6 Manfaat Chia Seed Untuk Pencernaan Tubuh, Melancarkan BAB dan Sembelit

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Chia seed telah dikenal luas sebagai makanan super yang kaya akan nutrisi penting bagi tubuh. Biji kecil ini menawarkan berbagai manfaat chia seed untuk pencernaan yang signifikan, menjadikannya tambahan yang berharga untuk diet sehari-hari.

Kandungan seratnya yang tinggi berperan krusial dalam menjaga kesehatan saluran cerna secara optimal. Sementara asam lemak omega-3, antioksidan, dan protein nabati mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Berbagai komponen ini bekerja sinergis untuk meningkatkan fungsi pencernaan dan memberikan perlindungan terhadap berbagai masalah kesehatan.

Konsumsi chia seed secara teratur dapat membantu melancarkan buang air besar, mengurangi peradangan pada saluran cerna, dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Berikut Liputan6.coma ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (6/1/2026).

1. Kaya Serat untuk Kesehatan Pencernaan Optimal

Chia seed merupakan sumber serat pangan yang sangat tinggi, dengan sekitar 9,8 hingga 10 gram serat dalam dua sendok makan atau sekitar 11 gram per ons (28 gram). Serat ini sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan karena terdiri dari serat larut dan tidak larut, yang keduanya memiliki peran vital dalam fungsi usus.

Serat larut, yang merupakan mayoritas dalam chia seed akan menyerap air dan membentuk zat seperti gel di saluran pencernaan. Gel ini membantu melunakkan feses, memfasilitasi pergerakannya melalui usus dan mencegah sembelit. Sementara itu, serat tidak larut berfungsi menambah massa pada feses dan mempercepat transit limbah melalui sistem pencernaan, memastikan buang air besar yang teratur dan efisien.

Kombinasi kedua jenis serat ini menjadikan chia seed sangat efektif dalam menjaga keteraturan pencernaan. Dengan mengonsumsi chia seed, Anda tidak hanya membantu mencegah konstipasi tetapi juga mendukung kesehatan usus secara keseluruhan. Serat yang cukup dalam diet juga dapat mengurangi risiko gangguan pencernaan lainnya dan menjaga saluran cerna tetap bersih dari limbah.

2. Mendukung Keseimbangan Mikrobioma Usus

Chia seed memiliki sifat prebiotik kuat yang berarti mereka menyediakan "makanan" bagi bakteri baik di usus Anda. Serat larut dalam chia seed tidak dicerna di usus kecil, melainkan mencapai usus besar di mana ia difermentasi oleh bakteri menguntungkan.

Proses fermentasi ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan mikrobioma usus yang sehat dan mendukung pertumbuhan bakteri baik seperti Bifidobacteria dan Lactobacilli. Fermentasi serat ini menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFAs) yang menyediakan energi bagi sel-sel usus besar, membantu mengurangi peradangan, dan memperkuat lapisan pelindung usus.

Mikrobioma usus yang seimbang tidak hanya meningkatkan pencernaan tetapi juga berkontribusi pada fungsi kekebalan tubuh yang lebih baik. Dengan demikian, chia seed secara aktif memelihara lingkungan usus yang sehat, fondasi penting untuk pencernaan efisien dan penyerapan nutrisi optimal.

3. Membantu Hidrasi dan Pergerakan Usus

Salah satu karakteristik unik dari chia seed adalah kemampuannya menyerap cairan hingga 12 kali beratnya sendiri, membentuk tekstur seperti gel. Fenomena ini sangat bermanfaat bagi sistem pencernaan karena gel yang terbentuk dapat membantu melumasi saluran pencernaan.

Pelumasan ini memudahkan feses bergerak dengan lancar melalui usus, mengurangi gesekan, dan mencegah ketidaknyamanan. Selain itu, kemampuan chia seed untuk menyerap air juga membantu menjaga hidrasi kolon yang penting untuk pembentukan feses lembut dan mudah dikeluarkan, sehingga efektif dalam mengatasi dan mencegah sembelit.

