Di Balik Serunya Buka Puasa Bersama, Menkes Budi Ingatkan Risiko Penyakit Gen Z yang Mengintai

8 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Momen buka puasa bersama atau bukber selalu menjadi salah satu tradisi yang paling ditunggu selama bulan Ramadan. Selain menikmati menu buka puasa yang lezat, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan teman, keluarga, maupun rekan kerja.

Namun, di balik keseruannya, ada kebiasaan yang sering tidak disadari dan justru berisiko bagi kesehatan. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan momen berbuka sebagai ajang 'balas dendam' setelah seharian berpuasa.

Menurutnya, kebiasaan langsung melahap banyak makanan saat azan Magrib berkumandang dapat memberikan beban berat pada lambung.

"Bukber bagus, sih, buat silaturahmi. Tapi bisa jadi tidak sehat, loh, kalau kita bukber begitu bedug berbunyi langsung makan ini semua sekaligus dalam waktu yang sangat singkat," kata Menkes Budi sambil memperlihatkan menu buka puasa yang kerap disantap masyarakat.

"Itu enggak sehat banget, loh," tambahnya seperti dikutip dari unggahan video di akun Instagram pribadinya, @bgsadikin.

Dia, menjelaskan, setelah berpuasa seharian, kondisi lambung dalam keadaan kosong. Jika tiba-tiba diisi dengan banyak makanan dalam waktu singkat, sistem pencernaan bisa 'kaget' karena harus bekerja lebih keras secara mendadak.

Akibatnya, produksi asam lambung dapat meningkat dan memicu berbagai keluhan pencernaan, termasuk penyakit Gastroesophageal Reflux Disease alias GERD.

"Nah, kalau kita makan sebanyak ini dengan waktu singkat, itu akan menyebabkan penyakit Gen Z sekarang, namanya GERD," ujarnya.

Selain itu, menu buka puasa yang disajikan saat bukber juga kerap tinggi gula dan karbohidrat. Mulai dari minuman manis, gorengan, hingga makanan berat yang berlemak.

Kombinasi tersebut bisa membuat perut terasa penuh atau begah setelah makan. Tidak hanya itu, tubuh juga menjadi lebih cepat lelah dan mengantuk.

Perut jadi begah dan badan jadi berat. "Ini nanti akan membuat kita ngantuk. Jadi, pada saat kita salat Tarawih, sudah pasti nggak dengerin ustaz-nya ngomong apa," kata Menkes Budi.

Oleh sebab itu, Menkes Budi mengajak masyarakat untuk kembali meluruskan niat berpuasa, yakni menahan hawa nafsu, termasuk dalam hal makan dan minum saat berbuka.

Menkes menekankan pentingnya menjaga pola makan yang sehat selama Ramadan agar ibadah tetap lancar dan tubuh tetap bugar.

"Sayangi lambung kalian. Kalau kita makannya benar dan teratur, Insyaallah ibadah kita juga lancar dan badan tetap sehat sampai hari raya nanti," ujarnya.

Dia pun menyarankan agar masyarakat berbuka secara bertahap, misalnya dimulai dengan air putih dan makanan ringan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan makanan utama setelah salat Magrib.

Dengan pola makan yang lebih teratur, momen bukber tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.

View this post on Instagram

A post shared by Budi Gunadi Sadikin (@bgsadikin)

Read Entire Article