Liputan6.com, Jakarta - Kasus campak terjadi pada dua warga Australia yang memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.
Merespons notifikasi resmi International Health Regulation (IHR) dari Otoritas Kesehatan Australia ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memastikan langkah penguatan surveilans atau deteksi dini dan imunisasi tambahan terus diintensifkan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2), dr. Andi Saguni, menjelaskan bahwa notifikasi tersebut telah diterima dan segera ditindaklanjuti melalui langkah mitigasi strategis.
“Kementerian Kesehatan telah menerima notifikasi resmi melalui mekanisme IHR terkait dua kasus campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia. Sebagai langkah cepat, kami melakukan penguatan surveilans penyakit campak serta mengintensifkan imunisasi campak tambahan bagi anak usia sekolah, terutama di daerah dengan beban kasus tertinggi sepanjang 2025–2026,” terang Andi di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (23/2) seperti mengutip laman Kemenkes.
Kasus pertama melibatkan seorang perempuan usia 18 dengan riwayat vaksinasi lengkap yang menempuh rute Jakarta–Perth pada awal Februari. Kasus kedua melibatkan anak perempuan usia 6 tahun tanpa riwayat imunisasi yang melakukan perjalanan Jakarta–Sydney pada pertengahan Februari. Keduanya terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan PCR setelah menunjukkan gejala demam dan ruam.
Selain memperkuat surveilans dan imunisasi, Kemenkes juga menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit, untuk mengantisipasi dan menangani potensi kasus dengan komplikasi.
Imbauan untuk Orang Tua
Andi turut mengimbau orang tua untuk:
- Melengkapi status imunisasi campak anak sesuai jadwal;
- Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); dan
- Segera melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gejala demam dan ruam, serta membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan.
“Komunikasi, informasi, dan edukasi terus digalakkan agar masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang,” imbau Andi.
Berdasarkan data Kemenkes, tercatat 11.094 kasus campak terkonfirmasi sepanjang 2025. Sementara itu, hingga Februari 2026 telah dilaporkan sebanyak 550 kasus. Meski demikian, Andi menegaskan bahwa saat ini belum ada penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional.
Campak di Indonesia
Terkait campak di Indonesia, laman Global Measles Outbreaks dari Center of Diseases Control dan Prevention (CDC) Amerika Serikat pada 11 Februari 2026 yang mengutip data WHO menunjukkan Indonesia adalah negara kedua terbanyak kasus wabah campaknya. Hal ini berdasarkan daftar 10 negara terbanyak KLB campak atau Top 10 countries with measles outbreaks.
Data ini didasarkan pada data pengawasan bulanan sementara yang dilaporkan kepada WHO per Januari 2026. Data yang tercantum mencakup periode Juli 2025 - Desember 2025.
Urutannya adalah pertama Yaman dengan 11.288 kasus campak, lalu disusul Indonesia dengan 10.744 kasus campak.
India yang penduduknya 1,3 miliar memiliki jumlah kasus wabah campak di bawah Indonesia yakni urutan ke tiga (9.666 kasus). Disusul Pakistan dengan 7.361, Angola 4.843, Republik Demokratik Rakyat Laos 3.167, Meksiko 2.846 kasus, Nigeria 2.755, Afganistan 2.668 dan Mongolia di urutan ke sepuluh dengan 2.551 kasus campak.
Peningkatan Kasus Campak di Indonesia
Menilik laman Kementerian Kesehatan 27 Agustus 2025 disebutkan bahwa meningkatnya kasus campak di Indonesia berkaitan dengan turunnya cakupan imunisasi rutin lengkap dalam beberapa tahun terakhir. Disebutkan bahwa cakupan imunisasi rutin lengkap di Indonesia pernah mencapai 92 persen pada 2018, namun turun menjadi hanya 87,8 persen pada 2023.
Cakupan imunisasi campak-rubela (MR) dosis pertama (MR1) dan kedua (MR2) juga masih jauh dari target 95 persen untuk membentuk kekebalan kelompok. Pada 2024, cakupan MR1 sebesar 92 persen dan MR2 sebesar 82,3 persen. Tren ini berimbas langsung pada meningkatnya kasus campak.
Tahun 2022 tercatat lebih dari 4.800 kasus konfirmasi campak. Jumlah tersebut meningkat pada 2023 menjadi lebih dari 10.600 kasus. Pada 2024 menurun menjadi lebih dari 3.500 kasus, tapi kembali meningkat pada 2025, di mana hingga Agustus telah tercatat lebih dari 3.400 kasus.
Selain itu, terjadi KLB campak di sejumlah wilayah. Tahun 2022 dilaporkan sebanyak 64 KLB, kemudian tahun 2023 meningkat menjadi 95 KLB. Pada 2024 menurun menjadi 53 KLB, tapi kembali meningkat di tahun 2025, sampai bulan Agustus tercatat sudah terjadi sebanyak 46 KLB.
“Data-data ini kembali menunjukkan bahwa kita perlu memberi perhatian penuh pada pengendalian penyakit campak dan juga penyakit menular pada umumnya, termasuk meningkatkan cakupan imunisasi kita,” kata Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

16 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5177593/original/020614500_1743217179-2bbdbe92-88f5-4db1-a02f-511f4b3352d8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512679/original/024210400_1771990462-pasien_kanker_puasa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512996/original/042364300_1772000456-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_12.52.44.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507798/original/043803100_1771552984-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4624482/original/098799900_1698292432-saraf_kejepit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1622111/original/030016800_1497325545-telor-ceplok-673x373px.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436286/original/027618800_1765167738-Ide_Jualan_Minuman_Cup_Sederhana_untuk_Produk_Cokelat_Hangat_dan_Kopi_Gula_Aren_Panas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420568/original/009927800_1763794275-ubi_cilembu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510887/original/095725800_1771842183-Gemini_Generated_Image_jy8pc7jy8pc7jy8p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4777981/original/067485400_1710879359-young-muslim-businesswoman-check-product-purchase-order-stock-save-tablet-computer-work-home-office_7861-2997.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4894595/original/094443000_1721262079-fotor-ai-202407187201.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511656/original/021660000_1771915641-sahur__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4046521/original/050757400_1654679476-hainanese-chicken-rice-steamed-rice-with-chicken-asian-food-style_1339-155917.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5511545/original/075593400_1771912199-sahur.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4988352/original/070445600_1730521952-fotor-ai-20241102113127.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511436/original/039994000_1771909117-Kentang_Panggang_Sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426592/original/079842900_1764310895-Gemini_Generated_Image_ojw24hojw24hojw2.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4930209/original/093047700_1724826163-WhatsApp_Image_2024-08-28_at_13.03.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509460/original/003972000_1771714799-Gemini_Generated_Image_873br7873br7873b_2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)