Liputan6.com, Beijing - Terlena dengan kemewahan selalu membuat seluruh aspek kehidupan menjadi terabaikan, karena kesibukkan yang terus mengejar gengsi dari pada menikmati setiap pengalaman. Kisah malang ini ternyata dialami oleh seorang pria di China yang bekerja keras untuk memenuhi gaya hidup istrinya.
Ia merupakan lulusan hukum dari kampus bergengsi di Tiongkok, yaitu Universitas Zhejiang. Sementara itu, ia harus menjalani kehidupan yang keras untuk mendapatkan gaji tinggi, demi memenuhi gaya hidup sang istri.
Qianqian (43) sebelumnya pernah bekerja sebagai pekerja kerah putih (pegawai kantoran) di perusahaan milik negara di Hangzhou, dengan gaji 50.000 yuan (Rp117.500 juta) per bulan, dilansir dari SCMP, Rabu (19/11/2025).
Tetapi lima tahun yang lalu, ia kehilangan pekerjaan ini dengan alasan yang tidak dijelaskan dan membuatnya harus banting tulang sebagai kurir pengantar makanan. Gaji besar yang biasanya didapatkan kini berkurang menjadi 10.000 yuan (sekitar Rp23.540 juta) per bulan.
Kesulitan Pemasukan
Perubahan gaji secara drastis tersebut memengaruhi gaya hidup istrinya setelah ia kehilangan pekerjaan yang tergolong mapan.
Tanpa pemasukan besar dan kurangnya biaya untuk mewujudkan keinginannya, sang istri meminta cerai dan mengaku kepada media bahwa dirinya hanya mencintai uangnya.
Dalam wawancara dengan media lokal 163.com, Qianqian baru menyadari bahwa istrinya hanya menginginkan uangnya saja dan mulai menunjukkan sikap yang jauh berbeda ketika kondisi keuangannya jatuh.
"Dia adalah wanita yang paling saya cintai. Tetapi setelah rasa sakit hati selama beberapa waktu, saya menyadari bahwa ia tidak mencintai saya dan hanya menginginkan kemampuan saya untuk membiayai semua keinginannya," ujarnya.
Cinta Buta
Mereka awalnya bertemu secara daring saat bermain gim, Qianqian berkata bahwa istrinya memiliki penampilan mencolok sehingga banyak pria lain yang juga mendekatinya.
Seperti pandangan pertama yang sulit untuk melepaskan, motivasinya saat itu hanya ingin memiliki wanita tersebut tanpa memahami satu sama lain dan tidak memikirkan apakah ia benar-benar mencintainya.
Dalam kehidupan rumah tangganya, kehidupan mewahnya dipenuhi oleh Qianqian, di mana istrinya bukan yang memiliki tanggung jawab untuk bekerja. Demi menutupi biaya pengeluarannya, ia juga harus menjual apartemen karena tabungan mereka yang semakin menipis.
Barang-barang mewah milik istrinya ini seperti tiga warna pakaian yang sama, dua tas yang dirancang oleh desainer terkenal dengan masing-masing lebih dari 15.000 yuan (sekitar Rp35 juta), krim wajah mahal yang hanya dipakai untuk tangan dan kaki, obat-obatan yang menjaga bentuk tubuhnya hingga menjalani operasi plastik beberapa kali.
Lepas dari Beban
Seiring waktu dengan keuangan yang sulit untuk mendukung kemewahan istrinya, mereka bercerai dan keduanya tidak memiliki harta bersama karena Qianqian yang tidak memiliki uang tersisa.
Meski kini hidup sendiri, ia mengaku lebih tenang bekerja sebagai kurir pengantar makanan. Kebebasannya membuat ia terlepas dari tekanan dan pikiran yang harus memberikan pemasukan lebih kepada istrinya.
Di waktu luang saat bekerja, ia menonton siaran langsung dan mengobrol dengan penyiar daring yang biasanya menghibur para penonton.
Kisah hidup Qianqian akhirnya menjadi obrolan hangat di media sosial Tiongkok. Beberapa komentar warganet mengatakan bahwa ia seharusnya memperkirakan gaya hidup yang mampu ia tanggung.
Ada juga yang bersimpati karena ia mengeluarkan keuangannya untuk suatu hal yang tidak penting, serta kehilangan masa muda dan dirinya sendiri.
Digi-Talk Fest 2023 digelar Bataknese Professionals Association di Jakarta, pada Rabu petang. Digi-Talk Fest 2023 ini bertemakanPenguatan Ekonomi Kreatif melalui budaya serta kekuatan teknologi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4605725/original/063065000_1696935738-20231010-Patroli_Pasukan_PBB-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496740/original/013535000_1770600444-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319065/original/015225900_1755503722-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496037/original/002692300_1770457602-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495963/original/087647300_1770450486-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495563/original/081799700_1770375945-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495473/original/085723000_1770372245-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493594/original/084966300_1770260452-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493432/original/000044700_1770213849-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493410/original/083637000_1770211693-1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)