Liputan6.com, Jakarta - Menu All You Can Eat sering menjadi pilihan menarik sebagai menu buka puasa. Setelah seharian menahan lapar dan haus, banyak orang tergoda menikmati berbagai hidangan dalam jumlah banyak, terutama daging panggang. Namun, kebiasaan ini perlu disiasati dengan bijak agar tidak menimbulkan masalah pada pencernaan.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia serta konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB, FINASIM, FACP, FACG mengingatkan bahwa makan berlebihan saat All You Can Eat dapat meningkatkan risiko gangguan lambung, termasuk penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Menurut Ari, restoran All You Can Eat biasanya menyajikan makanan yang didominasi oleh daging merah, seperti sapi atau kambing, yang umumnya mengandung lemak cukup tinggi.
"Jadi, all you can eat itu juga salah satu faktor ya. Kalau ini all you can eat-nya daging, daging merah itu salah satu faktor risiko kalau konsumsinya berlebihan untuk kena GERD," kata pria yang juga berpraktik di Poli Penyakit Dalam Primaya Hospital Kelapa Gading pada Kamis, 5 Maret 2026.
Daging Merah Berlebihan Picu Asam Lambung
Konsumsi daging merah secara berlebihan dapat meningkatkan produksi asam lambung. Kondisi ini dapat menyebabkan cairan asam naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas atau perih di ulu hati.
Gejala tersebut dikenal sebagai heartburn, yang merupakan salah satu tanda khas GERD.
Selain itu, makan terlalu banyak dalam waktu singkat juga dapat membuat lambung bekerja lebih berat. Ari menjelaskan bahwa lambung manusia memiliki kapasitas seperti kantong dengan ukuran sekitar 600 hingga 800 cc.
Jika makanan yang masuk melebihi kapasitas tersebut, lambung bisa terasa sangat penuh. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa ingin muntah, sesak napas, hingga jantung berdebar.
"Kalau diisi makanan terlalu banyak, lambung bisa terasa penuh sekali. Bahkan pada beberapa orang bisa sampai sesak atau jantung berdebar," tambahnya.
Risiko Makan Berlebihan saat All You Can Eat
Kebanyakan restoran All You Can Eat juga memberikan batas waktu makan, biasanya sekitar dua jam. Situasi ini sering membuat orang makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat agar merasa “tidak rugi”.
Padahal, makan terburu-buru membuat makanan tidak terkunyah dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan lambung membesar secara tiba-tiba atau mengalami dilatasi.
Dalam kondisi tertentu, seseorang bahkan bisa mengalami perut sangat penuh hingga tidak mampu muntah.
"Kalau dia mengalami kondisi itu, makan all you can eat tiba-tiba perutnya terasa penuh dan tidak bisa muntah, sebaiknya segera ke rumah sakit," ujar Ari.
Dia menjelaskan bahwa dokter biasanya akan memasang selang untuk mengeluarkan cairan atau gas dari lambung agar kondisi pasien lebih stabil.
Pada kasus yang lebih parah, makan berlebihan juga dapat menyebabkan kebocoran lambung atau usus sehingga pasien harus segera mendapatkan penanganan di instalasi gawat darurat (IGD).

3 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522370/original/075643300_1772762097-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_8.49.39_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5522230/original/Dalam_Fakultas_Kedokteran_Universitas_Indonesia_serta_konsultan_Gastroenterologi_dan_Hepatologi_di_RSUPN_Dr._Cipto_Mangunkusumo__Prof._Dr._dr._Ari_Fahrial_Syam__Sp.PD-KGEH.__MMB__FINASIM__FACP__F.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522206/original/011264200_1772726504-WhatsApp_Image_2026-03-05_at_22.44.31.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4891427/original/037770000_1720962010-fotor-ai-20240714195410.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439390/original/003356400_1765356806-woman-having-stomach-ache-with-hands-belly-discomfort-from-menstrual-cramps-girl-feeling-nauseous.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5521044/original/083490600_1772678472-ali.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3224866/original/056906700_1598937654-20200901-Imunisasi-Campak-Anak-Sekolah-Dasar-DWI-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521335/original/053604000_1772686718-kosmetik_ilegal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2702731/original/057697000_1547351027-20190113-Cek-Darah-CFD-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4993874/original/056837800_1730895197-fotor-ai-2024110619038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5169925/original/048844800_1742555852-b1815524-87c8-4e58-8c23-c7bc75faa5de.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521133/original/016331700_1772680805-WhatsApp_Image_2026-03-05_at_10.16.04_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2820341/original/083466100_1559290790-20190531-Arus-mudik-di-Tol-Bawen-Herman-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516147/original/045962400_1772261219-ruam.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520832/original/014617500_1772644759-WhatsApp_Image_2026-03-04_at_23.59.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520838/original/025142700_1772645948-WhatsApp_Image_2026-03-05_at_00.35.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5013409/original/047259700_1732074322-tips-menjaga-kesehatan-mental-remaja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520077/original/032531100_1772606240-puasa__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519755/original/044935800_1772595913-penyakit_kronis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5060392/original/082202200_1734756280-1734752070944_tips-memilih-sepeda-listrik.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)