Ali Khamenei Menuju Peristirahatan Terakhir Ditemani Anak, Menantu dan Cucu

17 hours ago 6

Liputan6.com, Teheran - Di tengah lautan pelayat berbaju hitam, deretan potret berukuran raksasa, dan lantunan seruan yang menggema di Grand Mosalla, Teheran, Iran, satu pemandangan menjadi pusat perhatian: peti jenazah Ayatullah Ali Khamenei yang disemayamkan berdampingan dengan empat anggota keluarganya.

Mereka semua merupakan korban tewas akibat serangan udara bersama Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Berdasarkan konfirmasi resmi otoritas Iran, empat peti di samping sang mantan pemimpin tertinggi merupakan lingkaran inti keluarganya. Mereka adalah putri sulungnya, Boshra Khamenei; menantunya, Mohammad Mohammadi Golpayegani (suami Boshra); Zahra Haddad-Adel (istri dari pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei); serta sang cucu perempuan yang baru berusia 14 bulan, Zahra Mohammadi Golpayegani.

Di antara semua korban, perhatian dunia justru paling banyak tertuju pada peti jenazah berukuran mungil milik Zahra. Foto balita tersebut yang dipajang di dekat deretan peti menyebar luas di media sosial, sejenak mengalihkan perhatian publik dari kompleksitas isu geopolitik kepada kisah kehilangan keluarga yang begitu emosional.

Zahra lahir pada Desember 2024 dan merupakan putri kandung dari pasangan Boshra Khamenei dan Mohammad Mohammadi Golpayegani. Secara silsilah, ia adalah cucu perempuan paling bungsu dari Ali Khamenei, sekaligus cucu dari Mohammad Mohammadi Golpayegani Senior yang menjabat sebagai kepala staf Kantor Pemimpin Tertinggi Iran. Balita ini gugur seketika di lokasi yang sama bersama kedua orang tuanya akibat runtuhnya bangunan di kompleks istana dan kantor resmi pemimpin tertinggi Iran di Teheran yang hancur dibom.

Di atas panggung Grand Mosalla, peti jenazah mungil Zahra diselimuti bendera nasional Iran dan kain merah bertuliskan "Ya Hussein" sebagai simbol duka mendalam.

Penghormatan dari Tamu Negara Asing

Kelima peti jenazah di Grand Mosalla menerima penghormatan langsung dari jajaran pemimpin dunia. Di barisan kepala negara dan pemerintahan, hadir Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Panglima Militer Pakistan Asim Munir, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, hingga Presiden Georgia Mikheil Kavelashvili.

Sejumlah negara sekutu dan mitra regional juga mengirimkan pejabat tinggi mereka sebagai utusan khusus.

Rusia mengutus Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev, sementara China diwakili oleh Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional He Wei. Dari wilayah sekitar Iran, tercatat kehadiran Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz, Menteri Luar Negeri Afganistan Amir Khan Muttaqi, serta Wakil Perdana Menteri Afganistan Abdul Ghani Baradar.

Penghormatan resmi disampaikan pula oleh Wakil Menteri Luar Negeri India Pabitra Margherita bersama Gubernur Bihar Syed Ata Hasnain. Pemerintah Indonesia turut menyampaikan belasungkawa yang diwakili oleh Duta Besar RI untuk Iran Rolliansyah Soemirat. Selain itu, hadir pula delegasi resmi dari Arab Saudi, Irak, Qatar, hingga petinggi faksi Hamas dan Hizbullah. 

Rute dan Jadwal Perjalanan Jenazah Ali Khamenei

Otoritas publik Iran menetapkan penutupan jalan protokol, pembatasan wilayah udara, dan penghentian aktivitas harian demi kelancaran rangkaian state funeral nasional selama sepekan penuh. Menurut pengumuman resmi panitia pemakaman negara yang disiarkan oleh Tasnim News Agency, keempat peti jenazah anggota keluarga dekat yang tewas dalam peristiwa yang sama terus ikut serta dipindahkan sepanjang rute duka ini untuk nantinya dimakamkan bersama-sama di kota tujuan akhir.

