Liputan6.com, Jakarta - Kolagen adalah protein penting yang berperan besar dalam menjaga kekuatan dan elastisitas jaringan tubuh, terutama pada kulit. Protein ini bekerja seperti penopang alami yang membantu kulit tetap kencang, lembap, dan terlihat sehat. Ketika produksi kolagen mulai menurun, perubahan pada kulit wajah biasanya menjadi tanda paling awal yang terlihat.
Di dalam tubuh manusia, sekitar 60–70 persen kolagen tersebar di berbagai jaringan seperti kulit, otot, tulang, dan sendi. Fungsi utamanya adalah menjaga struktur organ tubuh sekaligus membantu proses regenerasi jaringan. Penurunan kolagen bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari penuaan alami, paparan sinar ultraviolet, hingga gaya hidup yang kurang sehat. Kondisi ini sering kali membuat kulit terlihat lebih kusam, muncul garis halus, hingga elastisitas kulit menurun. Berikut beberapa ciri wajah yang bisa menandakan tubuh mulai kekurangan kolagen, dirangkum Liputan6.com pada Senin (9/3/2026).
1. Kulit Kering dan Keriput
Kolagen merupakan protein struktural utama dalam kulit yang bertanggung jawab menjaga kelembapan dan elastisitasnya. Saat kadar kolagen menurun, kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan alami juga ikut berkurang. Akibatnya, kulit terasa lebih kering, kasar, dan tampak kusam.
Selain itu, kolagen juga memberikan dukungan pada jaringan di bawah permukaan kulit. Ketika jumlahnya berkurang, kulit kehilangan kekuatannya untuk tetap kencang. Kondisi ini membuat garis-garis keriput dan kerutan mulai muncul di berbagai area wajah. Kulit yang kekurangan kolagen juga lebih rentan terhadap iritasi dan perubahan cuaca. Dalam jangka panjang, kulit bisa terlihat lebih tua karena kehilangan kekenyalan alaminya.
2. Lingkaran Gelap di Bawah Mata
Area kulit di sekitar mata merupakan bagian yang sangat tipis dan sensitif. Ketika kolagen berkurang, ketebalan kulit di area ini juga ikut menurun. Akibatnya, pembuluh darah di bawah kulit menjadi lebih terlihat.
Kondisi tersebut menyebabkan munculnya lingkaran gelap di bawah mata atau yang sering disebut mata panda. Selain mengganggu penampilan, lingkaran hitam ini juga membuat wajah tampak lebih lelah.
Penurunan kolagen juga membuat kulit di area mata kehilangan kekencangannya. Hal ini membuat masalah lingkaran hitam semakin terlihat jelas karena kulit tidak lagi mampu menopang jaringan di sekitarnya dengan baik.
3. Rambut dan Kuku Lebih Rapuh
Kolagen tidak hanya berperan pada kesehatan kulit, tetapi juga penting bagi struktur rambut dan kuku. Protein ini membantu memberikan kekuatan dan ketahanan pada jaringan yang membentuk keduanya.
Ketika tubuh kekurangan kolagen, rambut dapat menjadi lebih rapuh, kering, dan mudah patah. Selain itu, pertumbuhan rambut juga bisa menjadi lebih lambat karena struktur pendukungnya melemah. Hal yang sama juga dapat terjadi pada kuku. Kuku bisa menjadi lebih tipis, rapuh, dan mudah patah sehingga terlihat kurang sehat.
4. Luka di Wajah Sulit Sembuh
Kolagen memiliki peran penting dalam proses penyembuhan luka dan regenerasi jaringan kulit. Saat terjadi luka, tubuh membutuhkan kolagen untuk membentuk jaringan baru yang membantu memperbaiki kerusakan.
Jika tubuh kekurangan kolagen, proses penyembuhan luka bisa menjadi lebih lambat. Luka kecil seperti jerawat pecah atau goresan pada wajah bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Selain itu, bekas luka juga cenderung lebih sulit hilang. Hal ini membuat bekas jerawat terlihat lebih jelas dan peradangan pada kulit menjadi lebih sulit mereda.
