Liputan6.com, Jakarta - Menunda pergi ke dokter gigi masih menjadi kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang. Tidak sedikit yang memilih menunggu hingga rasa sakit muncul atau kondisi gigi sudah parah sebelum akhirnya memutuskan untuk berobat. Padahal, kebiasaan ini justru bisa memperburuk keadaan dan membuat perawatan menjadi lebih rumit dibandingkan jika ditangani sejak dini.
Masalah kecil dalam rongga mulut, seperti gigi berlubang ringan atau penumpukan karang gigi, sebenarnya bisa diatasi dengan tindakan sederhana. Namun, jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi infeksi, kerusakan gigi yang lebih dalam, bahkan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Inilah alasan mengapa menunda ke dokter gigi bisa berakibat fatal, baik dari segi kesehatan maupun biaya perawatan.
Idealnya, pemeriksaan ke dokter gigi dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali, meskipun tidak ada keluhan. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi masalah sejak awal serta menjaga kesehatan gigi dan mulut tetap optimal. Dengan kebiasaan kontrol rutin, Anda bisa mencegah berbagai risiko serius dan menjaga senyum tetap sehat tanpa harus melalui perawatan yang kompleks.
Lantas bagaimana penjelasan soal menunda ke dokter gigi bisa berakibat fatal? Berikut penjelasan dari dokter gigi Rahmat Agung kepada Liputan6.com.
Menunda ke Dokter Gigi Bisa Berakibat Fatal
Menurut dokter gigi Rahmat Agung, salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan masyarakat adalah menunda pergi ke dokter gigi hingga kondisi sudah parah. Ia menegaskan bahwa kebiasaan ini justru membuat penanganan menjadi lebih sulit.
"Sebenarnya ke dokter gigi jangan menunggu parah, karena jika menunggu parah maka perawatannya akan lebih kompleks," jelasnya.
Artinya, semakin lama masalah dibiarkan, semakin besar pula tindakan medis yang diperlukan. Ia juga menjelaskan bahwa banyak masalah gigi dan mulut sebenarnya dimulai dari kondisi yang ringan, seperti plak, karang gigi, atau lubang kecil yang belum terasa sakit.
Jika diperiksakan lebih awal, perawatannya cenderung sederhana, cepat, dan tidak memerlukan biaya besar. Namun, ketika sudah berkembang menjadi infeksi atau kerusakan parah, pasien mungkin harus menjalani prosedur yang lebih kompleks seperti perawatan saluran akar bahkan pencabutan gigi.
Lebih lanjut, dokter Agung menekankan pentingnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin, bukan hanya saat merasa sakit. Dengan kontrol berkala setiap enam bulan sekali, berbagai potensi masalah bisa dideteksi sejak dini sebelum menimbulkan keluhan serius. Hal ini tidak hanya menjaga kesehatan gigi dan mulut tetap optimal, tetapi juga membantu menghindari perawatan yang rumit dan biaya yang lebih besar di kemudian hari.
Masalah Gigi dan Mulut Sekecil Apapun Harus Segera ke Dokter
Dokter yang praktik di Surya Dental Temanggung dan Magelang ini menekankan pentingnya tidak mengabaikan masalah sekecil apa pun yang terjadi di dalam rongga mulut.
"Jadi sekecil apa pun masalah dalam rongga mulut harus segera diperiksakan ke dokter gigi," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa keluhan ringan seperti ngilu, bau mulut, atau gusi mudah berdarah bukan hal sepele yang bisa diabaikan begitu saja.
Menurutnya, banyak pasien datang ketika kondisi sudah berkembang menjadi lebih serius karena sebelumnya menganggap keluhan tersebut tidak berbahaya. Padahal, gejala ringan sering kali menjadi tanda awal dari masalah yang lebih besar, seperti gigi berlubang, infeksi gusi, atau penumpukan plak yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan mulut. Dengan pemeriksaan lebih awal, dokter dapat memberikan penanganan sederhana sebelum kondisi memburuk.
Dokter Agung menjelaskan bahwa tindakan preventif jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan saat kondisi sudah parah. Pemeriksaan sejak dini tidak hanya membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga menghindarkan pasien dari perawatan yang lebih kompleks, memakan waktu, dan biaya lebih besar. Oleh karena itu, kesadaran untuk segera memeriksakan diri ke dokter gigi saat muncul keluhan sekecil apa pun menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Wajib Periksa Minimal 6 Bulan Sekali
Ia menekankan bahwa pemeriksaan gigi tidak harus menunggu adanya keluhan. "Bahkan jika tidak ada keluhan pun harusnya kita diwajibkan buat kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga pencegahan sejak dini.
