Beta-karoten dalam labu kuning berfungsi sebagai fitokimia yang kuat dalam melawan sel-sel kanker. Pigmen ini, yang memberikan warna oranye cerah pada labu, diubah menjadi vitamin A dalam tubuh dan memiliki kemampuan untuk mencegah pertumbuhan sel abnormal. Studi menunjukkan bahwa konsumsi rutin makanan kaya beta-karoten dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, prostat, paru-paru, dan perut.
Antioksidan lain seperti lutein dan zeaxanthin juga berperan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan DNA yang bisa memicu kanker. Dengan menetralkan radikal bebas, labu kuning membantu menjaga integritas sel dan mengurangi potensi perkembangan sel kanker.
2. Melindungi Kesehatan Mata dari Degenerasi
Vitamin A yang terbentuk dari beta-karoten sangat esensial untuk menjaga fungsi retina dan mencegah degenerasi makula terkait usia. Konsumsi labu kuning secara teratur dapat membantu mempertahankan ketajaman penglihatan dan mengurangi risiko kebutaan pada usia lanjut.
Labu kuning juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan kuat yang bertindak sebagai filter alami untuk melindungi mata dari kerusakan akibat sinar UV dan mengurangi risiko katarak. Nutrisi ini sangat penting untuk penglihatan yang sehat dan mencegah berbagai penyakit mata.
3. Mencegah Gangguan Refluks Asam
Serat dalam labu kuning, baik yang larut maupun tidak larut, membantu melancarkan proses pencernaan. Serat tidak larut dapat membantu mempercepat pengosongan lambung, sehingga mengurangi kesempatan asam lambung untuk naik ke kerongkongan.
Tekstur labu yang lembut juga mudah dicerna dan tidak memberatkan kerja lambung, menjadikannya pilihan ideal bagi penderita GERD atau refluks asam. Konsumsi labu kuning dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan secara keseluruhan.
4. Mengontrol Kadar Gula Darah
Labu kuning memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, yang berarti tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Serat dalam labu kuning membantu memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah, sehingga kadar gula darah tetap stabil.
Hal ini sangat bermanfaat bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko mengalami diabetes tipe 2. Antioksidan dalam labu kuning juga dapat membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif yang terkait dengan resistensi insulin.
5. Memberikan Perlindungan Antioksidan
Kombinasi vitamin C, vitamin A (dari beta-karoten), dan flavonoid dalam labu kuning menciptakan sistem pertahanan antioksidan yang kuat melawan radikal bebas. Antioksidan ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang dapat menyebabkan penyakit kronis.
Perlindungan ini membantu mencegah kerusakan sel dan mengurangi risiko penyakit degeneratif. Labu kuning juga mengandung vitamin E dan mineral lain yang mendukung fungsi antioksidan tubuh.
Kandungan kalium yang tinggi dalam labu kuning membantu mengatur keseimbangan natrium dalam tubuh, sehingga tekanan darah dapat terkontrol dengan baik. Kalium berperan penting dalam menjaga detak jantung tetap teratur dan menurunkan tekanan darah.
Serat dalam labu kuning juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan kardiovaskular dengan mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Dengan demikian, labu kuning mendukung kesehatan jantung secara menyeluruh.
7. Merawat Kesehatan Kulit dari Dalam
Antioksidan seperti beta-karoten, vitamin C, dan vitamin E melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari dan polusi. Beta-karoten diubah menjadi vitamin A yang penting untuk regenerasi sel kulit dan melindungi dari kerusakan UV.
Vitamin C mendukung produksi kolagen yang menjaga elastisitas kulit, sementara vitamin E membantu menghidrasi kulit. Labu kuning juga mengandung zinc dan mineral lain yang membantu melawan jerawat dan meningkatkan sirkulasi.
8. Mendukung Program Penurunan Berat Badan
Dengan kandungan kalori yang rendah dan tinggi serat, labu kuning memberikan rasa kenyang yang tahan lama tanpa menambah asupan kalori berlebih. Satu cangkir labu kuning yang dimasak hanya mengandung sekitar 49 kalori dan 94% air.
Kandungan air yang tinggi juga membantu hidrasi tubuh dan mendukung metabolisme yang sehat. Seratnya membantu mengurangi nafsu makan, menjadikannya pilihan yang baik untuk diet penurunan berat badan.
9. Meningkatkan Produksi Kolagen
Vitamin C yang melimpah dalam labu kuning berperan krusial dalam sintesis kolagen, protein struktural yang penting untuk kesehatan kulit, tulang, kartilago, dan pembuluh darah. Kolagen menjaga kulit tetap kencang dan elastis.