5. Muncul Garis Halus dan Kerutan
Kolagen berfungsi menjaga kekencangan serta kepadatan kulit wajah. Ketika produksinya menurun, kulit kehilangan struktur penopangnya sehingga elastisitasnya ikut berkurang.
Akibatnya, garis halus lebih mudah muncul di area wajah yang sering bergerak seperti sekitar mata, dahi, dan sudut mulut. Seiring waktu, garis halus tersebut dapat berkembang menjadi kerutan yang lebih dalam. Kulit yang kehilangan kolagen juga tidak mudah kembali ke bentuk semula setelah bergerak. Hal inilah yang membuat kerutan menjadi lebih jelas terlihat.
6. Pembengkakan di Bawah Mata
Kekurangan kolagen pada kulit di sekitar mata juga dapat menyebabkan munculnya pembengkakan atau kantung mata. Hal ini terjadi karena kulit menjadi lebih tipis dan tidak mampu menopang jaringan di bawahnya dengan baik.
Akibatnya, cairan dapat menumpuk di area bawah mata dan menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini membuat wajah terlihat lebih lelah dan kurang segar. Jika berlangsung lama, kantung mata dapat terlihat lebih besar. Hal ini juga bisa memperkuat kesan penuaan pada wajah.
7. Kulit Rentan Terhadap Peradangan
Kolagen membantu menjaga lapisan pelindung kulit atau skin barrier. Lapisan ini berfungsi melindungi kulit dari berbagai faktor eksternal seperti polusi, bakteri, dan iritasi.
Ketika kolagen berkurang, lapisan pelindung kulit menjadi lebih lemah. Akibatnya, kulit lebih mudah mengalami peradangan dan iritasi. Kondisi ini bisa memicu munculnya kemerahan, rasa gatal, atau reaksi kulit lainnya. Kulit juga menjadi lebih sensitif terhadap produk perawatan maupun perubahan lingkungan.
8. Pori-Pori Tampak Lebih Besar
Kolagen juga berperan menjaga struktur pori-pori pada kulit wajah. Ketika kadar kolagen menurun, jaringan kulit di sekitar pori-pori melemah dan kehilangan kekencangannya.
Akibatnya, pori-pori terlihat lebih besar dan lebih jelas. Kondisi ini biasanya paling terlihat pada area hidung, dagu, dan pipi. Pori-pori yang membesar juga lebih mudah tersumbat oleh minyak dan kotoran. Hal ini dapat meningkatkan risiko munculnya komedo dan jerawat.
9. Penurunan Kekencangan Kulit
Salah satu fungsi utama kolagen adalah memberikan kekencangan pada kulit. Protein ini membantu kulit kembali ke bentuk semula setelah ditekan atau ditarik.
Ketika kolagen berkurang, kulit kehilangan kemampuan tersebut. Akibatnya, kulit terlihat lebih longgar dan kendur.
Perubahan ini biasanya terlihat pada area pipi, rahang, dan leher. Wajah pun dapat terlihat lebih tua dibandingkan usia sebenarnya.
10. Muncul Bintik-Bintik Hitam
Kekurangan kolagen juga dapat memicu munculnya bintik-bintik hitam pada wajah. Bintik ini sering disebut sebagai sunspot atau bercak coklat yang muncul di permukaan kulit.
Paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan kolagen pada kulit. Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan mengalami hiperpigmentasi.
Bintik-bintik hitam biasanya muncul di area yang sering terkena sinar matahari seperti pipi, hidung, dan dahi. Jika tidak ditangani dengan baik, bercak ini dapat semakin terlihat jelas.
11. Kulit Tampak Kusam
Kulit yang memiliki cukup kolagen biasanya terlihat lebih segar dan bercahaya. Hal ini karena proses regenerasi sel kulit berlangsung dengan baik.
Namun ketika kolagen menurun, proses pembentukan sel kulit baru menjadi lebih lambat. Sel kulit mati pun menumpuk di permukaan kulit.