Penting untuk diingat bahwa saat mengonsumsi chia seed, terutama dalam jumlah yang lebih banyak, asupan cairan yang cukup juga harus diperhatikan. Hal ini akan memaksimalkan efek hidrasi dan mencegah potensi ketidaknyamanan pencernaan seperti kembung atau sembelit yang mungkin timbul dari serat yang terlalu banyak tanpa cairan memadai.

4. Sumber Antioksidan dan Anti-inflamasi

Chia seed kaya akan antioksidan kuat seperti asam klorogenat, asam kafeat, mirisetin, kuersetin, dan kaempferol. Antioksidan ini berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan stres oksidatif.

Di saluran pencernaan, antioksidan ini membantu menjaga integritas sel-sel usus dan mengurangi risiko peradangan. Selain antioksidan, chia seed juga merupakan sumber asam lemak omega-3, khususnya alpha-linolenic acid (ALA) yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat.

Omega-3 ini dapat membantu mengurangi peradangan di saluran pencernaan yang sangat bermanfaat bagi individu dengan kondisi seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) atau penyakit radang usus. Kombinasi antioksidan dan omega-3 ini mendukung lingkungan usus yang lebih sehat dan mengurangi gejala yang terkait dengan kondisi peradangan.

5. Kaya Protein dan Omega-3 untuk Vitalitas

Selain manfaatnya yang luar biasa untuk pencernaan, chia seed juga merupakan pembangkit tenaga nutrisi yang menyediakan berbagai komponen esensial bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Biji-bijian kecil ini kaya akan protein nabati, menjadikannya pilihan yang sangat baik bagi vegetarian dan vegan.

Protein ini penting untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, serta membantu menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Chia seed mengandung sekitar 4,7 gram protein per ons dan dilengkapi dengan sembilan asam amino esensial, menjadikannya sumber protein lengkap.

Chia seed juga merupakan salah satu sumber nabati terbaik asam lemak omega-3, khususnya ALA yang vital untuk kesehatan jantung dan otak. Omega-3 membantu mengurangi peradangan, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

6. Sumber Mineral Penting untuk Fungsi Tubuh

Selain protein dan omega-3, chia seed mengandung berbagai mineral penting yang mendukung fungsi tubuh secara optimal. Mineral-mineral ini termasuk kalsium, magnesium, fosfor, dan seng, yang masing-masing memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan.

Fosfor berperan dalam menjaga struktur tulang yang kuat, sementara magnesium membantu kerja otot agar berfungsi dengan baik. Seng mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel, dan tembaga membantu pembentukan kolagen. Chia seed juga menyediakan selenium, mangan, dan zat besi yang penting untuk berbagai proses metabolisme tubuh.

Dengan profil nutrisi mineral yang lengkap ini, chia seed tidak hanya mendukung pencernaan tetapi juga berkontribusi pada kesehatan tulang, fungsi otot, dan berbagai proses metabolisme dalam tubuh. Konsumsi rutin dapat meningkatkan kesejahteraan dan vitalitas secara keseluruhan.

FAQ

  1. Apa manfaat utama chia seed untuk pencernaan? Chia seed membantu melancarkan buang air besar, mencegah sembelit, dan mendukung keseimbangan bakteri baik di usus.
  2. Bagaimana serat dalam chia seed membantu pencernaan? Serat larut membentuk gel yang melunakkan feses, sementara serat tidak larut menambah massa dan mempercepat pergerakan usus.
  3. Apakah chia seed bisa mengatasi sembelit? Ya, kandungan serat dan kemampuannya menyerap air dapat membantu melunakkan feses dan melancarkan buang air besar.
  4. Berapa banyak chia seed yang sebaiknya dikonsumsi untuk pencernaan? Disarankan untuk memulai dengan 1-2 sendok makan per hari dan meningkatkan secara bertahap, sambil memastikan asupan air yang cukup.
  5. Apakah chia seed memiliki efek samping pada pencernaan? Konsumsi berlebihan tanpa hidrasi yang cukup dapat menyebabkan kembung, gas, atau sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi.
  6. Kapan waktu terbaik mengonsumsi chia seed untuk pencernaan? Mengonsumsinya di pagi hari atau sebelum makan dapat membantu pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
  7. Bisakah chia seed membantu mengurangi peradangan usus? Ya, kandungan omega-3 dan antioksidannya memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan di saluran pencernaan.
Read Entire Article