Konsumsi rutin labu kuning dapat membantu menjaga kekuatan struktur tubuh dan mencegah penuaan dini pada kulit. Vitamin A juga merangsang produksi kolagen dan elastisitas kulit.
10. Mencegah Cacat Lahir pada Bayi
Kandungan folat dalam labu kuning sangat penting bagi ibu hamil karena berperan dalam pembentukan DNA dan pembelahan sel. Asupan folat yang cukup dapat mencegah cacat lahir pada tabung saraf janin dan mendukung perkembangan sistem saraf yang optimal.
Oleh karena itu, labu kuning merupakan makanan yang baik dan aman untuk wanita hamil, menyediakan nutrisi penting untuk perkembangan janin yang sehat.
11. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Labu kuning kaya akan vitamin C, yang dikenal dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang produksi sel darah putih. Sel darah putih adalah garda terdepan dalam melawan infeksi dan penyakit.
Kombinasi dengan vitamin A (dari beta-karoten), vitamin E, zat besi, dan folat menciptakan sistem imunitas yang kuat untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit dan mempercepat pemulihan dari infeksi.
12. Melancarkan Sistem Pencernaan
Serat dalam labu kuning berfungsi sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Hal ini membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus, melancarkan buang air besar, dan mencegah konstipasi.
Kandungan seratnya yang tinggi, sekitar 3 gram per cangkir yang dimasak, sangat penting untuk kesehatan pencernaan dan dapat mengurangi risiko masalah usus.
13. Meningkatkan Fungsi Kandung Kemih
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji labu kuning dapat membantu mengatasi gangguan kandung kemih overaktif dan masalah saluran kemih lainnya. Kandungan mineral dan senyawa bioaktif dalam labu kuning mendukung fungsi normal saluran kemih dan dapat mengurangi frekuensi berkemih yang berlebihan.
Biji labu kuning juga terbukti bermanfaat untuk kesehatan prostat, yang seringkali berkaitan dengan fungsi kandung kemih.
14. Mendukung Pertumbuhan Optimal Bayi
Sebagai Makanan Pendamping ASI (MPASI), labu kuning menyediakan nutrisi esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Teksturnya yang lembut mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang masih berkembang, sementara kandungan nutrisinya mendukung perkembangan otak dan sistem imunitas.
Labu kuning kaya akan vitamin A, C, dan serat, menjadikannya pilihan MPASI yang sangat baik.
15. Meningkatkan Energi dan Vitalitas
Magnesium dalam labu kuning berperan sebagai kofaktor dalam produksi ATP (adenosin trifosfat), yang merupakan sumber energi utama sel. Magnesium juga penting untuk fungsi otot dan saraf, serta membantu mengurangi kelelahan.
Selain itu, labu kuning juga mengandung zat besi yang esensial untuk pembentukan sel darah merah dan meningkatkan tingkat energi. Konsumsi labu kuning dapat membantu mengatasi kelelahan dan meningkatkan stamina untuk aktivitas sehari-hari.

1 day ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466051/original/084619100_1767794768-Kirinyuh_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4942667/original/082011500_1726114940-portrait-happy-asian-girl-say-hi-stops-drawing-digital-tablet-with-graphic-pen-waving-hand.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465603/original/003789400_1767771591-dark-eyes-young-girl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465385/original/008775600_1767766851-Melastoma_malabathricum_blossom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5465890/original/012027500_1767779414-bgs_super_flu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465683/original/092869200_1767773740-071007400_1767595695-patikan_kebo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5465793/original/068773900_1767776617-BGS.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465401/original/059187500_1767767641-Beluntas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465391/original/021942200_1767767008-Starr_061114-9876_Amaranthus_spinosus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465333/original/057931900_1767765096-Manfaat_Rondo_Mopol_untuk_Kesehatan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464643/original/061982900_1767697447-Screenshot_2026-01-06_175347.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462767/original/005104700_1767588776-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167221/original/031484600_1593586670-image__55_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465081/original/032660700_1767758234-tanaman_pecut_kuda_wiki.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465110/original/018957400_1767759197-peperomia-pellucida-398858_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5233266/original/017306900_1748309157-54545986289_b7d5062531_c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464980/original/090802100_1767755913-Bunga_Geranium_di_Pekarangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4258293/original/079591700_1670833243-holding_fart.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428143/original/073281800_1764480694-2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)