Akibatnya, wajah terlihat kusam, tidak bercahaya, dan tampak lelah. Kondisi ini bisa tetap muncul meskipun seseorang sudah menggunakan berbagai produk skincare.
12. Pipi Tampak Kempot atau Kendur
Kolagen juga berperan memberikan volume dan struktur pada wajah, terutama pada area pipi. Ketika jumlah kolagen berkurang, pipi bisa terlihat lebih kempot atau tidak berisi.
Kondisi ini membuat wajah tampak lebih tirus dan kurang segar. Bahkan dalam beberapa kasus, wajah bisa terlihat sayu meskipun tubuh sedang dalam kondisi sehat.
Penurunan volume pada pipi juga sering membuat wajah tampak lebih tua. Hal ini karena struktur wajah kehilangan penopang alaminya.
13. Wajah Tampak Lelah Meski Cukup Tidur
Wajah yang kekurangan kolagen biasanya kehilangan kilau alaminya. Hal ini membuat kulit tampak pucat dan kurang segar.
Akibatnya, wajah terlihat lelah meskipun seseorang sudah tidur cukup. Lingkaran hitam di bawah mata juga dapat memperkuat kesan tersebut.
Penurunan kolagen juga memengaruhi sirkulasi mikro pada kulit. Hal ini membuat aliran darah ke permukaan kulit menjadi kurang optimal.
14. Elastisitas Kulit Menurun
Kulit yang sehat biasanya memiliki elastisitas yang baik. Artinya, kulit dapat kembali ke bentuk semula setelah ditekan atau ditarik.
Namun ketika kolagen menurun, kemampuan tersebut ikut berkurang. Kulit membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke posisi semula.
Ini merupakan salah satu tanda paling jelas bahwa kulit mulai kehilangan kekenyalannya. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membuat kulit terlihat lebih kendur.
15. Flek Hitam atau Hiperpigmentasi
Kolagen juga membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet dan polusi. Ketika produksinya menurun, kulit menjadi lebih rentan mengalami kerusakan sel.
Akibatnya, muncul flek hitam atau area hiperpigmentasi pada wajah. Kondisi ini biasanya terlihat pada area pipi, dahi, dan hidung.
Flek hitam juga bisa muncul akibat paparan sinar matahari tanpa perlindungan yang cukup. Jika tidak dirawat dengan baik, warna kulit bisa terlihat tidak merata.
16. Warna Kulit Tidak Merata
Kurangnya kolagen juga memperlambat proses perbaikan jaringan kulit. Hal ini termasuk pemudaran bekas jerawat, luka, atau iritasi pada wajah. Akibatnya, warna kulit menjadi belang dan tidak merata. Beberapa area bisa terlihat lebih gelap atau kemerahan dibandingkan bagian lain. Kondisi ini sering membuat wajah tampak kurang sehat. Meski menggunakan produk skincare, warna kulit bisa tetap sulit kembali merata jika produksi kolagen terus menurun.
Apa yang Harus Dilakukan saat Wajah Kekurangan Kolagen?
Jika mulai melihat tanda-tanda wajah kekurangan kolagen, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan produksinya kembali:
1. Perbanyak makanan tinggi kolagen dan vitamin C
Konsumsi makanan seperti kaldu tulang, ikan, ayam, dan telur dapat membantu memenuhi kebutuhan kolagen tubuh. Sementara itu, vitamin C dari buah seperti jeruk, kiwi, dan stroberi membantu proses pembentukan kolagen.
2. Gunakan skincare yang merangsang kolagen
Beberapa bahan aktif seperti retinol, peptida, dan vitamin C dikenal mampu membantu merangsang produksi kolagen. Penggunaan rutin dengan dosis yang tepat dapat membantu memperbaiki tekstur dan elastisitas kulit.
3. Rutin menggunakan sunscreen
Paparan sinar UV adalah salah satu penyebab utama kerusakan kolagen. Menggunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari dapat membantu melindungi kolagen yang sudah ada di kulit.
