Liputan6.com, Jakarta - Istilah super flu virus belakangan ramai digunakan untuk menyebut Influenza A (H3N2) Subclade K. Namun, sebutan ini sejatinya bukan nama medis resmi.
Epidemiolog Dicky Budiman menjelaskan, istilah super flu virus muncul dari media dan masyarakat di berbagai belahan dunia untuk menyebut subvarian influenza A (H3N2) Subclade K. Subvarian ini memiliki karateristik berbeda dibandingkan virus influenza lainy.
Pertama, subvarian influenza A (H3N2) subclade K cenderung menyebabkan wabah influenza datang lebih awal di musim dingin. Musim dingin di negara-negara belahan Bumi bagian utara biasanya hadir di akhir Oktober, biasanya wabah flu datang di saat tersebut. Namun, subvarian influenza A (H3N2) subclade K membuat wabah terjadi sebelum musim dingin tiba. Sekitar 3-4 minggu sebelum masuk musim dingin.
"Sekarang, sebelum musim dingin sudah menyebabkan wabah, itu akhirnya disebut super flu," kata Dicky dalam keterangan suara yang diterima Health Liputan6.com ditulis Jumat, 2 Januari 2026.
Alasan kedua disebut super flu virus lantaran gejala yang muncul lebih kentara dan lebih sedikit mengganggu. Terutama hal ini terjadi pada anak-anak di bawah lima tahun dan orang lanjut usia.
"Flu lebih berat, batuk lebih lama, banyak dahak nyeri saat menelan yang lebih nyeri," tutur Dicky lagi.
Alasan Lain Influenza Subclade K Dijuluki Super Flu Virus
Influenza A (H3N2) Subclade K disebut super flu virus karena lebih menyebabkan perawatan di rumah sakit dan lebih lama.
"Rata-rata bisa 7 hari, bisa 7 sampai 14 hari. Itu kenapa disebut super flu virus," tutur Dicky.
Lebih lanjut, Dicky mengatakan pada kelompok berisiko tinggi, misalnya orang dengan komorbid tekanan darah tinggi dan hipertensi, orang dengan gangguan imunitas dan anak di bawah 5 tahun kondisinnya bisa parah bila terinfeksi virus tersebut.
Belum Tepat Dijuluki Super Flu Virus
Dicky mengatakan subclade K belum begitu tepat untuk mendapat julukan super flu virus. Di sisi lain, tidak pula dapat disebut sebagai flu biasa.
“Walaupun belum tepat banget disebut super flu karena bukan nama ilmiah atau nama resmi, tapi ya disebut sebagai flu biasa juga tidak bisa untuk subclade K ini.”
“Karena, memang sedikit lebih serius khususnya pada kelompok rawan dan tentu ini bukan flu biasa,” jelas pria yang mendapatkan PhD dari Griffith University Australia itu.
62 Kasus Super Flu Virus di Indonesia
Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025. Sementara itu, ada juga ilmuwan yang menyebut penemuan Subclade K pada Juni 2025. Hingga akhir 2025, subclade K super flu virus telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.
Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan di sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand pada Juli 2025.
“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan," kata Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine dalam keterangan tertulis.
Prima mengatakan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025 menemukan subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025. Pada akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi.
"Terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelas Prima lagi.

2 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432107/original/022771100_1764756771-Flu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460719/original/079940300_1767274638-WhatsApp_Image_2026-01-01_at_20.17.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1216325/original/021439400_1461734180-dokter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432108/original/063647300_1764756771-20142.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460192/original/068415600_1767238990-doa_awal_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460403/original/077184100_1767249323-subclade_k.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361081/original/071430700_1758776046-2148504478.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5172907/original/022190800_1742798230-IMG_20250324_132032.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4867540/original/064454500_1718771569-happy-friends-eating-drinking-beers-barbecue-dinner-sunset-time.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4927476/original/086438500_1724590220-woman-wearing-protective-face-mask.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457465/original/030159200_1767002167-cara_merayakan_tahun_baru_sendirian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3336292/original/057238500_1609250880-20201229-Jalan-Tahun-Baru-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456776/original/025750300_1766969971-Ilustrasi_Tradisi_Makan_Anggur_saat_Tahun_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459065/original/084986200_1767152483-super_flu_vaksin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457868/original/066177100_1767063627-diabetic_foot.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4068172/original/056708200_1656560403-cheerful-beautiful-young-asian-woman-feeling-happy-smiling-camera-while-traveling-street-downtown-city.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4613173/original/017589700_1697511054-_fpdl.in__young-couple-feeling-unhappy-their-relationship-ignoring-each-other-after-quarrel-bedroom_637285-1650_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376531/original/070546200_1760007163-sppg6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4278478/original/033818600_1672538147-20221231-pesta_kembang_api-HERMAN_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5159830/original/087998900_1741761265-Lipstik.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)