Liputan6.com, New Delhi - Kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin di New Delhi—kunjungan pertamanya ke India dalam empat tahun—memunculkan dua momen yang menyita perhatian: Perdana Menteri (PM) Narendra Modi yang turun langsung ke landasan untuk menyambutnya, sebuah langkah yang tidak lazim dalam protokol resmi, dan keputusan mereka menggunakan Toyota Fortuner putih—alih-alih Range Rover yang biasa dipakai PM—sebagai kendaraan menuju kediaman Modi untuk makan malam.
Apakah pilihan Toyota Fortuner ini disengaja atau hanya kebetulan?
Tidak ada penjelasan resmi, sementara para pengamat mengemukakan berbagai teori tentang alasan kendaraan bermerek Jepang tersebut dipakai dalam momen diplomatik yang menjadi sorotan dunia.
Menariknya lagi, Fortuner Sigma 4 (MT) itu memakai pelat nomor Maharashtra—negara bagian di India barat yang beribu kota di Mumbai—sehingga terlihat tidak biasa untuk kendaraan yang digunakan dalam agenda resmi di New Delhi.
Yang juga tidak luput dari perhatian, Menteri Pertahanan Rajnath Singh pun menggunakan Fortuner putih ketika mendampingi Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov untuk meletakkan karangan bunga di National War Memorial.Berikut sejumlah teori yang beredar seperti dikutip dari India Today:
Pesan untuk Barat?
Sejumlah pakar dan komentator geopolitik menilai bahwa penggunaan Fortuner—produk Toyota, pabrikan Jepang—bukanlah keputusan spontan. Mereka berpendapat pilihan itu sengaja diambil untuk mengirim sinyal kepada Barat, pada saat India dan Rusia sama-sama menghadapi tekanan terkait perang Ukraina.
Meski Toyota adalah merek Jepang, Fortuner dirakit di Karnataka, sehingga tetap sejalan dengan inisiatif "Make in India" yang dicanangkan PM Modi.
Saat ini, kendaraan resmi yang biasa digunakan PM Modi meliputi Range Rover dan Mercedes-Maybach S650 Guard. Range Rover, meski berada di bawah kepemilikan Tata Motors, diproduksi di Inggris. Sementara itu, Mercedes-Benz berasal dari Jerman. Baik Inggris maupun Jerman telah menjatuhkan berbagai sanksi terhadap Rusia terkait perang Ukraina—yang kini hampir memasuki tahun keempat—dan kedua negara menjadi pendukung utama Kyiv dalam hal pasokan senjata dan amunisi.
Dalam konteks ini, penggunaan kendaraan bermerek Eropa untuk mengangkut Putin dinilai akan terlihat kurang tepat. Ketika Modi dan Putin menuju kediaman PM dengan Toyota Fortuner, Range Rover milik Modi dan Aurus Senat milik Putin mengikuti di belakang Fortuner putih tersebut.
Namun, menurut beberapa sumber, alasan utama pemilihan Fortuner sebenarnya jauh lebih praktis: konfigurasi tempat duduk. Range Rover milik Modi tidak memiliki baris ketiga, sehingga tidak memungkinkan menampung para penerjemah bersama kedua pemimpin.
Toyota Fortuner memiliki kursi tambahan itu. Sumber tersebut menyebutkan bahwa para penerjemah sudah lebih dulu duduk di dalam mobil sebelum Modi dan Putin naik.
Pilihan kendaraan ini sendiri dilaporkan telah disetujui oleh tim keamanan dari kedua negara.
"Sebuah pesan untuk Barat," tulis analis pertahanan Kolonel Rohit Dev merespons 'diplomasi Fortuner'.
Juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP)—partai pimpinan Modi—Shehzad Poonawalla tidak ketinggalan berkomentar, "Keduanya langsung masuk ke Fortuner milik PM (ya, Toyota Fortuner yang legendaris itu! Orang yang paham tentu mengerti alasannya)."
Ada pula yang berkomentar, "Dengan memilih merek Jepang non-Eropa, langkah ini menghindarkan penggunaan kendaraan buatan Barat yang dikenai sanksi Rusia."
Pengguna lain menambahkan, "Toyota adalah merek Asia; saya rasa mereka ingin menghindari apa pun yang berasal dari Eropa."
Walaupun alasan resminya mungkin tidak akan pernah dipublikasikan, kejadian ini dinilai menunjukkan bagaimana aspek visual dan gestur simbolis dalam diplomasi memainkan peran besar dalam membentuk persepsi di tingkat internasional.











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427236/original/042414200_1764338646-FOD.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421473/original/046767000_1763906676-Sarmila_wati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441248/original/084139500_1765462277-1000257193.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290464/original/056522900_1753113336-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_20.06.02_c2d8139b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419257/original/042198300_1763651316-photo_2025-11-20_21-21-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430647/original/095128500_1764668680-WhatsApp_Image_2025-12-02_at_16.43.15_c2c5627c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400168/original/005067900_1762067797-000_1DL27K.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1448550/original/003955100_1482914623-20161228-Chappy-Hakim-IA1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760696/original/079555300_1709519479-20240304-Peringatan_10_Tahun_MH370-AFP_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397321/original/033792500_1761806055-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5435848/original/035309400_1765098846-ezzi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5439128/original/057975800_1765350527-wihaji_stunting.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418126/original/061933400_1763605368-Ika_Rizki.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428213/original/080486000_1764485675-singkawang.png)