4. Perbaiki pola hidup
Tidur cukup, mengelola stres, serta menghindari rokok dan alkohol dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Gaya hidup sehat juga mendukung proses regenerasi sel kulit secara alami.
5. Pertimbangkan perawatan di klinik kecantikan
Beberapa perawatan seperti injeksi kolagen atau treatment stimulasi kolagen dapat membantu memperbaiki kondisi kulit. Namun, prosedur ini sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis profesional agar lebih aman.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik
1. Apa tanda paling awal wajah kekurangan kolagen?
Tanda awal biasanya berupa kulit kusam, muncul garis halus, serta elastisitas kulit yang mulai berkurang.
2. Pada usia berapa kolagen mulai menurun?
Produksi kolagen biasanya mulai menurun sejak usia sekitar 25 tahun dan terus berkurang seiring bertambahnya usia.
3. Apa penyebab kolagen cepat berkurang?
Beberapa penyebabnya antara lain paparan sinar UV, merokok, pola makan tidak sehat, stres, dan kurang tidur.
4. Apakah kolagen bisa ditingkatkan kembali?
Produksi kolagen dapat didukung melalui pola makan sehat, konsumsi vitamin C, perawatan kulit, dan gaya hidup yang lebih sehat.
5. Berapa kebutuhan kolagen per hari?
Kebutuhan kolagen umumnya berkisar antara 2,5 hingga 10 gram per hari, tergantung usia dan kondisi tubuh.

9 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5525356/original/066714300_1773039273-menkes_mudik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5230646/original/052216400_1748002715-steptodown.com747671.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499413/original/036327500_1770785707-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4107467/original/072426000_1659334986-Bulan_Imunisasi_Anak_Nasional-Herman-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4212358/original/031108900_1667384841-9a8d3846-2297-4d73-bcc5-0dd3d1091ad6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5525224/original/010490400_1773034924-budi_gunadi__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524099/original/013428400_1772891139-IMG_5937_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5013589/original/069991600_1732075246-tips-sembuh-dari-gerd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4746980/original/040857200_1708340464-fotor-ai-2024021917534.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Asma dan PPOK di Bulan Puasa Ramadan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/WA19TQRea285pzGWFD7Nuh0aGmQ=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524144/original/043213000_1772897020-Screenshot_2026-03-07_222325.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4323661/original/079653000_1676365983-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524190/original/093158000_1772919228-Vidi_Aldiano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330141/original/020576100_1756355628-SaveClip.App_523939144_18514757959022238_4442021098973062784_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3125900/original/064347700_1589279612-20200512-PHK-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5212613/original/077641000_1746626755-Gambar_WhatsApp_2025-05-07_pukul_18.30.17_c7e1514b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501391/original/066351000_1770899239-training-wellness-healthy-weight-walking-motion.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5166982/original/056922100_1742294360-Depositphotos_786412918_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522398/original/068585400_1772764301-anak_susah_makan.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375172/original/076301400_1759912975-WhatsApp_Image_2025-10-08_at_3.21.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421473/original/046767000_1763906676-Sarmila_wati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410431/original/071573100_1762932802-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419257/original/042198300_1763651316-photo_2025-11-20_21-21-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427236/original/042414200_1764338646-FOD.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290464/original/056522900_1753113336-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_20.06.02_c2d8139b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407787/original/057126800_1762754875-Marc_Cucurella__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360415/original/611719069-picture-frustrated-young-dark-haired-female-studying-skin-her-arm-after-she-fell-off-bike-student-girl-dressed-stylish-striped-t-shirt-looking-her-elbow-feeling-itch-pain_343059-1454__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441248/original/084139500_1765462277-1000257193.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4839034/original/095965500_1716300898-lifestyle-child-wheelchair_23-2149158049.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430647/original/095128500_1764668680-WhatsApp_Image_2025-12-02_at_16.43.15_c2c5627c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400168/original/005067900_1762067797-000_1DL27K.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)