Luka Bakar Tak Ditangani, Ini 7 Dampak yang Bisa Terjadi

19 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Luka bakar apalagi yang parah perlu segera ditangani. Penanganan luka bakar bisa dilakukan dengan rekonstruksi, ini adalah tindakan bedah plastik untuk mengembalikan bagian tubuh yang rusak ke arah mendekati normal.

Dokter spesialis bedah plastik - rekonstruksi dan estetik, Andi Azwadi Rais, dari RS EMC Alam Sutera, mengatakan jika rekonstruksi tidak dilakukan setelah luka bakar, dampaknya tidak hanya soal penampilan, tapi bisa picu:

Kulit Menjadi Kaku dan Menarik Jaringan Sekitar

Setelah luka bakar sembuh, kulit biasanya tidak kembali seperti semula. Area tersebut bisa menjadi keras, kaku, dan tidak elastis. Akibatnya, kulit akan menarik jaringan di sekitarnya.

“Kalau luka bakar terjadi di area sendi seperti leher, siku, lutut, atau jari, kondisi ini bisa membuat gerakan menjadi terbatas. Aktivitas sederhana seperti menoleh, menggenggam, atau berjalan pun bisa terasa sulit dan tidak nyaman,” kata Andi mengutip laman EMC, Sabtu (14/2/2026).

Gangguan Fungsi Organ di Sekitar Luka

Luka bakar di area wajah, tangan, kaki, atau tubuh bagian tertentu bisa mengganggu fungsi penting jika tidak diperbaiki. Contohnya:

  • Luka bakar di sekitar mulut bisa menyulitkan makan dan berbicara
  • Luka di kelopak mata dapat membuat mata sulit menutup sempurna
  • Luka di tangan dapat mengganggu kemampuan memegang atau melakukan aktivitas harian
  • Tanpa rekonstruksi, fungsi-fungsi ini bisa terganggu dalam jangka panjang.

Nyeri Berkepanjangan dan Rasa Tidak Nyaman

Bekas luka bakar yang tidak ditangani dengan baik sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman. Kulit bisa terasa perih, tertarik, atau sensitif terhadap sentuhan.

Pada beberapa orang, rasa nyeri ini tidak hanya muncul sesekali, tetapi bisa menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan saat beristirahat.

Risiko Luka Mudah Terbuka Kembali

Kulit bekas luka bakar biasanya lebih tipis dan rapuh. Tanpa rekonstruksi, area tersebut lebih mudah terluka kembali, baik karena gesekan ringan maupun tekanan. Jika luka terbuka kembali, proses penyembuhan bisa berulang dan berisiko menimbulkan infeksi, yang tentu akan memperpanjang masalah.

Perubahan Bentuk Tubuh yang Menetap

Luka bakar yang luas atau dalam dapat mengubah bentuk tubuh secara permanen jika tidak diperbaiki. Permukaan kulit bisa tampak tidak rata, menebal, atau tertarik ke satu arah.

Perubahan ini tidak selalu membahayakan secara langsung, tetapi dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kenyamanan seseorang dalam beraktivitas maupun bersosialisasi.

Dampak Psikologis dan Emosional

Tidak sedikit orang yang merasa minder, cemas, atau menarik diri dari lingkungan sosial akibat perubahan pada tubuh setelah luka bakar. Jika bekas luka menyebabkan keterbatasan gerak atau perubahan tampilan yang cukup jelas, beban emosional bisa semakin terasa. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Rekonstruksi Bukan Sekadar Soal Penampilan

Penting dipahami bahwa rekonstruksi setelah luka bakar bukan hanya untuk memperbaiki tampilan, tetapi juga untuk:

  • Membantu mengembalikan fungsi gerak
  • Mengurangi rasa tidak nyaman
  • Mencegah masalah lanjutan di kemudian hari
  • Mendukung aktivitas harian agar kembali lebih optimal.

Setiap kondisi luka bakar memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga kebutuhan rekonstruksi pun tidak selalu sama pada setiap orang. Jika rekonstruksi tidak dilakukan setelah luka bakar, berbagai dampak bisa muncul, mulai dari keterbatasan gerak, gangguan fungsi tubuh, rasa nyeri berkepanjangan, hingga penurunan kualitas hidup.

“Penanganan yang tepat dan menyeluruh dapat membantu mencegah masalah jangka panjang dan mendukung proses pemulihan yang lebih baik,” pungkas Andi.

Read Entire Article