi Hidup | Global |