Liputan6.com, Manila - Ribuan anggota organisasi keagamaan Iglesia Ni Cristo (INC) menggelar aksi unjuk rasa di Manila, Filipina, pada Selasa (30/6). Demonstrasi itu memicu kemacetan panjang di berbagai ruas jalan saat jam sibuk pagi sebagai bentuk protes terhadap rencana penangkapan Senator Rodante Marcoleta, yang juga merupakan anggota gereja tersebut.
Aksi itu digelar sehari setelah diumumkan bahwa Marcoleta, yang juga merupakan sekutu Wakil Presiden Filipina Sara Duterte yang telah dimakzulkan, akan didakwa atas dugaan korupsi terkait dana kampanye pemilihannya.
Selama ini, INC dikenal sebagai salah satu blok pemilih paling berpengaruh di Filipina dan memiliki hubungan erat dengan dinasti politik Duterte. Marcoleta juga diperkirakan menjadi salah satu senator yang akan memberikan suara untuk membebaskan Sara Duterte dalam sidang pemakzulannya di Senat, yang dijadwalkan dimulai pekan depan.
Kepolisian yang berbicara kepada AFP memperkirakan jumlah massa di kawasan EDSA, jalan utama di Manila yang menjadi lokasi aksi, akan terus bertambah sepanjang hari.
"Hingga saat ini, jumlah massa mencapai 8.000 orang dan kami memperkirakan jumlahnya masih akan terus bertambah," kata juru bicara Kepolisian Wilayah Hazel Asilo.
"Peristiwa ini menyebabkan kemacetan lalu lintas yang sangat parah pagi ini, terutama bagi masyarakat yang hendak berangkat kerja atau sekolah."
Ia menambahkan, hanya jalur khusus bus yang masih dapat dilalui.
Dalam pesan video yang diunggah di Facebook, juru bicara INC Edwil Zabala mengatakan aksi tersebut bertujuan menuntut transparansi.
"Kami ingin menyampaikan kepada pihak berwenang bahwa sekalipun mereka memenjarakan Senator Marcoleta, kami tidak akan berhenti menuntut keadilan," ujar Zabala.
"Kami ingin mereka mengetahui bahwa penegakan hukum yang tebang pilih adalah bentuk ketidakadilan, dan kami tidak akan tinggal diam."
Ombudsman Filipina Jesus Remulla pada Senin mengatakan Marcoleta akan didakwa karena diduga tidak melaporkan sisa dana kampanye sebesar 75 juta peso atau sekitar US$ 1,2 juta.
Bulan lalu, jaksa juga mengajukan dakwaan terhadap Senator Jose "Jinggoy" Estrada, yang dikenal sebagai pendukung Sara Duterte, atas dugaan keterlibatannya dalam skandal korupsi besar terkait proyek pengendalian banjir fiktif yang memicu kemarahan publik di Filipina.
Sementara itu, senator lain yang juga merupakan sekutu Sara Duterte, Ronald "Bato" Dela Rosa, dikabarkan bersembunyi setelah nyaris ditangkap berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Ia diduga berperan dalam perang melawan narkoba yang menewaskan banyak orang pada masa pemerintahan mantan Presiden Rodrigo Duterte, ayah Sara Duterte.
Pada November tahun lalu, INC menggelar aksi yang diperkirakan dihadiri ratusan ribu orang untuk menuntut pertanggungjawaban atas skandal proyek pengendalian banjir yang terus membesar dan menyeret pejabat pemerintah serta anggota parlemen.
Dalam aksi tersebut, banyak pembicara menyalahkan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. atas skandal itu.
Sebelumnya, pada Januari 2025, INC juga menggelar aksi besar-besaran di Manila untuk menentang rencana pemakzulan Sara Duterte, yang hubungannya dengan Marcos, mantan sekutunya, memburuk secara drastis.
Meski upaya pemakzulan itu kemudian dibatalkan Mahkamah Agung Filipina, Dewan Perwakilan Rakyat kembali memakzulkan Sara Duterte pada bulan lalu.
Sidang pemakzulan di Senat dijadwalkan dimulai pada 6 Juli. Sebanyak 16 suara dari total 24 anggota Senat diperlukan untuk menyatakan Sara Duterte bersalah. Jika divonis bersalah, ia akan dicopot dari jabatannya sebagai wakil presiden dan dilarang seumur hidup mencalonkan diri dalam jabatan publik.
Pada Selasa, Presiden Marcos membatalkan agenda makan siang bersama media asing guna memantau perkembangan situasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8746813/original/080075500_1782823693-rob1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8666103/original/049968700_1782698430-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5587495/original/064245300_1778141516-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8484279/original/013090500_1782396796-mail.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5147244/original/044397400_1740964383-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8460553/original/022979300_1782360036-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8440972/original/063692400_1782333943-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262364/original/007814800_1781781853-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8269458/original/041975000_1782119611-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5321083/original/014211100_1755662628-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262360/original/028702200_1781781836-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259125/original/067528600_1781465647-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4694339/original/040144300_1703152631-cuaca_panas-HERMAN_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259893/original/008090100_1781518456-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259667/original/088094400_1781509512-1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8030823/original/016638800_1780872304-ChatGPT_Image_Jun_8__2026__05_35_24_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5081967/original/073104400_1736231382-02c26726-d739-4068-b821-a2cf9adc52ed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3527801/original/036262700_1627871993-tulii.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524414/original/084643300_1772944927-d57bec51-034f-4168-9898-fa5ce79c0681.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4169180/original/086333600_1663940351-Operasi_Bibir_Sumbing.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529535/original/094909600_1773369238-slb.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465690/original/016658800_1767773884-WhatsApp_Image_2026-01-07_at_14.34.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4677825/original/076979800_1701941809-2150761394.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363057/original/012614000_1758880226-WhatsApp_Image_2025-09-26_at_16.48.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520688/original/027980600_1772628031-WhatsApp_Image_2026-03-04_at_19.38.52.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4246194/original/008864600_1669877746-667ba755-ce6d-41d7-8a2c-a6862fc10828.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290464/original/056522900_1753113336-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_20.06.02_c2d8139b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531986/original/061113300_1773638837-disabilitas__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545343/original/031225100_1775184971-kembar.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3412535/original/054771300_1616808099-IMG20210321090928.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540107/original/085496200_1774680201-dXBsb2Fkcy8yMDI2LzMvMjcvNzRhNWRmMmMtMTNlZS00NDZjLThmNWMtNjJiMmNmOWE1Nzg0LnBuZw__.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551959/original/093586800_1775791958-disabilits_cirebon.jpg)