AS Pangkas Rekomendasi Vaksin untuk Anak dari 17 Jadi 11

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat memangkas rekomendasi vaksinasi untuk anak-anak, termasuk vaksin COVID-19 dan hepatitis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sebelumnya merekomendasikan 17 vaksin untuk anak. Kini setelah pemangkasan, jumlahnya menjadi 11.

Daftar terbaru vaksin yang direkomendasikan CDC mencakup polio dan campak. Namun, vaksin lain seperti hepatitis A dan B, serta vaksin COVID hanya direkomendasikan berdasarkan risiko dan pengambilan keputusan klinis bersama antara dokter dan orang tua.

Kebijakan pemangkasan vaksin anak ini mendapat kritik dari Akademi Pediatri Amerika (American Academy of Pediatrics/AAP). Akademi menilai rekomendasi ini menggambarkan aturan baru yang berbahaya dan tidak perlu.

Perubahan kebijakan besar ini dilakukan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump oleh Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr.

Kennedy mengatakan, perubahan besar ini dilakukan setelah tinjauan menyeluruh dan mempertimbangkan perlindungan anak-anak, menghormati keluarga, dan membangun kembali kepercayaan pada kesehatan masyarakat.

"Kami menyelaraskan jadwal vaksinasi anak di AS dengan konsensus internasional sambil memperkuat transparansi dan persetujuan berdasarkan informasi," tambahnya, mengutip BBC, Selasa (6/1/2026).

Menurut CDC, rekomendasi baru untuk semua anak akan mencakup vaksin:

  • Campak
  • Gondongan
  • Rubella
  • Polio
  • Pertusis
  • Tetanus
  • Difteri
  • Haemophilus
  • Influenza tipe B (Hib)
  • Penyakit pneumokokus
  • Human papillomavirus (HPV)
  • Varisela (cacar air).

Tiga vaksin pertama biasanya diberikan sebagai satu vaksin yakni vaksin MMR untuk campak, gondongan, dan rubella.

Vaksin Kategori 2 dan 3

Selain vaksin-vaksin yang disebutkan di atas, vaksin lain bagi anak di AS masuk dalam kategori vaksin yang diberikan hanya jika ada faktor risiko.

Vaksin kategori ini meliputi:

  • Vaksin untuk respiratory syncytial virus (RSV)
  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Demam berdarah
  • Meningokokus ACWY dan meningokokus B - yang melindungi terhadap meningitis.

Kelompok vaksin ketiga untuk COVID-19, influenza, dan rotavirus diserahkan kepada orang tua dan dokter untuk memutuskan.

Jika Tidak Berisiko, Anak Tak Dapat Vaksin hingga Usia 2 Bulan

Dengan kata lain, alih-alih direkomendasikan secara universal untuk hampir semua anak pada batasan usia tertentu, vaksin AS sekarang dibagi menjadi tiga kategori, yakni:

  1. Vaksin untuk semua anak
  2. Vaksin untuk kelompok berisiko tinggi tertentu
  3. Vaksin berdasarkan pengambilan keputusan klinis bersama.

Komite penasihat vaksin CDC memberikan suara untuk menghapus rekomendasi universal untuk vaksin hepatitis B saat lahir.

Pengambilan keputusan klinis bersama adalah istilah yang digunakan oleh CDC untuk menyiratkan bahwa pasien, dan orangtua, harus berbicara dengan penyedia layanan kesehatan mereka tentang apakah mereka harus divaksinasi atau tidak perlu.

Beberapa vaksin dan imunisasi yang tidak lagi direkomendasikan secara universal termasuk RSV, flu, dan COVID, serta vaksin hepatitis dan meningokokus, seperti dirinci di atas.

Untuk anak-anak yang tidak termasuk dalam kelompok berisiko tinggi tertentu, tidak ada vaksin yang direkomendasikan sebelum usia dua bulan, seperti dilansir ABC.

Langkah Berbahaya

Pengumuman rekomendasi baru ini datang beberapa minggu setelah panel CDC membuat rekomendasi baru tentang kapan anak-anak harus menerima vaksin hepatitis B pertama.

Sebelumnya, dosis pertama direkomendasikan untuk bayi dalam waktu 24 jam setelah lahir, tetapi pedoman yang direvisi Desember 2025 memindahkannya ke dua bulan setelah lahir jika ibu negatif hepatitis B.

Rekomendasi itu dikritik keras oleh dokter anak. Akademi Pediatri Amerika menggambarkannya sebagai langkah berbahaya yang akan membahayakan anak-anak.

Read Entire Article