  • Jumat, 3 Juli 2026 (Teheran, Iran): Rangkaian duka resmi dimulai dengan kedatangan kelima jenazah di Grand Mosalla. Hari pertama ini dikhususkan bagi penyambutan dan penghormatan dari ratusan utusan serta delegasi internasional oleh jajaran tinggi pemerintahan Iran.
  • Sabtu – Minggu, 4–5 Juli 2026 (Teheran, Iran): Pintu Grand Mosalla dibuka total selama 24 jam untuk persemayaman umum bagi jutaan masyarakat sipil. Hari ini juga diisi dengan pelaksanaan doa dan salat jenazah kolektif bagi kelima korban. Otoritas menutup perkantoran di ibu kota dan membatasi wilayah udara guna memastikan kelancaran arus massa pelayat.
  • Senin, 6 Juli 2026 (Teheran, Iran): Kelima peti jenazah diarak secara masif melintasi jalur protokol sepanjang 10 kilometer dari Lapangan Imam Hossein menuju Lapangan Azadi sebagai penghormatan publik terakhir dari masyarakat ibu kota.
  • Selasa, 7 Juli 2026 (Qom, Iran): Iring-iringan kelima jenazah dipindahkan menuju kota suci Qom. Rangkaian upacara keagamaan dan doa khusus dipimpin langsung oleh jajaran ulama senior di Jamkaran.
  • Rabu, 8 Juli 2026 (Najaf & Karbala, Irak): Di bawah pengawalan militer yang ketat, kelima peti jenazah diterbangkan menyeberang ke Irak. Prosesi duka dibawa berjalan melewati dua situs makam suci utama Syiah, yakni Makam Imam Ali di Najaf dan kompleks makam Karbala.
  • Kamis, 9 Juli 2026 (Mashhad, Iran): Hari puncak penguburan nasional. Kelima jenazah diterbangkan kembali dari Irak menuju Mashhad, kota kelahiran sang mantan pemimpin tertinggi. Di kota suci ini, Ayatollah Ali Khamenei bersama empat anggota keluarganya dimakamkan secara permanen di dalam kompleks Situs Suci Makam Imam Reza.

Akankah Mojtaba Khamenei Hadir?

Kehadiran fisik pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dalam seluruh rangkaian prosesi pemakaman sang ayah dipastikan tidak akan terjadi karena alasan keamanan tingkat tinggi dan kondisi kesehatannya. Berdasarkan laporan investigasi The New York Times, jajaran otoritas keamanan Iran serta Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi menolak permintaan Mojtaba untuk menghadiri ritual penguburan akhir di Mashhad karena kekhawatiran bahwa kemunculan publik tersebut akan dimanfaatkan oleh dinas intelijen asing untuk melacak lokasi persembunyiannya.

Selain faktor keamanan, laporan dari NBC News mengungkapkan bahwa pria berusia 56 tahun tersebut masih dalam masa pemulihan intensif akibat luka bakar parah di bagian wajah dan tubuh, serta cedera kaki yang membutuhkan beberapa kali tindakan operasi akibat serangan udara pada 28 Februari lalu.

Konfirmasi ketidakhadiran ini diperkuat oleh laporan kantor berita resmi Iran, Tasnim News Agency, yang menyatakan bahwa ritual pemakaman dan salat jenazah di berbagai kota tidak akan dipimpin oleh Mojtaba, melainkan didelegasikan kepada jajaran ulama syiah senior.

Sepanjang prosesi di Teheran, posisi perwakilan resmi dari lingkaran inti keluarga di panggung pemakaman diwakili oleh sang mertua, Gholam-Ali Haddad-Adel. Ketidakhadiran total Mojtaba sejak awal pembukaan peti pada hari Jumat terus memicu perhatian besar dari pengamat politik global mengenai jalannya roda kendali pemerintahan dari balik layar.

Read Entire Article