Liputan6.com, Tel Aviv - Israel menyatakan tengah memantau secara ketat dampak dari demonstrasi besar-besaran di seantero Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan tersebut pada Minggu (11/1/2026), menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyerang Iran dikhawatirkan dapat berkembang menjadi perang regional.
"Rakyat Israel, seluruh dunia, terkesan dengan keberanian luar biasa warga Iran," ujar Netanyahu pada awal rapat kabinet mingguan seperti dikutip dari laporan Associated Press.
Ia mengecam pembunuhan warga sipil dan berharap dapat membangun kembali hubungan antara Israel dan Iran setelah negara itu dibebaskan dari belenggu tirani.
Netanyahu dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara melalui sambungan telepon pada Sabtu (10/1) malam mengenai sejumlah isu, termasuk Iran, menurut seorang pejabat Israel yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara kepada media.
Namun, militer Israel mengatakan tidak ada pedoman baru bagi warga sipil untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan bom karena kekhawatiran akan serangan rudal Iran, sebagaimana yang pernah diberlakukan di masa lalu ketika terdapat ancaman yang konkret.
Menurut laporan Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS seperti dikutip dari Sky News, sedikitnya 544 orang telah tewas selama kerusuhan berlangsung. Jumlah ini meningkat tajam dari 116 korban jiwa yang tercatat hingga akhir Sabtu. Lembaga tersebut juga menyebutkan telah menerima 579 laporan kematian lainnya yang masih dalam proses verifikasi, yang berpotensi membuat total korban meninggal mencapai 1.123 orang.
Selain itu, lebih dari 10.681 orang dilaporkan telah dipindahkan ke penjara setelah ditangkap. Dalam pembaruan yang disampaikan pada Minggu, organisasi non-pemerintah tersebut menyatakan bahwa sebagian besar korban tewas akibat tembakan peluru tajam atau peluru karet, terutama dari jarak dekat.
Militer Israel menyatakan bahwa protes di Iran merupakan urusan internal Iran, namun mereka akan siap merespons dengan kekuatan jika diperlukan.
Seorang mantan pejabat intelijen Israel menilai bahwa kecil kemungkinannya Israel akan memicu serangan terhadap Iran, meskipun Israel bisa saja memiliki target yang relatif mudah karena kepemimpinan Iran sedang melemah dan teralihkan oleh protes yang mengguncang negara tersebut.
"Dari sudut pandang Iran, hal terakhir yang diinginkan saat ini adalah harus mengalihkan perhatian ke Israel," kata Danny Citrinowicz, yang pernah memimpin riset tentang Iran di salah satu cabang intelijen militer Israel dan kini menjadi peneliti senior di lembaga kajian pertahanan Israel, Institute for National Security Studies.
"Prioritas utama mereka sekarang adalah mengembalikan ketenangan dan stabilitas."
Ia mengatakan bahwa situasi di Iran saat ini sangat tidak pasti sehingga Israel kemungkinan besar akan memilih untuk menunggu dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia meyakini tidak ada pihak yang ingin memulai putaran baru dari konflik bersenjata selama 12 hari yang terjadi pada musim panas lalu.
Konflik itu dimulai ketika Israel menyerang fasilitas nuklir dan militer Iran, dengan mengatakan bahwa Israel tidak dapat membiarkan Teheran mengembangkan senjata nuklir dan bahwa Israel khawatir Republik Islam itu sudah mendekati pencapaian tersebut. Iran selama ini berulang kali menekankan bahwa program nuklirnya bersifat damai.
Serangan Israel terhadap Iran, menurut Human Rights Activists News Agency, menewaskan 1.190 orang dan melukai 4.475 lainnya. Sementara itu, rentetan serangan rudal Iran menewaskan hampir 30 orang di Israel dan melukai sekitar 1.000 orang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4605725/original/063065000_1696935738-20231010-Patroli_Pasukan_PBB-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496740/original/013535000_1770600444-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319065/original/015225900_1755503722-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496037/original/002692300_1770457602-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495963/original/087647300_1770450486-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495563/original/081799700_1770375945-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495473/original/085723000_1770372245-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493594/original/084966300_1770260452-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493432/original/000044700_1770213849-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493410/original/083637000_1770211693-1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)