5 Makanan Tradisional Imlek yang Bawa Keberuntungan di Tahun Kuda

1 day ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Makanan tradisional Imlek atau Tahun Baru China dipercaya bisa membawa keberuntungan di tahun Kuda diantaranya, pangsit, mie, permen, dan jeruk. Pada tahun ini, tahun baru Imlek ini menandakan berakhirnya tahun ular dan dimulai tahun kuda. 

Dalam perayaan Imlek, makanan merupakan aspek penting. “Makanan tradisional tahun baru Imlek sangat simbolis dan hampir selalu terkait dengan harapan akan kemakmuran, umur panjang, dan keberuntungan,” ucap Peter Som, penulis buku Familiy Style. Melansir dari Real Simple, Senin (16/2/2026).

Setiap keluarga bisa berbeda-beda dalam merayakan Imlek tergantung dengan adat-istiadat menurut wilayah, negara, dan latar belakang. Namun, secara umum berikut lima makanan yang diyakini membawa keberuntungan sehingga mesti ada di Tahun Baru China. 

1. Pangsit

Pangsit kecil yang lezat adalah makanan yang sangat umum di meja makan saat Imlek. Penulis The King Cookbook Annie Shi, mengatakan bahwa saat tumbuh dewasa, keluarganya selalu membuat pangsit sendiri termasuk kulitnya. 

“Itulah sebabnya pangsit buatan sendiri jadi istimewa, bentuk pangsit mirip dengan batangan emas tradisional dan dipercaya membawa lebih banyak kemakmuran di tahun baru,” tuturnya. 

Biasanya kulit pangsit dibuat dari crepes telur yang tipis, “Setiap pangsit dibuat dengan mengaduk campuran telur dalam sendok sayur di atas api terbuka, lalu tambahkan isian sebelum kulit pangsit mengeras, kemudian pangsit dimasukkan ke dalam kaldu yang kaya rasa dengan beberapa bihun,” jelas Shi.

Isi pangsit bervariasi tergantung daerah dan selera, pemilik generasi kedua Po Wing Hong Food Market di Chinatown, New York City, mengatakan, “Biasanya isinya berupa daging, dan sedikit daun bawang,” tuturnya.

2. Ikan Utuh

Penulis buku Kung Food, Jon Kung mengatakan, “Ini melambangkan kelimpahan dan keberuntungan,” katanya. Ikan biasanya dikukus dengan jahe dan daun bawang. 

Menurut Tsao, ikan harus utuh, termasuk kepala dan ekornya. “Itu melambangkan keutuhan. Saya tidak ingin memotong-motong sesuatu, karena itu membawa sial,” ucapnya. Dia mengatakan, sudah menjadi kebiasaan untuk tidak memakan seluruh bagian ikan. 

“Menyisakan sebagian di piring melambangkan bahwa Anda memiliki lebih dari cukup sebuah kelimpahan,” tambahnya.

3. Mie Panjang Umur

Mie panjang melambangkan panjang umur. Som mengatakan, “Ini adalah hidangan yang terasa meriah tetapi tidak ribet,” katanya.

Mie ini tidak boleh sampai terpotong, “Semakin panjang, semakin baik,” jelas Tsao. Cara penyajian mie tersebut tergantung daerah dan preferensi keluarga. Keluarga Tsao membuat versi mie panjang umur ala Kanton.

Mie panjang umur bisa Anda lengkapi dengan Jamur Shiitake, daun bawang Cina dan irisan daging Bagi.

4. Permen dan Puding Beras

Salah satu makanan penutup tradisional yang dinikmati Shi saat kecil adalah puding beras delapan harta. “Angka 8 adalah angka keberuntungan dalam budaya Tiongkok, dan makanan penutup ini dipercaya dapat mendoakan kemakmuran, dan kebahagiaan di tahun mendatang,” kata Shi

Puding tersebut terbuat dari beras ketan yang lengket dan dihiasi dengan 8 jenis buah manisan atau buah kering, biji-bijian, atau kacang-kacangan. 

Tradisi tahun baru lain adalah nampan permen berbentuk lingkaran, yang memiliki 8 kompartemen. “Lingkarang melambangkan kebulatan, kesinambungan, dan kebersamaan,” Kata Tsao. 

Permen melambangkan awal tahun yang manis, dan setiap jenis permen mewakili sesuatu.

“Bentuk biji labu merah melambangkan pengumpulan kekayaan, jeruk melambangkan kemakmuran, dan akar teratai melambangkan  keterkaitan keluarga,” jelas Kung.

5. Jeruk

“Buah jeruk merupakan bagian penting dalam sajian tahun baru Imlek karena merupakan simbol kesuksesan dan keberuntungan,” kata Som.

Tsao setuju, menyebut buah itu, terutama jeruk mandarin, sangat membawa keberuntungan.

“Ini kembali ke tema bulat, melambangkan kesinambungan. Buah ini juga melambangkan sekantong uang, dan bentuknya seperti sepotong emas,” terangnya.

Buah jeruk juga bisa dimasukkan ke dalam masakan, tetapi buah ini juga umum digunakan sebagai hiasan meja. “Tumpukan besar jeruk mandarin melambangkan emas dan kekayaan biasanya terlihat di samping nampan permen,” ungkap Kung.

Mengapa Ada Makanan Pembawa Keberuntungan Saat Tahun Baru Imlek?

Secara historis, Tiongkok telah mengalami banyak kesulitan ekonomi. “Beberapa hal memang diluar kendali Anda, tetapi dalam budaya kita, sebut saja takhayul, Anda dapat mengendalikan bagaimana Anda akan memulai tahun baru ini,” kata Tsao.

Itulah mengapa banyak sekali makanan yang melambangkan kelimpahan, kemakmuran, dan kesehatan. 

Makanan juga menjadi cara untuk mengekspresikan harapan dan kepedulian terhadap orang disekitar Anda. “Ini tentang niat dibaliknya, gagasan bahwa memasak, berbagi, dan berkumpul di sekitar meja adalah cara untuk menentukan suasana hati, kemurahan hati, dan optimisme,” Jelas som. 

Read Entire Article