Mitos vs Fakta HPV, Dari Cara Penularan Hingga Siapa yang Paling Berisiko

11 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Human Papilloma Virus (HPV) masih sering disalahpahami di masyarakat. Banyak anggapan yang beredar, mulai dari siapa yang bisa terinfeksi hingga cara penularannya. Padahal, informasi yang keliru bisa membuat pencegahan menjadi tidak optimal.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E, Subsp. Ven, FINSDV, FAADV menegaskan bahwa HPV bukan hanya persoalan perempuan, melainkan masalah kesehatan yang bisa menyerang siapa saja.

"HPV itu bukan penyakit perempuan saja. Laki-laki dan perempuan sama-sama berisiko terinfeksi, sehingga pencegahannya juga harus menyasar keduanya," ujar Hanny.

HPV Bisa Menyerang Semua Gender

Salah satu mitos terbesar adalah anggapan bahwa HPV hanya menyerang perempuan. Faktanya, kata Hanny, HPV dapat menginfeksi laki-laki dan perempuan dengan risiko yang sama. Pada laki-laki, infeksi ini bahkan bisa tidak bergejala, sehingga sering tidak disadari.

Dia menjelaskan bahwa kondisi ini membuat HPV menjadi lebih berbahaya karena bisa menular tanpa diketahui.

Penularan HPV Tidak Hanya Lewat Hubungan Seksual

Masyarakat juga sering mengira HPV hanya menular melalui hubungan seksual. Padahal, ini tidak sepenuhnya benar.

"HPV bisa menular melalui kontak kulit ke kulit, aktivitas seksual, dan juga dari ibu ke bayi saat proses persalinan normal," ujar Hanny.

Artinya, penularan HPV tidak selalu terjadi melalui hubungan seksual penetratif saja, tapi juga melalui kontak langsung yang melibatkan area kulit atau mukosa yang terinfeksi.

Vaksin HPV Bukan untuk Perilaku Seks Bebas

Mitos lain yang masih sering beredar adalah anggapan bahwa vaksin HPV dapat mendorong perilaku seksual berisiko pada remaja. Hal ini juga ditegaskan sebagai informasi yang keliru.

"Vaksin HPV tidak berhubungan dengan perilaku seksual. Vaksin ini adalah bagian dari imunisasi rutin untuk memberikan perlindungan sejak dini terhadap infeksi yang bisa menyebabkan kanker," kata Hanny.

Dengan kata lain, vaksin HPV berfungsi sebagai perlindungan kesehatan, bukan pemicu perubahan perilaku.

Vaksin HPV Tidak Hanya untuk Negara Barat

Ada pula anggapan bahwa vaksinasi HPV pada laki-laki hanya menjadi prioritas di negara-negara Barat. Namun, fakta menunjukkan hal yang berbeda.

"Beberapa negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Arab Saudi sudah menerapkan vaksin HPV netral gender, artinya diberikan pada laki-laki dan perempuan," tambah Hanny.

Hal ini membuktikan bahwa kesadaran global terhadap pentingnya vaksin HPV sudah meluas, tidak terbatas pada satu kawasan tertentu.

Siapa yang Paling Berisiko HPV?

HPV dapat menyerang siapa saja, tetapi risiko meningkat pada individu yang aktif secara seksual, memiliki banyak pasangan, atau memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Namun, kata Hanny, karena penularannya bisa terjadi tanpa gejala, setiap orang tetap memiliki potensi risiko.

Oleh sebab itu, Hanny menekankan pentingnya edukasi dan pencegahan sejak dini. "Kunci utamanya adalah pemahaman yang benar. Kalau masyarakat tahu faktanya, pencegahan bisa jauh lebih efektif," pungkasnya.

Read Entire Article