GERD Rentan Kambuh saat Mudik Lebaran 2026, Guru Besar FKUI Ungkap Cara Mencegahnya

8 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan jauh saat Mudik Lebaran 2026 bisa menjadi tantangan bagi penderita asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Perubahan pola makan, kelelahan, hingga stres akibat kemacetan berpotensi memicu kambuhnya gejala di tengah perjalanan.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia serta konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB, FINASIM, FACP, FACG menyarankan agar penderita GERD merencanakan perjalanan mudik dengan lebih bijak agar kondisi kesehatan tetap terjaga.

Salah satu cara yang dianjurkan adalah melakukan perjalanan pada malam hari atau saat tidak sedang berpuasa.

"Saya anjurkan sebaiknya dia melakukan perjalanan mudik di malam hari, artinya tidak dalam kondisi berpuasa. Karena kalau dia melakukan perjalanan di siang hari, pasti energinya lebih terkuras," kata Ari di Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut pria yang juga berpraktik di Poli Penyakit Dalam Primaya Hospital Kelapa Gading, perjalanan jauh dalam kondisi berpuasa dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. Kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan asam lambung, terutama jika seseorang juga mengalami stres atau kelelahan selama perjalanan.

Bawa Bekal Makanan Sendiri

Selain memilih waktu perjalanan, penderita GERD juga disarankan membawa makanan sendiri dari rumah. Hal ini penting untuk menghindari konsumsi makanan yang tidak terjamin kebersihan maupun kandungannya.

Ari mengungkapkan bahwa setiap musim Lebaran, rumah sakit di berbagai daerah sering menerima banyak pasien dengan keluhan GERD atau mag. Salah satu penyebabnya adalah pola makan yang kurang terjaga selama perjalanan maupun saat bersilaturahmi.

Beberapa jenis makanan yang kerap memicu naiknya asam lambung antara lain gorengan, cokelat, dan keju.

Oleh sebab itu, kata Ari, penderita GERD sebaiknya membatasi konsumsi gorengan selama perjalanan mudik. Makanan tinggi lemak tersebut dapat memperlambat proses pengosongan lambung sehingga memicu refluks asam lambung.

Kelola Stres saat Terjebak Macet

Selain makanan, stres juga menjadi faktor yang dapat memperparah gejala GERD. Situasi perjalanan mudik yang identik dengan kemacetan panjang sering kali membuat pemudik merasa tegang dan lelah.

Guna mengatasinya, Ari menyarankan agar pemudik menyiapkan aktivitas ringan yang dapat membantu mengurangi stres selama perjalanan.

"Karena sudah pasti jalanan macet, jadi dia juga mesti siap dengan gawai, ada powerbank-nya. Artinya tetap ada aktivitas yang bisa dilakukan sehingga stresnya juga berkurang," katanya.

Dengan melakukan aktivitas ringan seperti mendengarkan musik, menonton, atau membaca, kondisi mental pemudik dapat tetap terjaga meskipun perjalanan memakan waktu lama.

Read Entire Article