Menurutnya, banyak masalah gigi berkembang secara perlahan tanpa disadari, seperti penumpukan plak, karang gigi, atau lubang kecil yang belum menimbulkan rasa sakit. Tanpa pemeriksaan rutin, kondisi tersebut bisa terus memburuk hingga akhirnya menimbulkan keluhan serius. Dengan kontrol setiap enam bulan, dokter dapat mendeteksi tanda-tanda awal masalah dan segera memberikan penanganan yang tepat sebelum menjadi lebih parah.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan kontrol rutin juga membantu menjaga kebersihan rongga mulut secara optimal. Selain pemeriksaan, pasien biasanya mendapatkan tindakan pembersihan profesional serta edukasi mengenai cara merawat gigi yang benar. Dengan begitu, risiko penyakit gigi dan gusi dapat ditekan, sekaligus menghindari perawatan yang lebih kompleks dan biaya yang lebih besar di masa depan.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Menunda ke Dokter Gigi Bisa Berakibat Fatal
1. Kenapa tidak boleh menunda ke dokter gigi?
Jawaban: Menunda ke dokter gigi dapat membuat masalah kecil berkembang menjadi lebih serius. Kondisi seperti gigi berlubang ringan bisa berubah menjadi infeksi yang membutuhkan perawatan lebih kompleks.
2. Apa saja risiko jika menunda perawatan gigi?
Jawaban: Risikonya meliputi kerusakan gigi yang semakin parah, infeksi gusi, bau mulut, hingga kemungkinan kehilangan gigi. Dalam kasus tertentu, infeksi juga bisa menyebar dan memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
3. Kapan waktu yang tepat untuk ke dokter gigi?
Jawaban: Sebaiknya segera periksa ke dokter gigi saat muncul keluhan sekecil apa pun, seperti ngilu atau gusi berdarah. Selain itu, kontrol rutin dianjurkan minimal setiap 6 bulan sekali meskipun tidak ada keluhan.
4. Apakah harus ke dokter gigi jika tidak merasa sakit?
Jawaban: Ya, tetap perlu. Banyak masalah gigi tidak langsung menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum menjadi parah.
5. Apa manfaat pemeriksaan gigi secara rutin?
Jawaban: Pemeriksaan rutin membantu menjaga kebersihan mulut, mencegah penyakit gigi dan gusi, serta menghindari perawatan yang lebih rumit dan mahal di kemudian hari.

21 hours ago
11
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544200/original/042885400_1775093095-Usaha_Kerajinan_Tangan_Kustom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5559990/original/038897500_1776655094-cuci_darah__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560894/original/016090900_1776706450-Screenshot_2026-04-21_003254.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3018102/original/093620400_1578636974-nursultan-bakyt-Y0YYO_oelIo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5559989/original/030570600_1776655094-cuci_darah__4_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5559988/original/022076400_1776655094-cuci_darah__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5559987/original/012280800_1776655094-cuci_darah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5192247/original/062308400_1745123051-WhatsApp_Image_2025-04-18_at_12.41.46.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5235879/original/098533200_1748439221-portrait-young-lady-sitting-chair-with-book-hand-amazedly-looking-cellphone-near-sitting-man-home-isolated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559281/original/045701800_1776563924-pilates.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5213943/original/014609500_1746704763-smiley-woman-showing-her-acne-with-confidence_23-2148982568.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5558363/original/023375000_1776415728-gula.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5009224/original/056179900_1731817855-nebular-fst5TO4g-N4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5558156/original/021922800_1776407904-siti_nadia__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458343/original/046539900_1767077803-IMG-20251230-WA0049.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/996464/original/027911700_1442841867-lidah_mertua.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4928792/original/000757800_1724724827-Ilustrasi_cedera_otot_saat_berolahraga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525619/original/086098300_1773046997-Gemini_Generated_Image_xcjmjhxcjmjhxcjm.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2237382/original/009362900_1528099194-WhatsApp_Image_2018-06-04_at_14.47.05.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5278092/original/049106200_1752053907-1cfa3f7c-0155-4bd6-9d09-5676ce1684ff.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453378/original/090115300_1766476856-disab_cirebon.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477859/original/053823700_1768883478-disabilitas_kab_probolinggo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455127/original/080720800_1766634287-natal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457498/original/029853000_1767002852-WhatsApp_Image_2025-12-29_at_15.31.11_3f186a85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473955/original/050209800_1768462709-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1216325/original/021439400_1461734180-dokter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5425992/original/049039500_1764245301-20251126AA_PMPC_Persija_Vs_PSIM-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432107/original/022771100_1764756771-Flu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452727/original/035236000_1766455041-peparkot_serang.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5461255/original/043750800_1767354469-20260102AA_PMPC_Persija_Jakarta_Jelang_Lawan_Persijap_Jepara-12.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440982/original/029784500_1765449160-Bonnie_Blue.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455631/original/056411400_1766721548-aceh_ispa.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482139/original/022541100_1769162196-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493594/original/084966300_1770260452-1.jpg)